LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Ibu Ranita



Suasana kantor seperti biasa , Cinta masih saja menghindari Kristian , dan akan berbicara jika memang urusan pekerjaan . Cinta seperti biasa makan siang selalu bersama Reandy ataupun bersama Team Marketing . Perasaan Cintapun semakin hari semakin membaik berkat teman teman team yang selalu membuatnya tertawa ,menghiburnya ,bahkan terkadang menajahilinya . Hubungan Reandy dan Cintapun semakin dekat namun Cinta tetap tidak memiliki perasaan terhadap Reandy dan Reandy pun bukan tipikal orang yang menggebu gebu menyatakan perasaannya . Hubungan kristian dan Gaby pun terlihat complicated atau bisa di bilang rumit . Kekecewaa Kristian terhadap Gaby masih saja namun Kristian mencoba menjalankan hubungannya dengan Gaby . Keadaan Kristianpun tidak seperti awal awal dekat dengan Cinta , sekarang Kristian berbicara Seperlunya dan kurang memperhatikan lagi asupan makanannya , dan hanya kopi yang bisa dia minum berulang kali , hingga kurang lebih satu bulan Cinta dan Kristian menjaga jarak . Sesungguhnya Cinta tidak tega melihat keadaan Kristian yang sedikit kurus dan kurang terurus , beda pada saat dia bertemu pertama kali , aroma tubuh maskulin Kristian bisa tercium di meja Cinta .


Dering ponsel Kristian menandakan ada telpon masuk , ternyata Gaby dan segera dia jawab.


Kristian POV


“Hallo ..


Gaby POV


“Hallo Kris ,bisa kita makan siang bersama ada hal penting yang ingin aku sampaikan”


Kristian POV


“Baiklah .. di tempat biasa ya .. maaf aku tidak bisa menjempumu “


Gaby POV


“Tidak masalah Kris .. see you “


Segera Kristian keluar Ruangan dan menuju meja Cinta ,


“Aku akan makan siang dan nanti akan ada tanteku kemari , Jika sudah datang mintalah dia menunggu di ruanganku” berdiri dengan tatapan penuh kerumitan


“Baik pak “ Jawab Cinta


Sesampainya di resto tenryata Gaby sudah memesan tempat terlebih dahulu


“Haiii .. maaf lama “ ujar kristian mulai duduk


“ tidak masalah .. oh ya kamu pesan dahulu , tadi aku sudah memesan makanan ku” ucap Gaby dan segera mememanggil waiters dan tak lama makananpun datang , mereka segera menyatapny dan setelah selesai Kristianpun mulai pembeicaraan terlebih dahulu.


“Ada yang ingin kau sampaikan kepadaku “ tutur Kristian


“Baiklah ..begini Kris .. aku ada tawaran dari RS tempat ku bekerja untuk melakukan Kursus mengenai Hemodialisa ( Cuci Darah ) . Dimana kesempatan ini sangat bagus sekali dan aku ingin meminta izin kepadamu terlebih dahulu “ menatap Kristian dengan tatapan penuh pengahayatan


“Aku tidak pernah akan melarangmu untuk melakukan hal yang kamu inginkan , silahkan saja dan aku akan mendukungmu “ menggenggam tangan Gaby


“Terimakasih Kris, Tapi aku akan sibuk sekali dan aku kan melakukannya di Jepang sehingga aku tidak bisa sering sering menghubungimu.


“Tidak masalah buatku , karena itu masa depanmu yang ada di depan matamu “ senyuman Kristian menghangatkan hati Gaby


“Aku akan berangkat seminggu lagi , dan aku harap kamu tidak akan berpaling kepada wanita lain dan selalu menghubungiku” senyum manis menghiasi wajah Gaby


Pukul 13.00 tiba dan terlihat wanita paruh baya menggunakan kacamata dengan abaya rapi menghampiri meja Cinta , yang kala itu sedang melihat laporan bulanan .


“Permisi nak, Saya Ibu Ranita tante dari Kristian” sapanya sangat sopan


“Selamat siang Ibu Ranita , Saya Cinta mari saya antarkan kedalam ruangan Pak Kristian , kebetulan Pak Kristian sedamg makan Siang diluar , Ibu Ranita silahkan duduk dan mau minum apa ?” Mempersilakan Ibu Ranita duduk


“Tidak usah repot-repot Cinta “ mengelus pundak Cinta


“Sungguh tidak merepotkan Bu “seulas senyuman menghiasi wajah Cinta


“The hangat saja Cinta “ Jawab Bu Ranita


“Baik bu . Maaf sebentar ya Bu “ Cinta segera menelpon Pantry untuk di siapkan the hangat untuk Bu Ranita.


“Silahkan Bu , diminum “ mempersilahkan Bu Ranita untuk menikmati secangkir the hangat


“Permisi Bu , boleh Cinta tinggal sebentar untuk melanjutkan pekerjaan “ ujar cinta meminta izin


“Silahkan Cinta “ Cinta pun meninggalkan Ibu Ranita di dalam Ruangan Kristian , dan tak lama Kristian tiba dan segera menghampiri Tantenya yang sudah dia nantikan kedatangannya .


Dia langsung memeluk erat Tante Ranita .


“Tante .. Kris sangat rindu ..kemana Om Yosep tante ?” Tanya Kristian


“Dia menemui kakaknya terlebih dahulu , Bagaiamana kabar mami dan papimu apa mereka sehat?”


“Mereka sehat tante , tante Kris akan menemani tante namun Kris Sambil bekerja ya tante” pinta Kris


“Silahkan Kris “


Mereka berdua asik berbincang hingga tak terasa sore pun telah tiba , Tante Ranita segera menghubungi suaminya agar menjemputnya di Restoran Steak dekat Orchird . Setelah mereka keluar ruangan , telihat Cinta berdiri dan Tante Ranita pun segera menyapa Cinta


“Apa kamu akan langsung pulang Cinta ?” Tanya Tante Ranita


“Betul bu “


“Bagaimana kalau ikut dengan kami makan malam ?” Tawaran tante Ranita kepada Cinta


“Emmmm .. Bagaimana ya Bu“ senyum Cinta mendarat di wajahnya


“Ikut saja saja Cinta “ Pinta Kris


“Mari Cinta “ ajak Tante Ranita


Sesungguhnya Cinta malas karena sebisa mungkin dia menghindari Kristian , namun ajakan Ibu Ranita membuatnya Sungkan , Karena Cinta tak biasa menolak permintaan orang yang di anggapnya baik. Sampailah mereka bertiga di restoran dan segera memesan steak , tak lama Om Yosep datang meghampiri .


“Halo Kris” Om Yosep menjabat tangan Kristian dan Segera menepuk pundak kekar Kristian


“Om Yosep .. kenapa Om terlihat tidak menua “ ujar Kristian


“Ini kekasihmu Kris ? Cantik sekali “ tebak Om Yosep


Sekejab jantung Cinta kembali berdetak kencang , Setelah sebulan ini dia berusaha untuk membekukan hatinya untuk Kris


“Maaf saya Cinta Pak .. sekertaris Pak Kris “ menggulurkan tangan kepada Om Yosep


“Maafkan saya juga Cinta , Ternyata saya asal menebak saja “ menerima uluran tangan Cinta


Mereka berempat menikmati hidangan sambil bersenda gurau dan menceritakan Kristian yang semenjak Kecil Sering di Buly karena sejak sekola dasar Kristian itu bertubuh gemuk . Suasana itu membuat rasa canggung antara Kristian dan Cinta mulai mencair . Hingga Om Yosep pun berpamitan untuk pulang , mereka sengaja kemari karena Om Yosep mendengar kakaknya sakit dan besok mereka harus kembali ke malaysia. Pelukan erat dari Bu Ranita untuk Cinta dan juga Kristian . Sehingga kembali kepada Cinta dan Kristian . Cinta awalnya menolak di antarkan Kristian namun Kristian agak sedikit memaksa karena dia merasa Cinta sudah menjamu tantenya dengan Baik.


Ketika didalam mobil suasana canggung melanda mereka berdua . Namun Kristian mencoba memecahkan keheninggan.


“Cinta .. aku ingin bertanya kepadamu ?” Lirik Kristian kepada Cinta , namun Cinta tetap memalingkan wajahnya


“Silahkan pak ?”


“Apa kamu sengaja mengindariku?” Tetap melirik kearah Cinta


Deg .... nafas Cinta seakan berenti sejenak mendengar perkataan Kristian


“Ti..dak “ jawab Cinta gugup


“Jujurlah padaku “


“Benar Pak Kris .. aku tidak menghindar buktinya aku masih bekerja disini” jawab Cinta berusaha menutupi


“Aku sudah tahu , dan aku meminta maaf kepadamu atas perlakuan Gaby kepadamu “ tatapa tulus kristian sungguh terlihat


“Maksud bapak ?”


Seketika Cinta di buat bingung ..


Jangan lupa like dan koment ya zheyenkkk