JYANDRA

JYANDRA
kematian Larisa



" siapa di sana ?"


teriak pelajurit yang sedang berjaga dan menghampiri tempat Jyandra, Jyandra tidak sempat untuk melarikan diri karna di setiap sudut sudah ada pelajurit yang menyerbunya.


" gawat !" gumam Jyandra


para pelajurit tak lama berkumpul di tempat Jyandra


" kucing, hanya kucing"


" kupikir tadi melihat seseorang "


" ah makanya jangan terlalu banyak gadang"


" iya jadi ginikan"


" kucing aja di kira orang " ucap para pelajurit yang langsung bubar


" haaaa huh, untung saja kakak pernah mengajarkan saya sihir halusinasi < yang membuat seseorang halusinasi > " gumam Jyandra sambil menarik nafas panjangnya


" pertama kita harus mencari kamar penasihat " gumam Jyandra


setelah menemukan kamar penasihat Jyandra menyelinap masuk ke dalam dan menyimpan sesuatu di dalam wadah kecil di kamar penasihat


TAP TAP TAP


Jyandra yang mendengar langkah kaki langsung keluar


" siapa di sana? " ucap penasihat


" tidak ada siapa- siapa ? " ucap penasihat sambil melihat ke luar jendela


" haaa uh " Jyandra menghela nafas panjangnya


" semua data ini harus di pindahkan " ucap penasihat


" data ? data apa itu ?, apapun itu tidak ada urusannya dengan diri ku " ucap Jyandra yang terus meneruskan misinya


tak lama setelah Jyandra berjalan dia melihat satu kamar dengan bayangan seorang gadis yang sedang menari- nari dengan riang.


" ohohhoho putra mahkota ku, Ericson ku, panglima ku, dia adalah sosok idaman ku, sayangnya ibunda ratu menginginkan aku menikahi putranya Tristan si bodoh itu " ucap gadis itu


BRUK!


suara tendangan Jyandra yang menendang pintu kamar Larisa itu terdengar keras membuat gadis bernama Larisa itu terkejut dan dengan cepat bersiap membunuh Jyandra


Jyandra hanya tersenyum lalu melangkah menggunakan sihir dan dengan satu kali serangan Jyandra menusuk Larisa dengan pisau yang sudah di beri racun yang sama dengan Baginda menusuk Larisa dari belakang


" ka… ka… kamu " ucap Larisa yang kemudian matanya tertutup


" heh sampah " ucap Jyandra


" ruangan putri penasihat!"


"cepat! "


" cepat! cepat! cepat! "


teriak para pelajurit


" selamat tinggal! " ucap Jyandra sambil pergi


" putri penasihat meninghal! "


" banyak darah berserakan !"


" cepat periksa keluar i"


ucap para pelajurit


Jyandra dengan santainya menggunakan sihir pengubah wujud


" apa kamu melihat seseorang yang mencurigakan ?" tanya pelajurit pada Jyandra


" tidak! saya tidak melihat seseorang " seru Jyandra


pelajurit itu dengan bodohnya langsung percaya dan pergi mencari ke tempat lain


" jika pelajurit tadi keturunan kerajaan atau memiliki insting kuat, dia akan mencium bau mana sihir saya " gumam Jyandra


" lebih baik pulang berjalan kaki untuk sekarang, saya sangat membutuhkan udara segar " gumam Jyandra


" tenang saja raja kalian akan melemah, karna itu adalah racun yang saya buat sendiri tidak menimbulkan gejala apapun, tidak bisa di deteksi, racun yang berbentuk pil itu akan menjadi udara, jika seseorang menghirupnya tubuh mereka akan melemah secara ini adalah racun yang membuat mana sihir semakin lemah dan terus- menerus merasa lelah, tapi jika racun ini di minum atau di taburkan di atas senjata lalu di tusukkan pada seseorang, racunnya akan langsung bereaksi dengan cepat hanya perlu hitungan detik untuk menyerap energi mana sihir dan tenaga mereka " gumam Jyandra


pagi hari.


" tuan ada panggilan darurat dari istana "ucap Arizo


" putri penasihat mati karna di bunuh seseorang, dan Baginda raja menyuruh tuan untuk datang " ucap Arizo


" bawa Dara " ucap Ericson


" baik, saya mengerti " seru Arizo


" apa menurut tuan ini adalah perbuatan nona Jyandra " ucap Arizo


" siapa lagi jika bukan kucing garong itu " seru Ericson


" nona Jyandra, anda harus bangun Baginda kaisar memanggil anda ke istana " ucap Arizo


Jyandra yang sedang tidur pun terbangun dengan wajah syok nya


the next bab ……


...see you……...