JYANDRA

JYANDRA
panggilan dari istana



" apa menurut tuan ini adalah perbuatan nona Jyandra " ucap Arizo


" siapa lagi jika bukan kucing garong itu " seru Ericson


" nona Jyandra, anda harus bangun Baginda kaisar memanggil anda ke istana " ucap Arizo


Jyandra yang sedang tidur pun terbangun dengan wajah syok nya, dengan cepat Jyandra pergi keluar dengan pakaian dan rambut yang masih acak- acakan


" iya, bersama panglima, bersama saya juga " seru Arizo


seketika ekspresi Jyandra menjadi lega


" ah baiklah " seru Jyandra


setelah Jyandra bersiap dia pergi keluar tanpa di sangka Ericson dan Arizo sudah di depan pintu kamarnya


" ap… sungguh membuat saya terkejut " ucap Jyandra


" gunakan baju yang ini " ucap Ericson


" hah " Jyandra hanya terdiam kebingungan


" gunakan " ucap Ericson


" tapi kenapa ?" tanya Jyandra


" gunakan saja" ucap Ericson


" baik " seru Jyandra


Jyandra selesai berpakaian ia sedang mengikat pakaiannya namun Ericson masuk


" ke… kenapa tuan masuk, saya belum selesai" ucap Jyandra


" kenapa anda malu? bukankah Anda pernah telanjang bulat di depan saya, kenapa anda malu " ucap Ericson tanpa ekspresi


" itu cerita yang lain " seru Jyandra


Jyandra duduk di depan cermin dan Ericson berdiri di belakang Jyandra memperhatikan Jyandra dari belakang



" bagus!" ucap Ericson sambil keluar dari kamar


" aneh! orang aneh !" gumam Jyandra


Jyandra yang selesai berpakaian pun pergi ke luar dan mereka berangkat bersama mengunakan kuda masing- masing


" sebenarnya ada apa? kenapa tiba- tiba ke istana? " tanay jyandra


" putri penasihat telah di bunuh " ucap Ericson


" ada kemungkinan pihak istana sedang mencari siapa pembunuhnya " ucap Arizo


" apa?! " sontak Jyandra


" kenapa anda berekspresi seperti itu ?" tanya Ericson


" tidak haha…… bukanya putri penasihat itu gadis yang kemarin…… " ucap Jyandra


" darimana kamu tahu ?" tanya Ericson


" Arizo " seru Jyandra


Ericson menatap Arizo, lalu Arizo hanya memalingkan wajahnya dan tersenyum


" panglima tiba " teriak pelajurit


" buka gerbangnya " teriak pelajurit lainnya


Ericson dan dua dedemit yang mengikutinya masuk gerbang istana


" Anda bisa terus masuk kedalam, saya akan menyimpan kuda anda " ucap pelajurit


" baik " seru Ericson


semuanya turun dari kuda dan mulai berjalan kaki dari gerbang menuju ke tempat semua orang berkumpul.


" panglima tiba!" ucap pelajurit


" salam pada yang mulia kaisar dari tiang kekaisaran PANGLIMA ERICSON " ucap Ericson


" bangun, silahkan duduk di kursi anda" seru raja


Ericson berjalan menuju tempat duduknya dan di ikuti dua dedemit di sampingnya


" duduk di sini " ucap Ericson pada Jyandra


" hah saya " seru Jyandra sambil menunjuk dirinya sendiri


" iya " ucap Ericson


Jyandra langsung duduk di samping Ericson walau dia merasa agak bingung


" tuan tidak adil " ucap Arizo


" kamu laki- laki " seru Ericson


" apa? padahal saya lebih lama daripada nona Jyandra " gumam Arizo


" kalian semua pasti sudah mendengar kabarnya " ucap kaisar


" iya "


" kabar apa? "


" saya tidak mendengar kabar apa- apa"


" kabar meninggalnya putri penasihat "


ucap para petinggi yang mulai membuat kebisingan, serentak menjawab iya dan serentaknya tidak mengetahui kabar berita itu


" diam!" ucap raja semuanya menjadi diam seketika suasananya menjadi sepi


" sepertinya kerajaan kita sedang di teror " ucap raja


" teror ? maaf Baginda memangnya ada teror apa di istana ? " tanya petingi


" teror pembunuhan, pertama kematian Widjaya lalu pedagang antar istana dan sekarang putri penasihat " ucap raja


" apa? jadi Putri penasihat telah di bunuh " ucap seorang petinggi


" benar! kalian harus memperketat penjagaan kalian" ucap raja


" itu percuma, karna tidak akan mempan bagi ku" gumam Jyandra


" sebenarnya saya tidak peduli jika kalian mati, tapi itu merugikan penghasilan saya " gumam kaisar


^^^the next bab………^^^