
" ceroboh,bagaimana mungkin dia akan lolos dalam te ini"
" benar memegang Kalam saja sampai terjatuh"
bisik- bisik gadis lainnya
" bagaimana ini? kenapa harus pelayan kamar? tapi mau bagaimana lagi kita lakukan saja" gumam Jyandra
di dalam perlombaan ini di pantau oleh kesatria panglima yang selalu di sisinya
Arya Hardi Arizo : orang kepercayaan panglima, karna tatapan matanya yang tajam bisa membaca situasi hanya dengan satu kali melihat
" perhatikan baik -baik tulisan ini, tulis dalam waktu lima menit"ucap Arizo , menuju pada tulisan yang di tulis di atas kain putih
" menulis tulisan yang itu, hanya lima menit, mudah"
" benar bahkan aku bisa melakukannya hanya dalam waktu dua menit"
bisik- bisik para gadis
" perhatikan, dalam hitungan ke tiga lembaran kain ini akan di tutup, satu dua ti…ga" ucap Arizo
berapa dari mereka kebingungan dan harus menulis apa Jyandra yang sudah bertekad ingin masuk menyelesaikannya dalam waktu satu menit
Arizo memperhatikan semuanya dan dia melihat Jyandra, sangat terpaku saat melihatnya ketenangan ke anggunan ke elegan nya tak lepas dari dirinya
" waktunya habis, kumpulkan semuanya " ucap Arizo
...semuanya mengumpulkan tulisan yang mereka tulis masing- masing hanya sepuluh orang yang lulus di tes awal ini....
" Sukma, Jyandra, Devi, BLA, BLA, BLA, jika nama kalian termasuk di dalamnya masuklah ke ruang teh " ucap Arizo
Jyandra masuk ke dalam dan tes uji membuat teh mulai, semua orang berdiri di lapangan yang panas lalu Arizo datang dan menyuruhnya membuat teh
" haa uh, mari kita mulai demi balas dendam" gumam Jyandra
tak lama lomba membuat teh selesai dan hanya dua orang dari sepuluh yang gugur
" saya pikir ini akan bertambah sulit, tapi tes nya makin mudah" gumam Jyandra
semua peserta selalu berisik mengoceh namun Jyandra selalu menunjukan sikap seorang putrinya walau ia sendiri tak sadar akan kelakuannya sendiri
" lomba selanjutnya adalah latihan pedang, pergilah ke ruang latihan kesatria" ucap Arno
seperti sebelumnya semua peserta sudah berkumpul terlebih dahulu dan Arizo melaporkan hasil tes ujiannya pada panglima
di pertandingan terakhir ini panglima hadir di perlombaan
" apa itu panglima?"
" dia sangat tampan"
"pantas saja dia di sebut seni terindah di kerajaan" bisik- bisik para peserta
" matanya buta" gumam Jyandra
"mari kita mulai dengan pertandingan antar grup, kita akan membagi dua dari kalian " ucap Arizo
tak lama pertandingan antar grup sudah berakhir kini tinggal satu lawan satu
dari semua yang ada Sukma yang terkuat hingga tiba saat Sukma satu lawan satu dengan Jyandra
Sukma melawan Jyandra namun Jyandra hanya menghindar dan tak melawan
" gerakannya sangat rapi" gumam Ericson
" tuan yang ini…" ucap Arizo
" bawa yang itu ke kamar saya" ucap Ericson
" baik pangeran mahkota" sahut Arizo
" panglima, jangan sampai orang luar tahu bahwa pangeran mahkota dan panglima perang orang yang sama" ucap Ericson
" baik " sahut Arizo
" mari ikut saya" ucap Arizo
Arizo membawa pergi Jyandra ke kamar Ericson
Jyandra berdiam menunggu kedatangan Ericson, tak lama Ericson masuk ke kamarnya
" saya menghadap pada tuan panglima, yang kuasa" ucap Jyandra
" bantu saya siapkan…" ucap Ericson
Jyandra dengan perlahan membuka baju nya
" apa yang sedang anda lakukan?" tanya Ericson
" mempersiapkan" seru Jyandra
" saya menyuruhmu menyiapkan alat tulis, bukan diri anda" ucap Ericson
Jyandra kembali mengikat kembali tali pakaian yang ia lepas
^^^the next bab…^^^
...----------------...
see you next time… salam author