
Selesai makan siang , mereka segera pergi menuju kantor . Dan Cinta masih saja terdiam begitu pun Kristian yang merasa bigung dengan sikap cinta . Hingga mereka berdua sampai di kantor dan siap menuju meja kerja masing masing . Seperti biasa Cinta selalu membawakan Kopi pada jam 2 siang .
“Cinta .. “ tatapan Kristian penuh dengan penasaran
“Apa kau sedang ada masalah ?”
“Tidak “ mengerucutkan bibir tebalnya
“Saya permisi pak “ meninggalkan Kristian
Tak lama jam pulang pun tiba , Namun Kristian sengaja sedikit agak memperlambat kerjanya , Dia ingin cinta menemuinya di ruangannya , karena Film akan di mulai pukul 06.00 Sore. Namun dari kejauhan terlihat Reandy sedang berbicara dengan Cinta dengan , Tawa mereka terlihat dari kejauhan , Hingga membuat kristian bergegas menuju meja cinta .
“Sore Reandy ..
“Mari Cinta , nanti kita bisa terlambat “ mengajak cinta untuk meninggalkan Reandy
“Sebentar pak , Saya mau merapihkan berkas saya terlebih dahulu “pinta cinta sambil merapihkan beberapa berkas
“Sudahlah , ayo bergegas “ Perintah Kristian
Segera Cinta bergegas dan mengambil handphone dan berpamitan pada Reandy.
Ketika mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil , suasana hening kembali terjadi . Hingga membuat Cinta merasa agak tidak nyaman . Namun masih dia tahan untuk tidak berbicara . Hingga akhirnya Kristian yang memulai.
“Sepertinya kamu terpaksa pergi denganku “ tanya kristian namun tetap fokus mengendarai
“Bukan seperti itu pak , aku senang dan tidak ada rasa terpaksa aku menemani bapak” di jawab Cinta dengan tundukan kepala
“Tidak sperti biasanya kamu diam seperti ini , apa aku terlalu memberimu banyak pekerjaan ?” Mencoba menggali informasi
“Tidak pak , aku hanya sedikit merasa sensitif mungkin karena hormonal , karena biasanya wanita mengalami syndrome sensitif pada saat mau PMS “ Cintapun mulai kembali mencairkan suasana
“Ohhhhhh .. aku mengerti .. karena aku memiliki kakak perempuan dan dia selalu marah tiba tiba jika sedang PMS “ kristian segera memberikan senyuman manisnya , entah mengapa jika dia bersama dengan dengan cinta dia bisa begitu melupakan Gaby bahkan terkadang dia saja lupa untuk memberi kabar.
Sampai mereka pada tempat tujuan , Kristian langsung menuju counter makanan dan membeli dua box popcorn beda rasa dan dua minuman . Sedangkan cinta , dia pamit menuju ke toilet . Ketika cinta sudah selelsai dan menghampiri Kristian dia begitu terpesona dengan apa yang Kristian lakukan, hingga membuatnya tersenyum senang . Begitupun Kristian yang meihat Cinta tersenyum seolah dunianya begitu bahagia .
Ketika mereka masuk memang situasi biskop tidak seperti weekand yang selalu padat oleh penonton. Kali ini penonton pun di dominasi oleh pasangan yang sedang kencan sepulang kerja sehingga Cinta benar benar merasakan bahwa sesungguhnya begini perasaan jika sedang berkencan di bioskop . Namun dia berfikir sejenak , ciintanya bertepuk sebelah tangan . Dia amat menyukai Kristian namun Kristian sepertinya hanya menggapnya sebagai asistennya saja. Hingga film di mulai mereka pun asik menikmati popcorn , tak terasa tangan mereka bersentuhan membuat keduanya saling melirik dan salah tingkah.
“Maaf Pak .. “ Cinta memelankan suara namun Kristian malah mendekatkan kupingnya berusaha mendengarkan apa yang Cinta katakan , Karena tentu saja jika mengeluarkan suara agak keras tidak begitu mengenakan . Sehingga membuat Cinta mendekat dan berkata kembali
“Maaf pak ,, silahkan bapak makan popcorn manisnya” deru nafas cinta begitu terdengar hingga membuat naluri lelakinya terasa . Di lihat bibir cinta yang selalu membuatnya tergoda untuk mengecupnya. Akal sehat yang kali itu masih ada membuat Kristian tak banyak berbuat apa apa dan mencoba menikmati filmnya hingga berakhir. Ketika bioskop lampu tanda menyala sudah di nyalakan mereka berdua pun turun . Dan segera pergi menuju restoran untuk makan malam . Sudah hampir sebulan ini Kristian sudah terbiasa untuk makan malam bersama Cinta , berbeda pada masa lalu , Dia jarang sekali makan malam dan selalu lebih banyak minum kopi di apartementnya.
Begitulah kedekatan mereka selama satu bulan ini , semakin lama mereka berdua sudah tidak merasa canggung . Dan sudah menjadi kebiasaan kristian jika makan malam selalu di temani Cinta.
Kedekatan Kristian dan Gaby pun semakin hari tidak seintens dahulu , Gaby yang sekarang sibuk memangani pasien pasiennya karena beliau sekarang menjadi dokter penyakit dalam full timer . Hingga membuat Kristian hanya bisa bertemu pada akhir pekan saja . Dan itupun tidak bisa lama , karena Gaby selalu mendapat telpon dari Rumah sakit , yang membuatnya harus memprioritaskan pekerjaannya . Dan Kristian amat sangat mengerti pekerjaan Gaby dan Kristian pun selalu memberitahu Gaby jika dirinya juga sangat memprioritaskan pekerjaannya . Namun perasaan Kristian terkadang memikirkan Cinta . Namun selalu dia tepis karena mungkin ini perasaan karena setiap hatri selalu bertemu dengan Cinta.
Haiii haaiiiii .. part nanti aku mulai mau buat konflik yahhh .. semoga makin menggemaskan