JYANDRA

JYANDRA
penggal kepalanya



" ouh ternyata sang putri sudah keluar dari sangkarnya, mari kita lihat hukuman apa yang akan di berikan istana terhadap nya, hahaha mungkin saja benar tidak usah dipikirkan lagi hukuman gantung adalah yang terbaik " ucap ajudan


" lepaskan! cepat lepaskan! kenapa kalian membunuh rakyat yang tidak memiliki salah apapun " teriak Jyandra


" ha tidak memiliki salah! jelas sekali jika rajanya seorang penghianat maka seluruh isi kerajaannya adalah penghianat!" ucap ajudan


" heh penghinat! " sontak jyandra


" tidak sadar diri ya, kerajaan Theodore adalah kerajaan yang pertma kalinya mengkhianati kesepakatan " ucap ajudan


" salah! kalian salah besar! apa kalian sangat suka diam dan di jadikan budak oleh orang lain " sontak Jyandra


" apa yang kamu katakan ? " ucap ajudan


" kamu mengatakan bahwa Theodore penghianat bahkan dengan seluruh rakyatnya, lantas akan di katakan seperti apa TARGAEL yang bahkan rajanya sendiri di kendalikan orang lain, jadi termasuk semua rakyat TARGAEL juga sama dikendalikan orang lain, apa kalian sangat suka di kendalikan orang lain hah ?" sontak jyandra


" banyak omong " ucap penasihat yang baru saja datang


" datang juga si pengendali kerajaan ini " sontak Jyandra


" pegang dan penggal kepalanya " ucap penasihat


semua prajurit memegang tangan Jyandra dan menodongkan pedang dari segala arah



" lihatlah kalian semua bahkan raja saja belum memerintah dia sudah berani bertindak !!" teriak Jyandra


" benar! apa yang di katakan ya sangat benar "


" lagian sebenarnya aku tidak peduli apa yang terjadi di istana"


" benar raja juga tidak peduli dengan rakyatnya "


" sungguh ironis "


bisik para warga


" kurang ajar gadis ini !!" gumam penasihat


" raja sedang sakit dan dia secara memberikan wewenang langsung kepada saya !! " ucap penasihat


" mengapa ? pangeran mahkota masih ada!! mengapa anda yang memiliki hak ? " tanya Jyandra


" oh iya benar istana masih memiliki pangeran mahkota yang masih waras "


" tapi dia gila petang "


bisik para warga


" biarkan gadis ini melihat semua pertunjukkan ini, lalu seret ke penjara dan besok kita akan menghukum gantung dirinya" ucap penasihat


" hahahaha coba saja, apa kalian tahu apa yang akan terjadi jika darah TARGAEL menetes bersamaan dengan kebencian ke tanah " sontak Jyandra


semua orang terdiam mendengar apa yang dikatakan Jyandra


" hahaha lucu sekali melihat wajah panik kalian, saya hanya sedang bercanda " sontak Jyandra dengan tertawanya yang sangat puas


" tidak, aku salah mengambil keputusan, seret dan penggal sekarang " ucap penasihat


semua perajurit yang memegang Jyandra mendorongnya terus berjalan dan menariknya secara paksa


" berhenti! " teriak Ericson


" Oho ternyata pangeran mahkota? apa anda ingin di penggal bersamaan dengan kepala gadis tercinta anda ini ? " ucap penasihat


" apa seperti itu sikap anda terhadap bangsawan yang memiliki pangkat lebih tinggi !! " sontak Ericson


" ugh ap… apa !! gak gadis kecil itu gak dia dua- duanya brengs*k " gumam penasihat


" saya mendapat wewenang dari raja langsung " ucap penasihat


" raja hanya memerintahkan anda mengurus masalah, bukan membantah ucapan dari saya! "


sontak Ericson yang membuat penasihat itu terdiam


" saya hanya akan mengatakan nya satu kali jadi dengarkan baik- baik, gadis yang ada di depan kita tidak akan di tindak lanjutkan sebelum devisi penyidik menemukan bukti yang kuat " teriak Ericson


" ini adalah pangeran mahkota yang itu?"


" dia benar- benar tampan "


" apa dia panglima sepertinya saya pernah mendengar seseorang memanggilnya panglima "


" wah sungguh hebat dengan pangkatnya pangeran mahkota tapi masih ingin mendapatkan gelar dengan kerja kerasnya sendiri "


bisik- bisik para warga


" sungguh sial apa Arizo sudah mendapatkan bukti " gumam Ericson


the next bab see you………