JYANDRA

JYANDRA
assasin



" haha saya tidak pernah berpikir istirahat sejenak akan membuat saya sangat bahagia " ucap Ericson


" benarkah, jika begitu lain kali kita pergi ke rumah saya, di sana banyak tumbuhan herbal dan tanaman unik lainnya " seru Jyandra sambil tersenyum


" memangnya dimana rumah anda Dara ?" tanya Ericsson


" sa… sa… saya lupa kalau sekarang saya tidak memiliki rumah " seru jyandra


SREETT!


sebuah anak panah tertancap tepat di hadapan mereka dan membuat kuda kaget dan berlari pergi


Jyandra dan Ericsson langsung waspada terhadap daerah sekitar, pandangan matanya terus melihat sekeliling tak lama sekelompok orang berpakaian hitam dengan penutup di wajahnya datang menyergap Jyandra dan Ericsson.


Ericsson Dan Jyandra menyerang perlawanan terhadap mereka.


SREEEETT!


sebuah anak panah meluncur lagi di dekat mereka.


" hati-hati masih ada beberapa yang masih bersembunyi " ucap Ericsson


" iya " sahut Jyandra


" dan Mungkin saja mereka sebenarnya mengincar saya " gumam Ericsson


Ericsson Dan Jyandra saling membelakangi satu sama lain dan menyerang musuh hingga mereka terjatuh, dan masih tersisa orang orang yang bersembunyi.


BUGH! BUGH!


perkelahian terus berlanjut dengan jarak dekat, namun kini musuh menggunakan senjata berjenis pisau kecil.


SSREEET!


lengan baju Jyandra sobek terkena pisau yang di arahkan para assassin, Jyandra dengan reflek memegang tangan yang mengenai lengannya


Ericson menarik kedua tangan Jyandra


" a… ada apa ?" tanya Jyandra


Ericsson melempar Jyandra sambil memegang kedua tangan Jyandra dan membuat mereka saling berpandangan, dan musuh terjatuh karena tendangan kaki dari Jyandra.


setelah perkelahian itu, Ericsson langsung memberikan pertanyaan kepada para assassin itu


" siapa yang menyuruh kalian ?" tanya Ericsson


semua assassin itu diam sekali lagi Ericsson memberikan pertanyaan kepada para assassin itu.


" saya tidak suka mengulangi perkataan yang sama " ucap Ericsson


tetap saja para assassin itu diam


" apa kalian sudah bosan hidup ?" tanya Ericsson sambil menarik dan menodongkan pedang pada assassin itu


" pe… pe pe…… " sahut salah assassin itu yang kemudian mati


Ericson langsung melihat ke arah Jyandra dan terlihat Jyandra yang kesakitan dan sudah mulai hilang kesadarannya.


" kenapa ?" tanya Ericson


" se… sepertinya pi… pisau yang di gu… gunakan assassin it… itu sud… sudah di oles racun " seru Jyandra


Ericson dengan cepat melihat lengan Jyandra dan merobek pakaian lalu mengikatkannya di tangan Jyandra


" tenang racunnya sudah di netral kan, hanya tinggal efeknya saja " seru Jyandra


" lebih baik kita mencari tempat yang aman dulu " ucap Ericson


" ya " seru Jyandra


Ericson membungkuk di depan Jyandra


" naik " ucap Ericson


" hah apa " seru Jyandra


" naik " ucap Ericson


" tidak perlu saya bisa jalan" seru Jyandra


" jika bisa jalan sendiri silahkan " ucap Ericson sambil berdiri lalu berjalan dengan cepat


Jyandra mengikuti Ericson dari belakang namun langkah kaki Ericson terlalu panjang Jyandra yang kesakitan tidak bisa mengejar Ericson


" yakin masih mau jalan sendiri ?" ucap


Ericson


" iya " seru Jyandra


" padahal lebih baik saya gendong " ucap Ericson


" maaf saya hanya merasa tidak enak sayakan hanya dayang masa mau di gendong tuannya" seru Jyandra


Aaaahhh


teriak Jyandra yang tiba- tiba di gendong Ericson


" Dara anda harus ingat, anda bukan dayang dari kediaman panglima " ucap Ericson


" ta… tapi tetap saja saya hanya bawahan " seru Jyandra


" tidak kita sejajar saya pangeran mahkota dan anda adalah putri kesayangan raja " ucap Ericson


" jika memandang dari segi itu iya" seru Jyandra


" ah tidak! tidak " sontak Jyandra kemudian


bersambung……… the next bab see you……