LOVE IN DIFFERENCE

LOVE IN DIFFERENCE
Berusaha Tegar



Seketika badannya terasa kaku ketika membaca pesan dari Kristian , Dia duduk kembali di atas nakasnya . Mencoba mencerna apa yang terjadi , hingga tak terasa bulir air mata menetes .


“Seharusnya aku tahu diri , Bahwa aku da Kristia itu amat sangat berbeda dari segala hal , dan perlakuan Krristian kepadaku karena pada dasarnya dia memiliki sifat yang baik hati”


Walaupun berat hati Cinta berusaha bangkit dan segera bersiap menuju ke kantor , kali ini dengan perasaan sedih namun sekuat hati dia tidak ingin ada orang lain yang tau termasuk Kristian , Dan dia juga berusaha untuk sebisa mungkin menghindar untuk bersama . Dia tidak ingin hatinya akan semakin hari semakin sakit .


Setibanya Cinta di kantor , Dia segera melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda , dan merapihkan berkas yang perlu Kristian tanda tangani dan menaruh di mejanya sebelum Kristian sampai di kantor . Cinta hanya menjawab kristian seperlunya jika ada pertanyaan dari Kristian dan sebisa mungkin dia tidak ingin berduaan . Hingga jam makan siang yang biasanya mereka habiskan bersama , ajakan Kristian untuk makan bersama pun di tolak oleh Cinta , dengan alasan dia sudah ada janji makan bersama team. Marketing . Memang kali itu Cinta di ajak Reandy dan team untuk makan bersama karena sudah lama sekali Cinta tidak berkmpul dengan team marketing . Tak lama dering telpon di meja kerja Cinta pun berbunyi


“Cinta …. Ayo ajak hussein “


“Baiklah .. aku akan turun ke lobby “ jawab Cinta


Sampailah mereka di restoran dan tanpa basa basi , fery si tubuh gempal langsung segera memesankan makanan .


“Cinta .. sibuk sekali belakangan ini sampai tidak pernah mampir ke ruangan kita “ ujar Hussein dengan memanjakan suara dan wajahnya.


“Kau tidak tau saja , pekerjaanku disana bahkan 3 kali lipat lebih banyak dari pekerjaan ku yang dulu , dan rasanya aku merindukan kalian semua “ melebarkan tangannya berusaha berpura pura memeluk.


“Cinta , lihat Reandy semakin jauh denganmu , hidupnya semakin berantakan “ Frans menunjuk kearah Reandy


“Kau ini … “ memukul kepala Frans


“Hahhahahhaah .. Gelak tawa menghiasi makan siang mereka


“kau tau semua ini gara gara Pak Steve “ melirik kearah Pak Steve yang sibuk memanikan Ponselnya


“Kok aku “…ujar Pak Steve sambil menujukan tangannya ke hdapan wajahnya sendiri


“Iya Pak .. semua gara gara Pak Steve , kita kehilanggan Cinta “ Reandy memasang wajah seolah marah kepadanya


Seketika perasaan Cinta yang tadi begitu berat , terasa ringan tak kala mereka bertemu dan saling bercanda , moment yang sangat Cinta rindukan . Namun belum saja makanan sampai terlihat sosok yang sangat dia kenal , ternyata tanpa sengaja Kristian dan Gaby hendak makan siang bersama . Hal yang sangat ingin Cinta hindari namun tak bisa dia hindari . Dan dia begitu terkesan melihat sosok Gaby . Wanita yang begitu anggun menggunakan dres berwarna biru dongker di padukan dengan tas berwarna senada dan juga heels yang terlihat branded , riasan make up yang digunakan bak seorang artis begitu cantik , anting dan kalung pun menambah kecantikan Gaby . Tak lama Pak Steve berdiri dan menghampiri Kristian yang kala itu berusaha mencari meja kosong .


“Siang Pak .. ternyata bapak makan kemari juga” sapa Steve


“Siang Steve .. Kemana yang lain ? “


“Disana pak ,, Jika bapak tidak keberatan bapak bisa bergabung dengan kami “ menujuk kearah meja mereka dan melihat semua tim sangat memperhatikan pak steve tak kecuali Cinta. Ajakan dari pak Steve langsung di jawab oleh Gaby.


Kristian yang kala itu memeprhatikan wajah cinta , berusaha enolak dan mencari alternatif restoran lain , namun Gaby malas untuk pindah tempat karena pada jam makan siang seperti ini , hampir seluruh restoran akan penuh . Akhirnya dengan berat hati Kristian dan Gaby pergi menghampiri mereka semua .


“Ohhh tidak… kenapa mereka berdua harus kemari “ ucapnya dalam hati


“Siang semua , maaf kami berdua akan bergabung bersama kalian “ ucap kristian


“Silahkan Pak dan Bu … eh kak …” Hussein pun segera menggeser duduknya di samping Frans dimana mereka senggaja mempersilahkan keduanya duduk namun posisi Kristian persis di samping Cinta . Membuat Cinta merasa tidak nyaman


“Ehhheheheh.. “ Fery berpura pura batuk karena melihat ada kehadiran seorang wanita dan kakinya dengan sengaja di injak oleh Hussein , pandangan mereka bertemu seolah Hussein mengirimkan kode


“Oh maaf .. aku belum memperkenalkan Gaby , Gaby adalah dokter di RS MONALISA kebetulan Dia menjadi dokter papaku . Gaby mereka semua team marketing , ini Steve , Huseein , Frans , Fery < Reandy dan Cinta . “ Kristian menunjuk satu persatu teamnya


“Haii Saya Gaby , Senang berkenalan dengan kalian semua “ sapa Gaby ramah


Tak lama hidanganpu datang dan mereka saling mensantap makan siang dengan lahap , berbeda dengan cinta yang dari tadi berusaha menelan makanannya namun terasa sangat pahit .


“Cinta , apa ikan di hadapanmu boleh untukku “pinta fery


“Silahkan saja “


“Terimakasih Cinta “


“Apa kalian berdua sudah lama berpacaran “ tanya Steve mencoba membuka obrolan


“Hampir 4 bulan ini , kami masih baru menjalin hubungan “ pertanyaan itu langsung di jawab oleh Gaby .


Mendengar ucapan itu , Cinta langsung pamit untuk ke Toliet


“Permisi saya izin ke toliet “ ujar Cinta berdiri dan segera melangkah pergi air matanya menetes , rasa panas di dalam matanya membuat air matanya tak bisa dia bendung lagi, segera ia hapus dan mencoba merapihkan wajahnya agar tidak terlihat sedih .


“Ya allah segera lah berakhir hari ini “ pinta Cinta dalam hati


Maaf yah telat Up nya .. jangan lupa di komen klo ada masukan buat aku ;)