LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Perkenalan



Cinta dan Kristian berpamitan kepada Ibu Adelia untuk pergi menenmui orang tua Kristian, tak lupa Ibu Adelia menitipkan salam perkenalan kepada kedua orang tua Kristian.


Sampai di Bandara mereka berdua segera masuk Gate dan pesawat segera landas


Ada rasa gelisah di benak Cinta, Sesungguhnya dia tidak siap untuk bertemu dengan kedua orang tua Kristian. Hingga kegelisahan Cinta terlihat oleh Kristian


“Sayang .. Apa Ada Masalah ? “


“Emmmm .. Kris .. aku Gugup bertemu Orang tuamu”


“Tenanglah .. Mereka pasti menerima kamu dengan senang hati”


Genggaman tangan Kristian seolah menjadi obat kegelisahan Cinta, hingga akhirnya mereka tiba di bandara dan tak lama, Sopir dari keluarga Kristian sampai dan segera menghampiri kami


“Tuan Kris .. “ Sapa Pak John


“Hai .. Pak John .. sudah lama sampai ?”


“Belum Tuan , Pasti ini Calon Istri Tuan yah ,, Cantik sekali “


“Kenalkan pak John ini Cinta, Betul sekali ini Calon Istriku “


“Hai Pak .. saya Cinta “ cinta mengulurkan tangannya kepada Pak John


“Baik Non dan Tuan mari saya Antar “


Tiba mereka di rumah kediaman keluarga Kristian, dan Cinta melihat kea rah sekeliling bahwa Rumah Megah yang di dominasi warna putih dan Gold belum lagi Pagar yang menjulang tinggi menandalan bahwa keluarga Kristian bukan Keluarga Sembarangan.


“Tuan biar barang Tuan Kris dan Nona Cinta Saya masukan kedalam “ ujar Pak Joni


Cinta POV


“Krisss .. Mami Kangen “ terlihat wanita Paruh Bawa dengan gaya yang terlihat glamor menghampiri aku dan juga Kristian dan sudah di pastikan bahwa itu adalah Mami Irene , Mami yang sangat Kristian sayangi , dan ada sesosok Pria paruh Baya yang terlihat menampakan senyuman kepadaku, beliau adaalh Papi Yohanes.


“Mami Kristian membawa janji Kris kepada Mami dan Papi “


“Cinta .. kemari .. “ Pinta Kristian kepadaku , walaupun tanganku terasa beku namun ada kehangatan di genggaman tangan Kristian


“Selamat Siang Tante dan Om perkenalkan Saya Cinta “ aku mengulurkan tangan kepada Mami Irene dan Papi Yo


Aku dan Kristan segera masuk kedalam, terlihat ruangan nan megah disana lantai Marmer dan juga beberapa Lukisan yang terlihat mahal belum lagi sofa yang aku duduki saat ini sudah dipastikan harganya bisa sepuluh kali gajiku.


Ketika kami sampai ternyata Mami Irene sudah menyiapkan Makan Siang untuk Kami, disana terlihat banyak beberapa menu kesukaan Kristian. Aku duduk dan menemani Keluarga Kristian untuk bersantap Siang. Namun tetap perasaanku tidak bisa aku Bohongi ada rasa keraguan dalam diriku , dan ada rasa ketakutan, karena feelingku bahwa Mami Irene tidak Bisa menerima keberadaanku, terlihat saat kami sampai hanya Kristian yang dia perdulikan seaakan aku hanyalah debu.


Berbeda dengan Papi Yo beliau memperlihatkan ketulusan kepadaku, terlihat bahwa senyumannya bukan senyum kepura-puraan. Dan Papi Yo masih berusaha ingin dekat denganku.


“Cinta.. Bagaimana kamu bisa mengenal Kris ?” Tanya Papi Yo , yang seakaan membuat dadaku berdebar


“Emm .. Cinta adalah Sekertaris Kris di kantor Om”


“Ohhh ,, jadi kamu itu Cuma Sekertaris Kris ? “


“Mami… “ ucap Kristian sarkas


“Maaf .. Jika Orang Tuamu Apa pekerjaannya?” Kali ini Mami Irene menanyakan sesuatu yang aku saja sulit menjawabnya


“Begini tante , Ayah saya sudah meninggal 3 bulan lalu, Dan saat ini hanya Ibu saya yang mengurus Kedai “ sungguh aku ingin pergi namun aku merasakan Tanganku masih di genggam erat oleh Kristian, menguatkanku


Selesai santap Siang, Kristian ingin mengajakku untuk bertemu beberapa kerabat dan teman-teman sekolah. Hingga akhirnya kami berpamitan kepada Mami Irene dan juga Papi Yo , mungkin Kristian amat sangat mengerti bahwa aku merasa sangat ingin pergi dari kediamannya sementara waktu


Kristian melajukan mobilnya sedangkan aku masih hanya diam membisu, ada rasa yang begitu membuatku kecewa , aku tidak perduli Kristian membawaku kemana, Hingga Akhirnya kami tiba disebuah taman hiburan, salah satu taman hiburan yang memang aku ingin sekali pergi kesana.


“Kriss.. kita bertemu siapa di taman hiburan?”


“Cinta .. maafkan perkataan Mami yah .. aku yakin Mami tidak ada niat jahat”


Air mataku tak terbendung kala itu, aku mencoba menahannya ketika aku tahu bahwa aku tidak di terima oleh Maminya. Kristian memberikan pelukannya dan akku menangis sejadi-jadi didada bidang miliknya, aku merasa sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Kristian menenangkanku menghapus ai mata yang menetes di pipiku, membelai rambutku.


“Aku berjanji, Aku hanya ingin berada disampingmu, menemanimu setiap saat kita bisa menua bersama” Suara Kristian saat itu terdengar Lirih tatapan matanya seolah berkata Jujur sesungghunya aku senang mendengar kata-kata itu. Kata-kata yang membuat dadaku yang bergemuruh kembali damai. Kecupan kening yang aku dapatkan dari Kristian menghangatkan suasana hingga kami akhirnya bertukar rasa gelisah, Ciuman hangat yang Kristian berikan kala itu menjawab segala kegelisahanku.


“Sampai kapan kita bermesraan” melepaskan pelukannya


“Ayo kita bersenang-senang “ ajak Kristian kepadaku


Dan sore aku mencoba melupakan masalah yang aku dan Kris hadapi, mencoba egois dengan keadaan walaupun aku tidak tahu bagaimana nasib aku dan Kristian, Apakah dia Jodohku atau hanya sebagai tempat persinggahan saja.


Sisa beberapa episode menuju tamat yahh