
Sudah tiga hari Cinta tidak mau menemui Kristian, namun dia harus tetap profesioanal dalam pekerjaan. Saatnya dia kembali untuk melakukan tugasnya sebagai Sekertaris Kristian, Ada rasa berat untuk bertemu namun tanggung jawab yang dia miliki mengharuskan dia untuk bertemu dengan Kristian.
Pagi itu Kristian sudah siap di depan Rumah Cinta, namun tetap saja Cinta tidak Ingin beremu dan berbicara dengan Kristian. Hingga perjuangan menjemput Cinta punah, Cinta memilih Andy untuk mengantarkan dia ke kantor menggunakan motornya. Ada rasa begitu kesal dihati Kristian namun Andy memberitahu bahwa Cinta membutuhkan waktu untuk menenangkan pikirannya.
Sesampainya di kantor, Cinta berusaha seprofesional mungkin, dia tidak menjawab pertanyaan Kristian untuk hal yang berbau Pribadi namun dia akan menjawab jika ada pertanyaan terkait urusan pekerjaan. Saat jam makn siang tiba dia meminta izin untuk makan siang dengan Anna.
Anna sudah berada di lobby untuk menjemput Cinta. Tak lama Cinta segera menemui Cinta dan segera pergi menuju Café. Siang itu Cinta masih terlihat dangat tidak bersemangat hingga akhirnya Anna memulai berbicara kepada Cinta
“Cin .. Apa kamu masih belum menerima kepergian Ayah Ben?”
“Sesungguhnya belum An .. namun aku masih berusaha “
“Lalu bagaimana dengan Kristian, Dia sangat khawatir dengan keadaanmu ?”
“Aku masih belum bisa memaafkannya An, ada rasa kecewa yang begitu besar “ ada rasa Panas di kelopak mata Cinta,Dia beusaha untuk menahan air matanya menetes
“Cin .. aku tau kamu pasti berat cobaan ini, tapi apa kamu sudah mendengar penjelasan dari Kristian, pasti dia memiliki alasan Cinta .. cobalah beri dia kesempatan “
“Mungkin aku masih perlu waktu “
“Sudahlah aku disini untuk menghibur sahabatku” mengulus punggung tangan Cinta
Selesai dengan Acara makan siang Anna segera berpamitan kepada Cinta dan tak lupa menitipkan salam untuk calon suaminya. Ketika sampai di meja kerjanya terlihat ada sebuah es coklat kesukaan Cinta dan juga Chesecake tak lupa ada sepucuk surat dari Kristian untuk Cinta
\~ Tersenyumlah \~
From : Kristian
Cinta kembali berkutat dengan pekerjaannya, karena cuti kemaren membuat pekerjaannya sedikit menumpuk. Tak terasa jam pulang sudah tiba namun pekerjaan Cinta masih belum bisa dia selesaikan. Tak lama Kristian menghampirinya
“Sudahlah kamu perlu istirahat, sisakan pekerjaanmu untuk esok dan juga kamu jangan sampai lembur kasian Ibu di rumah menunggumu”
“Baik Pak “ dijawab Cinta singkat tanpa menatap Kristian
“Mari aku antar di luar hujan lebat “ ajak Kristian
“Maaf Pak, Hari ini aku akan di jemput oleh Andy”
“Baiklah .. aku tetap akan menunggumu dan akan mengikutimu sampai kerumah”
“Bapak pulang saja”
Cinta hanya terdiam, dan meninggalkan Kristian dengan alasan ingin ke Toilet. Sesampainya di Toilet ada perasaan sesak didadanya. Sesungguhnya dirinya tak sanggup untuk bersikap seperti ini, setelah dia berhasil membersihkan air mata yang menetes di pipinya.
Dilihat ada sebuah payung yang Kristian siapkan di meja Cinta. Dan Kristian terlihat sedang melipat kedua tangannya dimeja kerjanya dengan kepala di atas tangannya. Terlihat Kristian yang begitu berantakan dan juga tak peduli dengan penampilannya.
Cinta berpamitan dengan Kristian karena hujan sudah reda dan Andy sudah menghubunginya bahwa dia sudah berada di Lobby. Tak lama Kristian mengikuti Cinta untuk pergi ke rumahnya. Sampai di rumah Cinta . Kristian tak bermaksud untuk masuk namun dia hanya menunggu Cinta di dalam mobilnya. Memikirkan Cara bagaimana Cinta bisa memafkannya
Andy memberitahu Cinta bahwa Kristian masih berada di luar, padahal waktu sudah menunjukan pukul 11.00 malam . Andy sudah memberitahu Cinta bahwa sudah meminta Kristian untuk pulang, namun Kristian beralasan masih ingin tinggal sebentar lagi. Hingga tak terasa Kristian tertidur didalam mobil karena kelelahan.
Pukul 06.00 pagi ketika Ibu Adelia yang keluar untuk pergi berbelanja melihat bahwa Kristian tertidur didalam mobil. Hingga tak kuasa Ibu Adelia berusaha untuk mengetuk kaca mobil Kristian. Terihat Kristian yang tertidur yang hanya di selimuti jas miliknya. Setelah ketukan kedua akhirnya Kristian terbangun dan seketika dia terkejut melihat diluar sana Ibu Adelia sedang tersenyum kearahnya.
Krisian langsung membuak kaca mobil miliknya dan segera menyapa Calon mertua kesayanganya.
“Nak Kris sedang apa bermalam disni?”
“Maaf bu .. sepertinya aku tertidur karena kelelahan semalam”
“Apa Ibu perlu memanggil Cinta”
“Tidak perlu Bu .. aku akan segera pulang dan bersiap untuk berangkat ke kantor”
“Pergilah sarapan di rumah, setelah itu barulah Nak Kristian pergi”
“Terimakasihbanyak Bu.. maaf saya takut akan terlambat jika harus sarapan”
“Baiklah.. hati-hati di jalan ya nak”
“Apa Ibu hendak berbelanja, mari Bu Kris antar karena kita satu arah”
“Baiklah Ibu tidak akan menolak “ senyum Ibu Adelia membuat semangat Kristian yang ha,pir pudar kembali terisi
hingga sampai di sebuah pasar tradisional Tak lupa Kristian memberi salam kepada Ibu Adelia tanda Kasih darinya. Dan Kristian melanjutkan perjalanannya menuju apartementnya.
Haii mon maap baru up tapi aku bakalan up 2 eps sekaligus
Mohon like nya dongs
Komentnya apalagi