JYANDRA

JYANDRA
pengobatan



" mulai sekarang nama panggil anda Dara " ucap Ericson


" ah ya" seru Jyandra yang kebingungan


" makan dulu, lalu pergi ke kamar ku " ucap Ericson


" iya " sahut Jyandra


Jyandra pergi makan lalu setelahnya datang ke kamar Erikson lalu memeriksanya


" duduk dengan tegak " ucap Jyandra


Ericson duduk dengan tegak dan memeriksa


" ini di akibat pertunjukan mana sihir yang pecah dan spritual tapi saya tidak yakin 100%" ucap Jyandra


" apa yang membuatmu tidak yakin ?" tanya Ericson


" karna biasanya orang yang memiliki mana sihir dan spritual secara bersamaan hidupnya tidak akan lebih dari dua puluh tahun, tapi sepertinya usia panglima sudah melebihi dua puluh tahun " ucap Jyandra


" memang benar " seru Ericson


" karna masih belum pasti, saya akan menekan mana sihir anda terlebih dahulu, karna mana sihirnya pecah bisa saja nanti bukan hanya mata tapi saraf lainnya tidak berfungsi " ucap Jyandra


" lakukan saja" seru Ericson


Jyandra menekan dada Ericson mengalirkan mana sihirnya untuk menekan mana milik Ericson, tanpa di sangka itu membuat mereka saling bertatapan lagi


" pandangan ku mulai buram, aku bisa melihat sedikit " gumam Ericson



Jyandra yang bertatapan dengan Ericson langsing memalingkan pandangannya begitu juga Ericson


" selesai, besok harus ada pemeriksaan ulang " ucap Jyandra


" baik " sahut Ericson


Jyandra keluar dengan cepat den berdiam sejenak di belakang pintu yang sudah ia tutup


" apa ini? kenapa jantung ku berdebar kencang sekali " gumam Jyandra


" ternyata dia gadis yang cantik, walau pandangan mata ku masih buram tapi kecantikannya terlihat jelas " gumam Ericson


di luar sana Arizo yang ingin melapor melihat Jyandra bertingkah seperti itu, karna merasa takut dan curiga Arizo langsung masuk kamar Ericson tanpa mengetuk


" Arizo kenapa kamu tidak mengetuk pintu ?" tanya Ericson


" ya, ada apa ?" tanya Ericson


" saya sudah mencari tahu bahwa tidak ada keluarga bangsawan yang musnah dalam satu hari dalam waktu satu minggu kebelakang kecuali… " ucap Arizo


" kecuali apa ? " tanya Ericson


" kecuali kerajaan Theodore yang musnah dalam satu hari karna ulah kerajaan kita, dan saya sudah mencaritahu keluarga kerajaan Theodore tidak memiliki seorang putri, tapi ada yang mengatakan bahwa tinggal seorang gadis cantik di istana itu yang di perlakukan seperti seorang putri " ucap Arizo


" lalu " seru Ericson


" saya tidak bisa mendapatkan lebih, karna saat saya masuk ke istana itu, semuanya hanya tinggal bangkai tidak ada satu pun orang di sana, tapi anehnya tidak ada mayat yang bergeletakan juga " ucap Arizo


" dan bagaimana dengan permaisuri? lalu raja dan bangsawan lainnya ?" tanya Ericson


" paman ada sedikit pergerakan dari paman Wijaya " ucap Arizo


" lanjut " seru Ericson


" paman Wijaya mengekspor senjata- senjata militer dengan cara ilegal " ucap Arizo


" terus kumpulkan semua bukti " seru Ericson


" baik tuan" ucap Arizo


" saya amit undur diri " ucap Arizo sambil pergi


di sisi lain terlihat Jayandra berdiri di atas atap kamarnya dengan satu kaki sambil memejamkan matanya dan menyimpan kedua tangannya di antara pusar dan dada nya


" aku tidak bisa melihat jauh "


gumam Jyandra yang kemudian pandangan matanya melihat yang terjadi dari kejauhan


" aku melihat sesuatu, rumah tinggi seorang pria tua, dan sebuah data yang tergeletak di meja, mari dengar apa yang sedang ia bicarakan " gumam Jyandra


" hahaha tidak menyangka sedikit memonopoli penasihat dapat membuat sebuah kerajaan hancur " ucap pria tua bertubuh besar itu


Jyandra sangat kesal mendengar hal itu, saat Jyandra ingin mencari tahu siapa penasehat itu, tiba- tiba Arizo datang


" apa yang sedang anda lakukan nona di atas sana ?" tanya Arizo


Jyandra langsung berhenti melacak dan menurunkan kedua tangan dan kakinya


the next bab……