LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
First Kiss



Kristian segera bersiap dan sengaja tidak membangunkan Cinta , setelah mandi dan berpakaian rapi Kristian segera pergi menemui Pak Darwin , Dia rasa hari ini cukup Pak Darwin saja yang menemaninya karena sore ini mereka berdua akan kembali pulang .


Remote Tv yang di genggam oleh Cinta terjatuh membuat dia terbangun , dan sedikit demi sedikit mengumpulkan nyawa . Namun dia agak sedikit bingung ketika ada selimut yang dia gunakan . Segera dia berdiri ternyata Kristian sudah tidak . Dia panggil dan berusaha mencari Kristian namun masih tidak ketemu , pada saat dia melihat jam , ternyata sudah jam 09.00 pagi kala itu seharusnya Cinta sedang menemani kristian untuk meeting pagi ini . Dicari ponsel miliknya ternyata ponsel miliknya mati, karena pengisi daya yang dia punya tertinggal dikamarnya , segera ia pergi ke kamar untuk mengisi daya dan menghubungi Kristian . Pada saat ponselnye menyala ternyata ada satu pesan dari Kristian


^Beristirahatlah dan mulai untuk Packing , Karena sore ini kita akan kembali , Terimakasih sudah menjagaku semalaman , hari ini aku cukup di temani Pak Darwin saja^ Kristian


Terlihat senyuman di wajah Cinta , Dia begitu senang melihat isi pesan dari Kristian dan segera membalasnya


^Mohon maaf pak , saya tertidur .. hubungi saya jika bapak membutuhkan sesuatu^ Cinta


Segera cinta masuk dan merapihkan perlengkapan ke dalam kopernya . setelah selesai Packing dia segera mandi terdapat fasilitas Bathub di dalam kamarnya yang belum sempat dia gunakan , dan akhirnya dia bisa gunakan untuk melemaskan otot yang kaku karena semalam ia menemani Kristian .


Setelah selesai dengan kegiatannya Dia berusaha berjalan- jalan sebentar melihat Resort dan mengabadikan pemandangan yang indah ke dalam sosial medianya. Pada saat dia selfie tiba-tiba muncul Kristian yang mengagetkan dirinya .


“Kamu sungguh menikmati waktumu ya ... sini berikan ponselmu biar aku yang foto dirimu “


“Sungguh Pak .... “ Cinta tak segan memberikan Ponselnya kepada Kristian . Ketika Kristian memotretnya terlihat Cinta yag begitu cantik , rambutnya tertiup angin pandai menambah indahnya wajah Cinta . Setelah selesai dengan beberapa Gaya Kristian langsung mendekati dengan Cinta dan memberikan Ponselnya. Namun Kristian malah mengeluarkan Ponsel miliknya, dan menyalakan mode kamera


“Ayo kita foto di sana “ ajak Kristian menunjuk ke arah pantai yang Biru


“Ternyata bapak mau di foto juga , sini berikan ponsel milik bapak “ cinta mengulurkan tangannya untuk menerima ponsel Kristian namun Kristian malah sengaja mendekat dan berada di samping Cinta , memotret menggunakan kamera depan Ponselnya , terlihat senyum malu-malu dari Cinta , mereka berdua di foto dengan Background pantai yang indah . Sontak saja kejadian itu membuat dada Cinta berdebar dan salah tingkah . Hingga wajahnya memerah , kala itu Cinta yang merasa sangat malu dan gemetar Segera Memalingkan wajahnya dari Kristian Agar Kristian tidak melihat bagaimana Wajah Cinta memerah


“Aku kembali ke resort Pak “ langsung meninggalkan Kristian agak sedikit terburu-buru


“Cinta .. tunggu “ Kristian berusaha mengejar Cinta . Dan akhirnya bisa mendekatinya


“Cinta .. kita akan di jemput setengah jam lagi , pastikan tidak ada yang tertinggal ya , kita akan makan siang sebelum kita kembali “


“Baik Pak , mengapa hanya sebentar waktu disini ya , terasa sangat Singkat “ mendengus dengan bibir yang cemberut


“Kamu mau kita memperpanjang waktu kita disni ? Ajak Kristian yang mulai menggoda


“Ihhh Bapak seperti om-om nakal saja “ mengumpat Kristian


Kristian terkekeh geli


Pada saat di lobby Kristian memberikan bingkisan untuk Cinta


“Ini untukmu ..” memberikan bingkisan dengan paperbag bertuliskan HARDROCK


“Ini juga aku bawakanbeebrapa oleh-oleh untuk keluargamu , maafkan jika kamu disini sibuk dan sampai tidak ada waktu , maka tadi pada saat aku pergi keluar aku mampir sebentar “


“Wahhhhhhh.. Bapak memang Bos yang paling the best yang aku punya “ mengacungkan kedua jempol Cinta untuk Kristian


Setelah makan siang , sampailah mereka di bandara dan segera pergi ke Counter untuk Check in seperti biasa , Kristian begitu Sigap mendorong Troly yang berisi koper mereka berdua . Tak lama kemudian pesawat mereka segera lepas landas . Di pesawat Kristian begitu perhatian kepada Cinta, tak Biasanya dia bersikap seolah-olah mereka sedang menikmati Perjalanan . Sampai Pramugari datang mengahampiri kami


“Permisi tuan dan nyonya , kami ada beberapa Produk untuk Katalog bulan ini salah satunya adalah gantungan Kunci pasangan ini “ menunjukkan gambar pada katalog


“Terimakasih .. “ seulas senyum terlihat di wajah Cinta


“Baiklah kami membeli yang itu “Ujar Kristian


“Pak ..” melirik Kristian


“Tunggu sebentar tuan dan nyonya”


Kepergian Pramugari itu menjadikan Cinta langsung memarahi Kristian seperti seorang Istri yang memarahi suaminya , kecerewetan Cinta bukan membuat Kristian marah malah membuat dirinya semakin gemas . Karena terkadang dia seperti anak-anak namun terkadang dia terlihat seperti ibu-ibu galak . Ketika pramugari kembali dan memberikan gantungan kunci itu , segera Kristian membayar dan memberikan Gantungan kunci itu kepada Cinta . Milik Kristian dia menggeluarkan Kunci mobilnya dan memasang Gantungan kunci itu. Ketika Cinta mendapatkan Gantungan kunci itu hatinya berbunga-bunga sungguh dia tidak menyangka bahwa itu akan menjadi miliknya , namun cinta menolak .


“Pak aku sungguh tidak bisa menerima ini , berikan ini kepada pacar bapak saja “


“Pacarku jauh dan akan menghabiskan lebih banyak uang untuk mengirimkannya “


‘‘Jadi aku hanyalah pelampisan jika bapak tidak ada pacar ya .. sungguh malang nasibku ini “ Cinta mendengus dengan bibir yang ia majukan


“Baiklah jika kamu tidak mau , aku akan memberikannya kepada Steve “ mencoba menggambil kembali gantungan milik Cinta


“Jangaaan dari pada untuk Pak Steve , lebih baik untukku “


Tepat pukul 07.00 malam Cinta dan Kristian sampai kembali , setelah mereka menemukan Koper mereka , mereka hendak pergi makan terlebih dahulu agar sampai di rumah meeka bisa beristirahat. Setelah selesai mobil Kristian melaju menuju rumah Cinta terlebih dahulu . Dalam perjalananpun tak henti-hentinya mereka tertawa , hingga tak terasa sudah sampai .


“Terimaksih pak atas semuanya , selamat beristirahat “


Ketika Cinta ingin membuka sabuk pengaman terasa ada yang mengganjal sehingga Kristian berusaha membantunya namun ketika Kristian membantu membuka sabuk pengaman yang di pakai Cinta , tangan Kristian tanpa senggaja menggengam tangan Cinta yang berusaha membuka sabuk pengamannya , wajah mereka berduapun bertemu dengan jarak yang sangat dekat . Terlihat jelas bibir ranum milik Cinta ibarat strowbery yang siap Kristian santap , Kristian mulai merasakan jantung yang berdebar , hasratnya malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Cinta , kala itu Cinta merasakan Jantungnya akan meledak . Melihat wajah Kristian semakin mendekat ke arah wajahnya . Badannya terasa teramat Kaku , tak ada penolakan dari Cinta hingga bibir Kristian sampai di Bibir milik Cinta dan rasanya benar-benar Kaku . Bibir Kristian begitu lembut dan hanggat menempel di Bibir cinta malam itu . Hingga dering ponsel Cinta berbunyi membuat Kristian langsung sadar akan perbuatannya , begitu pula dengan Cinta wajah merah sangat terlihat hingga dia salah tinggkah dan segera mengambil ponselnya . Pada saat ingin menerima panggilan tersebut , panggilan itu mati .


Seketika mereka berdua membisu sejenak , hingga sabuk pengaman yang sudah terlepas dan segera Cinta terburu-buru pamit . Begitu pula dengan Kristian dia sendiri menjadi salah tinggkah dan bersikap kaku .


“Maaf Cinta .. sampai Besok .. aku pamit ya “