JYANDRA

JYANDRA
hanya berdua



" itu percuma, karna tidak akan mempan bagi ku" gumam Jyandra


" sebenarnya saya tidak peduli jika kalian mati, tapi itu merugikan penghasilan saya " gumam kaisar


setelah pemberitahuan dari raja mereka memakamkan Larisa saat perjalanan pulang


BRUKK!


" maaf " seru Jyandra


" kamu? kenapa kamu terlihat familiar " ucap penasihat


" gawat! jangan sampai dia ingat kalau aku adalah putri dari Theodore " gumam Jyandra


" benar, wajah familiar ini ? di mana kita pernah bertemu ?" tanya penasihat


" di… di… kita pernah bertemu di kediaman panglima " ucap Jyandra


" yah benar setelah di imgat- ingat ternyata kamu adalah gadis songong waktu itu " seru penasihat


" hehe" Jyandra hanya tersenyum canggung


" jangan berdiri di depan saya terlalu lama atau saya akan membunuh Anda " gumam Jyandra


" minggir, berbicara dengan mu hanya menyia- nyiakan waktu ku " ucap penasihat


" haha " lagi- lagi Jyandra hanya tersenyum canggung


" pergi saja, siapa juga yang ingin berbincang- bincang dengan anda " ucap Jyandra


BRUK!!


saat Jyandra akan berbalik dia kembali menabrak seseorang


" sebenci itu anda pada penasihat " ucap Ericson.


" hah saya terkejut saya pikir Anda siapa " seru Jyandra


" sebenci itu sama penasihat " tanya Ericson


" ya begitulah " seru Jyandra


" kita pulang sekarang " ucap Ericson


" iya, tapi ngomong -ngomong dimana Arizo ?" tanya Jyandra


" pulang lebih dulu " ucap Ericson


Ericson dan Jyandra pulang bersama


" kita akan istirahat di sini " ucap Ericson


" iya, sepertinya kuda kita juga sudah kelaparan dan kelelahan" seru Jyandra


KRUKKKK!


perut Ericson berbunyi sangat kencang


" hahahahaha ternyata bukan kuda saja yang lapar " ucap Jyandra


Ericson hanya tersenyum malu sambil agak memalingkan sedikit pemandangannya


" tunggu di sini, saya akan mencari dulu sesuatu yang bisa di makan " ucap Jyandra


" apa memangnya yang bisa di makan di hutan seperti ini " seru Ericson


" umbi akar ?" tanya Ericson


"iya, umbi akar adalah tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di dalam akar, salah satu contohnya adalah ubi jalar, biasanya banyak di temukan di hutan -hutan " ucap Jyandra


Ericson hanya diam dan Jyandra langsung pergi setelah melihat Ericson


" jadi tunggu sebentar ya darah " ucap Jyandra


" gadis ini ada- ada saja " gumam Ericson


setelah beberapa lama Jyandra akhirnya kembali dengan membawa beberapa umbi akar dan kayu


" kita nyalakan api terlebih dahulu " ucap Jyandra


" apa buah ini tidak langsung di makan ?" tanya Ericson


" bisa namun itu agak keras jika tidak di bakar dan rasa manisnya kurang, tapi biasanya warga desa saya sering membakar ubi ini secara di bakar " ucap Ericson


tak selang berapa lama Jyandra sudah membakar beberapa jagung


" cobalah " ucap Jyandra


terlihat Ericson yang masih ragu- ragu untuk memakannya


" nah seperti ini cara makannya, tenang saja ini tidak beracun " ucap Jyandra


" lumayan " seru Ericson


" enakkan lumayan untuk perjalanan seperti ini " ucap Jyandra


" apa mengambil buah ini sangat jauh ?" tanya Ericson


" buah ? maksudnya ubi " seru Jyandra


" iya " ucap Ericson


" tidak terlalu jauh si, memangnya kenapa " seru Jyandra


" kamu mengambil buah ini sangat lama" ucap Ericson


" ah maaf, kan buahnya kotor, pas pulang kebetulan lihat sungai, jadi saya cuci dulu ubinya sekalian " seru Jyandra


mereka duduk istirahat, lalu Jyandra melihat ke arah Ericson


" hahaha " Jyandra tertawa sangat puas saat melihat Ericson


" kenapa ?" tanya Ericson


" ti…tidak haha… maaf, maaf saya hanya merasa lucu melihat wajah anda " seru Jyandra


" ada apa di wajah saya?" tanya Ericson


" kemari, nah sudah " seru Jyandra sambil menghapus noda hitam di wajah Ericson



pandangan mata mereka salin bertemu dan tersenyum secara bersamaan


" haha saya tidak pernah berpikir istirahat sejenak akan membuat saya sangat bahagia " ucap Ericson


" benarkah, jika begitu lain kali kita pergi ke rumah saya, di sana banyak tumbuhan herbal dan tanaman unik lainnya " seru Jyandra sambil tersenyum


the next bab……