
Tak membutuhkan waktu lama Aku, Ibu dan Andy sampai di Bandara Soekarno Hatta. Segera kami pergi untuk m engambil beberapa koper dan pergi untuk mencari taxi. Jakarta menjadi tujuan kami bertiga untuk memulai hidup baru tanpa banyak kenangan dari Ayah. Aku berdoa semoga kami semua diberikan kebahagiaandan kesehatan.
Andy segera mencari Taxi untuk kami gunakan menuju kediaman Nenek Atin, Taxi berlogo burung biru segera mengantarkan kami. Tentunya aku masih dalam rasa tidak percaya bahwa aku sudah meninggalkan semua kenangan. Lamunan ku terhenti ketika taxi yang kami tumpangi berhenti di sebuah rumah yang cukup asri untuk ukuran rumah yang ada disebuah ibu kota. Kami mulai turun dan segera masuk ke dalam rumah. Andy menekan bel dan tak lama Nenek Atin membuka Pintu. Kehadiran kami disambut pelukan hangat dan juga ada tetesan air mata bahagia dari Nenek Atin sendiri.
Selamat datang kehidupan baru dan harapan baru ,
Aku segera memasuki sebuah kamar yang terlihat sudah si bersihkan oleh Nenek. Aku mulai meletakan beberapa koper dan mulai memasukan beberapa barang dan merapikannya. Kamar ini akan menjadi saksi bahwa aku harus bisa menjadi seorang wanita yang sukses yang bisa membanggakan Ayah dan juga Ibu. Setelah aku selesai aku mulai merebahkan tubuhku di atas nakas dan mulai mengambil ponsel. Teringat janjiku kepada Reandy bahwa akan menghubunginya tak lupa aku mengganti SIM card dan segera mengirimkan pesan kepadanya
“Ren .. sesuai janjimu tolong jangan katakan aku berada dimana, saat ini aku sudah sampai di kediaman Nenekku. Rahasiakan juga nomor ku. \~ Cinta.
Tak lama ku kiirm terdengar dering dari ponselku dan ternyata Reandy segera menghubungiku, aku segera menerima panggilannya
“Halo Ren “
“Aku akan menepati janjiku Cinta, Namun aku perlu tahu alamat Rumah Nenekmu agar aku bisa berlibur kesana “
“Aku percaya kamu akan menepati janjimu, akan kukirimkan alamat ku padamu, namun jika ada rahasia ini bisa terbongkar maka aku akan menghilang darimu juga.”
“Aku janji Cinta..baiklah kamu istrirahat dahulu nanti kuhubungi kembali “
Kristian POV
Di sisi lain, aku yang sedari tadi sulit menghubungi Cinta merasa ada yang aneh dan merasa khawatir. Tidak seperti biasanya Cinta mematikan ponselnya, padahal semalam dia baik-baik saja. Sesampainya di kantor, terlihat meja Cinta yang masih kosong padahal biasanya dia selalu datang sebelum aku datang, jika telat atau ada masalah biasanya dia menghubungiku.
Tak lama ada dering tanda masuk pesan dari Cinta, seketika aku merasa seperti ada pisau yang sedang menusukku saat ini, kepalaku terasa berat dan nafasku terasa sesak. Aku coba menghubungi Cinta dan benar saja ponselnya sudah tidak aktif. Aku segera menghubungi Anna mencoba mencari tahu ada apa dengan Cinta.
“Halo An, Apa Cinta menghubungimu ?”
“Tidak.. ada apa Kris ?”
“Aku tidak bisa menghubunginya dan dia mengirimku pesan perpisahan, baiklah aku akanmencari kerumahnya”
“Baiklah Kris aku akan mencari tahu kepada teman-temanku juga”
Tak lama aku menemui Steve di Ruangannya
“Stev.. tolong gantikan aku untuk beberapa pertemuan hari ini, aku ada urusan mendesak?”
“Kenapa Kris?”
“Sepertinya Cinta pergi dariku, dia memutuskanku secara sepihak”
Aku segera pergi meninggalkan Steve. Aku sudah tidak perduli berapa kecepatan mobil yang sedang aku kendarai saat ini. Dipikiranku adalah Cinta, tak sampai 20 menit aku telah sampai di kediaman Cinta aku berusaha menekan bel namun nihil tidak ada jawaban hingga aku memberanikan diri untuk bertanya kepada tetangga sebelah Cinta.
“Permisi .. apa Nyonya tahu kemana Ibu Adelia pergi ?”
“Oh .. Untuk kemananya aku kurang tahu tapi mereka semua pindah dan menjual kediaman itu”
“Adik ini siapa ?”
“Maaf saya hanya kerabat jauh dari Ibu Adelia, terimakasih Nyonya “
Aku dibuat Semakin gila .. kamu sepertinya sudah merencanakan semuanya untukku, hingga aku tidak mengetahui. Aku merasa sangat Bodoh. Aku akan mencari keseluruh kota jika perlu keseluruh dunia akan aku cari dirimu Cinta. Kamu sungguh tidak memikirkan perasaanku dan pengorbananku selama ini. Aku meminta Anna untuk mencari keberadaan Cinta dan menanyakan kepada Anna kerabat dekat Cinta. Aku juga menghubungi Staff HRD untuk meminta membuka data diri Cinta, namun nihil karena Cinta mencantumkan nomor Ayah Ben. Surat pengunduran Cinta juga sudah Cinta berikan melalui Email tepat setelah aku menerima pesannya. Sungguh rencana yang sangat indah untuk membuatku terluka.
Hampir seharian aku tidak menemukan keberadaan Cinta. Hingga aku menghampiri kampus Andy dan juga kedai milik Ibu Adelia ternyata mereka semua menutupi kemana mereka akan pergi. Aku sudah tidak memperdulikan penampilanku yang sudah kusut semenjak pagi tadi, aku tidak merasa kelaparan sama sekali. Aku mengingat kembali apa yang salah dalam hubunganku, berapa kali kita mengalami masalah dan bisa kami atasi, hingga pertemuan dengan kedua orangtuaku yang membuat Cinta menjadi sedikit berubah. Aku mulai paham alasan terbesar Cinta meninggalkanku. Dan aku memutuskan untuk menghubungi Mamiku
“Halo Kris.. tumben sekali menghunungi mami “
“Mih .. apa mami berbicara sesuatu kepada Cinta yanf tidak aku tahu ?”
“Emm... tidak.. tidak ada ?”
“Oke .. Aku tidak akan mempercayai mami lagi”
Ternyata benar, Cinta pergi karena ada kata-kata Mami yang membuatnya pergi meninggalkanku, Cinta kamu pergi kemana ?????..
Dering ponselku terus berbunyi , tak lain adalah Mami yang puluhan kali menghubungiku namun aku belum bisa memaafkan keegoisannya. Aku butuh waktu karean jika aku menjawab telpon mami maka bisa kupastikan hubungan kita pasti hanya sekedar hubungan yang disah kan oleh hukum saja.
Akhirnya ku putuskan untuk kembali ke apartemenku untuk berisitrahat
Guys maap ya telat banget up nya padahal meuju tamat ya
Tapi memang lagi banyak urusan banget sih miss ini
Sampai ketemu lagi ya
Miss galau abisan cerita ini mau tulis lagi ga
Abisan yang baca dikit banget
Memang sih namanya belajar ya kannn