JYANDRA

JYANDRA
tabrakan bibir



" saya akan mengambilkan dulu kain dan air, tunggu sebentar " ucap Ericson sambil pergi


namun Jyandra menarik tangan Ericson dan membuat Ericson terjatuh di atas dirinya yang membuat bibir mereka bertabrakan.


sentuhan lembut bibir membuat kedua kelopak mata Jyandra terbuka lebar dengan cepat Ericson bangun namun karna tendangan kaki Jyandra Ericson kembali mencium bibir Jyandra


[mungkin ciuman singkat kurang Memuaska😅]



" hmmm " seru Jyandra


Ericson dengan cepat bangun dan memanggil dayang


" dayang!" teriak Ericson


" saya menghadap tuan "


seru seorang dayang yang terlihat gemetar.


" bawakan kemari air dan kain " ucap Ericson


" baik " sahut pelayan


tak lama pelayan itu kembali membawa wajan yang berisi air dan kain lalu kembali


Ericson mengompres Jyandra lalu setelah Jyandra tertidur Ericson pergi berlatih pedang. seperti biasanya


" saya tidak bisa fokus " ucap Ericson


" otak sial*n mengapa terus terpikirkan hal itu terus menerus" ucap Ericson


Ericson yang merasa tak pokus pun kembali ke ruang kerjanya


" Arizo siapkan data yang harus di kerjakan hari ini " ucap Ericson


" baik " sahut Arizo


namun setelah Arizo memeriksa tidak ada data yang harus di kerjakan semua datanya sudah di kerjakan.


" lapor tuan maaf semua data nya sudah di kerjakan semalam, tidak ada pekerjaan untuk hari ini " seru Arizo


" siapkan air dingin untuk berendam " ucap Ericson


" baik " sahut Arizo


Ericson pergi berendam namun siapa sangka Jyandra yang masih sakit dengan tidak sadar berjalan ke tempat dimana Ericson berendam.


Ericson yang mendengar suara langkah kaki pun dengan cepat berdiri [ ya karna kan berendam nya pakai celana ya guys ya ] dan melihat ke arah pintu tanpa di sangka ternyata yang masuk adalah Jyandra yang setengah sadar.


" air! air! panas! panas! " deru Jyandra


Ericson pun bingung harus berbuat apa


Jyandra masuk ke kolam dan berendam lalu dengan perlahan membuka pakaiannya satu persatu, walau sudah melihat Jyandra yang hanya menggunakan sehelai kain yang menutupi dirinya Ericson masih tetap saja tidak mengeluarkan ekspresi apapun.


" jaga kamar mandi ini! jangan biarkan siapapun masuk !" ucap Ericson


" baik tuan !" seru dua dayang


Ericson pergi mengganti pakaiannya lalu mulai menyusun rencana


" saya melapor tuan !" seru Arizo


" bagaimana ?" tanya Ericson


" saya menemukan ajudan dari kekaisaran telah menggelapkan dana dan mempekerjakan secara paksa warga yang tidak mampu " seru Arizo


Ericson menulis laporan yang di berikan Arizo


" pada tanggal berapa ajudan menggelapkan dananya ? tempat ? dan bersama siapa ?" ucap Ericson


" pada tanggal xx di bagian barat istana TARGAEL berdekatan dengan perbatasan Cyberaya, jika saya tidak salah ajudan pergi bersama beberapa orang penasihat " seru Arizo


Ericson menulis data dengan sangat rinci


" bagaimana dengan Theodore ?" ucap Ericson


" tuan tidak perlu khawatir meski mereka semua hanya rakyat sepertinya mereka cukup kuat dan mereka berlatih beberapa ilmu pertahanan diri dan satu hal lagi yang membuat saya sangat terkejut di Thedore ada seorang alkemis " seru Arizo


" kendor kan penjagaan biarkan mereka berhasil masuk kemari " ucap Ericson


" tapi…… jika seperti itu… " Seru Arizo


" untuk mendapatkan hasil yang bagus kita juga harus membuat langkah lebih berbahaya" ucap Ericson


" baik saya faham " seru Arizo


Ericson menyalin semua data yang di berikan Arizo Ericson sepertinya melupakan sesuatu


" Kenapa terasa janggal " gumam Ericson


" Dara! apa dia masih di kolam "


ucap Ericson, Ericson berjalan ke arah kamar mandi


" apa ada seseorang yang keluar ?" tanya Ericson


" tidak " sahut dayang


" kalian boleh pergi " ucap Ericson


" baik " sahut dayang


Ericson masuk kedalam namun siapa sangka baru masuk saja sudah mendapatkan serangan yang begitu tiba- tiba dari Jyandra


see you…… the next bab ………