
" itu percuma, karna tidak akan mempan bagi ku" gumam Jyandra
" sebenarnya saya tidak peduli jika kalian mati, tapi itu merugikan penghasilan saya " gumam kaisar
setelah pemberitahuan dari raja mereka memakamkan Larisa saat perjalanan pulang
BRUKK!
" maaf " seru Jyandra
" kamu? kenapa kamu terlihat familiar " ucap penasihat
" gawat! jangan sampai dia ingat kalau aku adalah putri dari Theodore " gumam Jyandra
" benar, wajah familiar ini ? di mana kita pernah bertemu ?" tanya penasihat
" di… di… kita pernah bertemu di kediaman panglima " ucap Jyandra
" yah benar setelah di imgat- ingat ternyata kamu adalah gadis songong waktu itu " seru penasihat
" hehe" Jyandra hanya tersenyum canggung
" jangan berdiri di depan saya terlalu lama atau saya akan membunuh Anda " gumam Jyandra
" minggir, berbicara dengan mu hanya menyia- nyiakan waktu ku " ucap penasihat
" haha " lagi- lagi Jyandra hanya tersenyum canggung
" pergi saja, siapa juga yang ingin berbincang- bincang dengan anda " ucap Jyandra
BRUK!!
saat Jyandra akan berbalik dia kembali menabrak seseorang
" sebenci itu anda pada penasihat " ucap Ericson.
" hah saya terkejut saya pikir Anda siapa " seru Jyandra
" sebenci itu sama penasihat " tanya Ericson
" ya begitulah " seru Jyandra
" kita pulang sekarang " ucap Ericson
" iya, tapi ngomong -ngomong dimana Arizo ?" tanya Jyandra
" pulang lebih dulu " ucap Ericson
Ericson dan Jyandra pulang bersama
" kita akan istirahat di sini " ucap Ericson
" iya, sepertinya kuda kita juga sudah kelaparan dan kelelahan" seru Jyandra
KRUKKKK!
perut Ericson berbunyi sangat kencang
" hahahahaha ternyata bukan kuda saja yang lapar " ucap Jyandra
Ericson hanya tersenyum malu sambil agak memalingkan sedikit pemandangannya
" tunggu di sini, saya akan mencari dulu sesuatu yang bisa di makan " ucap Jyandra
" apa memangnya yang bisa di makan di hutan seperti ini " seru Ericson
" umbi akar ?" tanya Ericson
"iya, umbi akar adalah tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di dalam akar, salah satu contohnya adalah ubi jalar, biasanya banyak di temukan di hutan -hutan " ucap Jyandra
Ericson hanya diam dan Jyandra langsung pergi setelah melihat Ericson
" jadi tunggu sebentar ya darah " ucap Jyandra
" gadis ini ada- ada saja " gumam Ericson
setelah beberapa lama Jyandra akhirnya kembali dengan membawa beberapa umbi akar dan kayu
" kita nyalakan api terlebih dahulu " ucap Jyandra
" apa buah ini tidak langsung di makan ?" tanya Ericson
" bisa namun itu agak keras jika tidak di bakar dan rasa manisnya kurang, tapi biasanya warga desa saya sering membakar ubi ini secara di bakar " ucap Ericson
tak selang berapa lama Jyandra sudah membakar beberapa jagung
" cobalah " ucap Jyandra
terlihat Ericson yang masih ragu- ragu untuk memakannya
" nah seperti ini cara makannya, tenang saja ini tidak beracun " ucap Jyandra
" lumayan " seru Ericson
" enakkan lumayan untuk perjalanan seperti ini " ucap Jyandra
" apa mengambil buah ini sangat jauh ?" tanya Ericson
" buah ? maksudnya ubi " seru Jyandra
" iya " ucap Ericson
" tidak terlalu jauh si, memangnya kenapa " seru Jyandra
" kamu mengambil buah ini sangat lama" ucap Ericson
" ah maaf, kan buahnya kotor, pas pulang kebetulan lihat sungai, jadi saya cuci dulu ubinya sekalian " seru Jyandra
mereka duduk istirahat, lalu Jyandra melihat ke arah Ericson
" hahaha " Jyandra tertawa sangat puas saat melihat Ericson
" kenapa ?" tanya Ericson
" ti…tidak haha… maaf, maaf saya hanya merasa lucu melihat wajah anda " seru Jyandra
" ada apa di wajah saya?" tanya Ericson
" kemari, nah sudah " seru Jyandra sambil menghapus noda hitam di wajah Ericson
pandangan mata mereka salin bertemu dan tersenyum secara bersamaan
" haha saya tidak pernah berpikir istirahat sejenak akan membuat saya sangat bahagia " ucap Ericson
" benarkah, jika begitu lain kali kita pergi ke rumah saya, di sana banyak tumbuhan herbal dan tanaman unik lainnya " seru Jyandra sambil tersenyum
the next bab……