LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Keputusan ku



Hari semakin sore dan aku masih belum beranjak dari tempat duduk ku, suasana Bandung yang begitu roamantis semestinya menjadikan aku merasa bahagia namun aku di sini sedang merasa kebingungan akan perasaanku.


Sudah dua jam setelah aku menelepon Reandy belum juga sampai namun di saat lamunan ku sedang berada entah dimana, kurasakan ada pelukan dari seseorang yang tentu saja Reandy memelukku dari belakang , membuat ku menoleh dan air mata yang tadi sudah terhapus akhir nya harus menetes kembali. Aku merasa kehangatan Reandy membuat aku semakin merasa bersalah bersikap seperti itu kepadanya .


“Sayang .. “ kedua tangan Reandy menghapus air mata di pipiku


“Aku tahu ini akan terjadi suatu saat nanti, aku juga sangat mengerti bahwa aku tiba bisa menjadi Kristian di hatimu, tapi aku hanya mau kamu bahagia dan aku akan berusaha membahagiakan kamu, Ibu, Andy dan nenek “


Aku tidak bisa berkata-kata selain aku memeluk erat Reandy, aku merasa sangat beruntung bisa di Cintai oleh Pria seperti Reandy dan Kristian.


“Ren .. aku ada pertanyaan ?”


“Katakan saja ..”


“Bagaimana jika aku tidak pernah ada perasaan kepadamu ?”


Senyuman Reandy membuatku semakin merasa tenang


“Aku akan berdoa kepada Tuhan dan berusaha agar kamu bisa mencintaiku, menyayangiku, merindukan ku dan aku hanya ingin kamu bahagia, apapun pilihanmu ..”


“Ren .. Bisa kamu menemaniku bertemu Kristian?”


Tarikan nafas Reandy terlihat sungguh kecewa namun dia masih tersenyum kepadaku


“Baiklah Sayang.. Aku akan menemanimu “ menggegam tanganku dengan tatapan sendu


“Apa kamu kecewa ?”


“Kecewa itu pasti, tapi aku ingin kamu bahagia jadi aku harus menerima semua keputusanmu Sayang..”


“Jadi hanya ini usaha kamu kepadaku, hanya pasrah saja aku bertemu Kristian tanpa bertanya mengapa aku bertemu Kristian ?”


Mungkin ini adalah masa dimana aku sudah mulai memiliki perasaan kepada Reandy, karena aku merasa aku takut jika aku harus kehilangan Reandy betapa dia selalu mendukung keputusanku walaupun menyakitkan


“Aku tidak akan menghalangi kebahagiamu, namun jika aku harus jujur rasanya aku tidak sangggup untuk menemanimu “


“Jika aku bertemu Kristian hanya ingin memberi tahu bahwa aku ingin menikah denganmu , apa kamumasih tidak sanggup ?”


Hujan kecupan di kepalaku menjadi sasaran Reandy. Betapa aku bahagia melihat dia bisa tersenyum tanpa menutupi rasa yang terpendam saat ini.


Kami berdua memutuskan untuk pulang , mobil Reandy sudah Pak Hasan bawa pergi menuju kediaman Reandy..


Akhirnya kami berdua melanjutkan perjalanan menuju Jakarta karena besok Reandy akan menemaniku bertemu Kristian.


“Sayang .. aku antar kamu ke rumahmu atau ke rumahku ?”


“Maksudmu ?? Tanyaku Bingung


“Siapa tahu kamu mau menginap di rumahku ?” Senyuman malu terlihat dari bibir Reandy


“Kok Anda mulai Nakal ya Bapak Reandy ?”


“Hahahahha.. aku hanya bercanda Sayang ..


Keesokan Pagi telah tiba dan sesuai perkataanku kemarin , Reandy pagi sekali sudah menghubungiku dan mengajak aku untuk bertemu Kristian di kediaman Reandy karena Reandy merasa jika bertemu di kediaman Kristian dia takut Kristian melakukan hal yang aneh.


Sesampainya di rumahku Reandy segera bertemu Ibu dan berpamitan , aku memberitahu Reandy bahwa jangan sampai Ibu tahu masalah Kristian. Tak lama berselang Reandy sudah beberapa kali menguatkanku. Ternyata setelah aku sampai ternyata Kristian telah sampai terlebih dahulu. Dan menunggu di ruangan keluarga


Aku merasa Kristian sangat gigih untuk bisa mendapatkanku kembali namun aku sudah membuat keputusan, apapun yang Kristian sampaikan aku sudah memutuskan bahwa aku telah memilih Reandy sebagai pasangan hidupku.


“Cinta.. maaaf kan aku kemarin , aku mohon kembali padaku “ tak kusangka dia berlutut di hadapanku


“Kris.. aku harap kamu tidak seperti ini, bangunlah aku harus berbicara denganmu dan aku tidak mau jika kita harus saling membenci, Kris.. aku mohon kepadamu lepaskan aku, aku ingin bahagia dengan Reandy , dan aku juga tidak mau jika harus bermusuhan kita bisa berteman dan aku yakin kamu akan bahagia denganwanita yang jauh lebih baik dariku.”


“Cintaa.. Aku sudah sangat sulit di tinggalkan oleh mu tiga tahun ini apa aku perlu segampang itu untuk melepasmu, aku tidak akan menyerah begitu saja, aku tidak perlu restu Orangtuaku “


“Betul .. dan apa kamu pernah berpikir bahwa orangtuaku akan merestuiku denganmu ..”


“Aku sudah bahagia dengan Reandy dan keluarga Reandy bisa menerimaku dengan sangat baik, jadi aku mohon Kris.. aku ingin bahagia bersama Reandy”


Reandy masih duduk di sampingku dengan tangan yang amat sangat dingin, dia tidak melepas tangannya dari genggaman tanganku. Mungkin keadaan itu membuat Kristian cemburu tapi aku butuh Reandy saat ini. Hingga akhirnya Reandy mulai berkata kepada Kristian


“Tuan Kris.. aku tidak pernah berusaha untuk merebut Cinta darimu, sejak pertama kali aku bertemu Cinta jauh ketika dia di bangku SMA aku telah memendam rasa Suka ini terlebih lagi setelah aku tahu dia menjalin hubungan denganmu. Perasaan ku hanya ingin Cinta bahagia apapun yang terjadi. Ternyata Tuhan berkata lain. Aku harus bertemu dengan Cinta ketika dia akan pergi menjauh darimu, begini saja jika selama satu tahun Cinta tidak bahagia denganku silahkan Anda mengejarnya kembali”


“REN... ?? Kataku penuh dengan tanda tanya dan kecewa.