
" kemari! jangan menangis " ucap Ericson sambil me lap air mata Jyandra
Jyandra tertegun dan merasa tenang, setelah itu air matanya tak mengalir terlalu deras
tak lama Ericson keluar dari kamar Jyandra meninggalkan Jyandra yang tertidur pulas
" tuan " seru Arizo
" bergerak malam ini, jangan tinggalkan bukti " ucap Ericson
" saya mengerti " seru Arizo
Jyandra terbangun dan ternyata hari sudah gelap, Jyandra mengambil pakaiannya dan pergi secara diam- diam
BRUKH!
sebuah pintu kayu yang rusak karna tendangan kaki seseorang
" Anda siapa ? " pekik pria tua itu dengan wajah takutnya
" saya adalah putri satu- satunya penghianat yang kau pertontonkan kepalanya " ucap Jyandra
" penghianat! be… berani- beraninya kamu! prajurit! prajurit!"
teriak pria tua itu namun tak ada satu pun yang menyatu di antara mereka
Jyandra menodongkan pedangnya di dekat kepala pria tua itu
" ap… apa yang kamu lakukan ?" tanya pria tua itu
" ini adalah balasan karena telah membunuh dan menghancurkan keluargaku
pria tua itu berusaha bicara dan minta tolong sambil terus mundur, namun kemarahan Jyandra sudah meluap sedari siang tadi, Jyandra menatap pria tua itu seperti Mansa yang di buru raja hutan
dengan satu gerakan Jyandra mengayunkan pedangnya lalu mengarahkan pedang itu pada kakek tua sekaligus yang membuat tempat itu berdarah
Jyandra langsung pulang melompat melalui jendela lalu menggunakan teleportasi dan kembali ke kamarnya.
" harus cepat rapihkan kembali pakaian ku, dan harus membersihkan darah yang menyelimuti pedang ku ini" gumam Jyandra
di sisi lain
tepat di saat Jyandra pergi, terlihat Arizo dengan penutup wajahnya datang ke rumah pria tua itu dengan sembunyi- sembunyi.
" ada apa ini ? apa ini sihir ? mengapa semua orang di sini tidur ?" gumam Arizo
" dan aroma dari mana ( warna sihir dan simbol dari kekuatan itu sendiri ) ini sama seperti mana yang ku cium saat di dekat Jyandra kemarin malam " gumam Arizo
" apa bahkan pria tua ini sudah mati " gumam Arizo yang langsung membuatnya kembali ke kekediaman
" tuan saya melapor " ucap Arizo
" di tempat kejadian ada sesuatu yang sangat aneh, semua prajurit dan para dayang tertidur lalu paman Widjaya sudah di bunuh " ucap Arizo
seketika Jyandra yang sedang menangis terlintas di pikiran Ericson
" selidiki kejadian ini ?" ucap Ericson
" baik, tapi mungkin saja kejadian ini bersangkutan dengan nona Jyandra " seru Arizo
" Jyandra ? apa maksud nya?" tanya Ericson
" kemarin malam terlihat nona Jyandra di atas atap, entah sedang melakukan apa, namun saat saya menghampirinya tercium aroma mana dan tanaman herbal menyatu di dekatnya, lalu tas
di di saat saya pergi ke kediaman Widjaya aroma mana yang bercampur aroma herbal itu tercium di seluruh kediaman Widjaya " seru Arizo
" selidiki terus siapa Jyandra itu ?" ucap Ericson
" baik " sahut Arizo
" pertama keluarga bangsawan yang hancur dalam satu hari dan hanya ada kerajaan Theodore yang di bantai tanpa alasan yang musnah dalam satu hari, lalu mana sihir yang berbau aroma herbal biasanya orang yang memiliki mana sihir beraroma herbal orang yang tinggal di daerah barat dan itu adalah kerajaan Theodore lalu apa sebenarnya hubungan antara Dara dan kerajaan Thedore, dan cara pengobatannya sangat hebat bagaimana mungkin mata ku sudah bisa melihat hanya dengan dua kali menekan mana "
gumam Ericson yang tanpa sadar berjalan ke arah kamar Jyandra dan langsung membuka pintu
" siapa? "
tanya Jyandra dengan waspada ke arah pintu
pandangan mata Ericson dan Jyandra saling bertemu, tapi lebihnya lagi Ericson sangat terkejut melihat Jyandra
^^^the next bab……^^^