JYANDRA

JYANDRA
bekas luka



" apa ada seseorang yang keluar ?" tanya Ericson


" tidak " sahut dayang


" kalian boleh pergi " ucap Ericson


" baik " sahut dayang


Ericson masuk kedalam namun siapa sangka baru masuk saja sudah mendapatkan serangan


" tidak sopan !" ucap Jyandra


Ericson langsung menyerang balik Jyandra, perkelahian dari awal pintu masuk hingga bak mandi, Jyandra masih menggunakan sehelai kain yang tadi. [ kalian pasti berpikir serangannya adalah cium*n ]


tanpa sengaja Ericson menarik sehelai kain yang di gunakan Jyandra sehingga Jyandra berdiri tanpa sehelai pakaian.


karna tarikan kainnya membuat tubuh Jyandra yang telanj*Ng itu memutar, Ericson yang melihat bekas pedang di punggung Jyandra malah menyentuh bekas luka itu dari pada berbalik.


" kapan anda mendapatkan luka ini ?" tanya Ericson


Jyandra dengan cepat menarik tirai putih di pinggir bak mandi dan dengan cepat langsung menutupi tubuhnya.


" tidak sopan " ucap Jyandra


" bukankah kamu mendaftar untuk menjadi pelayan kamar! lakukan sekarang!" ucap Ericson


" sa… sa… saya… " seru Jyandra


" saya hanya bercanda " ucap Ericson


" mana ada orang bercanda dengan wajah tanpa ekspresi dan nada bicara yang seperti itu?" seru Jyandra


" kapan mendapatkan bekas luka itu" tanya Ericson


" saat pestival " seru Jyandra


" bisakah tuan pergi keluar saya ingin mengenakan pakaian terlebih dahulu " ucap Jyandra


Ericson pun pergi keluar dari ruangan yang sama dengan Jyandra itu, tak lama Jyandra keluar dengan pakaian nya.


mereka berjalan keluar bersama lalu Jyandra melihat seorang pelayan yang di bully pelayan lainnya.


tanpa bertanya pada Ericson Jyandra langsung menolong dayang yang sedang di bully itu lalu membalikkan serangan pada dayang lainnya.


dayang itu dengan bodohnya malah menyerang Jyandra dengan tali tambang, alhasil Jyandra menarik tali tambang itu dan langsung menggantung dayang itu di jemuran pakaian


" apa anda baik- baik saja " ucap Jyandra


" haha panggil saja saya Jyandra tidak usah sungkan " ucap Jyandra


" iya nona Jyandra " seru dayang itu


" kedepannya jika kamu bersalah kamu boleh diam jika orang lain mengintimidasi mu namun jika kamu tidak bersalah kamu harus melawan " ucap Jyandra sambil pergi


" iya nona, terimakasih "seru dayang


" apa anda mengenalnya ?" tanya Ericson


" tidak " seru Jyandra


" mengapa anda menyelamatkannya, jika anda tidak mengenalnya bukankah itu hanya akan membuat anda memiliki banyak musuh apa anda tidak merasa takut " ucap Ericson


" saya tidak harus takut! mengapa harus takut! jika saya tidak melakukan kesalahan " seru Jyandra


" apa membunuh seseorang bukan kesalahan ?". ucap Ericson


" darah harus di bayar darah dan nyawa harus di bayar nyawa " seru Jyandra


" benar saja dia datang untuk balas dendam " gumam Ericson


" mengapa anda harus membantu seorang dayang ?" ucap Ericson


" dulu keluarga saya selalu mengajarkan kepada saya bahwa kita sebagai pemimpin tidak boleh melihat dari segi pangkat, sosial, umur, jenis, dan hal lainnya, kita harus bisa adil dan membela apa yang benar lalu menghakimi yang salah " seru Jyandra


" pantas saja warga yang berada di bawah naungan Theodore selalu tersenyum karna seorang raja pun turun hanya untuk melihat kondisi rakyat, tidak seperti TARGAEL yang bahkan memaksa anaknya untuk menjadi sempurna, bahkan membunuh istrinya untuk menjadikan selir permaisuri " gumam Ericson


" lalu dulu ayahanda pernah berkata tanpa seorang rakyat raja bukanlah raja, jadi jangan merendahkan rakyat karna seorang raja bukanlah raja jika mereka tidak memiliki rakyat " ucap Jyandra yang tiba- tiba bicara


Ericson sangat tertegun lalu melihat ke arah Jyandra dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan, Jyandra menoleh hingga tatapan mata mereka bertemu


" apa ada sesuatu di wajah saya ?" tanya Jyandra


" tidak ada " seru Ericson


" mengapa tuan memandang saya seperti itu ? saya merasa sedikit kurang nyaman dengan tatapan anda " ucap Jyandra


" saya merasa anda bukan hanya bangsawan biasa, anda seperti seorang putri " ucap Ericson


" haha saya ? putri ?"


seru Jyandra dengan bibirnya yang tersenyum sangat lebar hingga membuat gigi nya terlihat


the next bab……