
" apa menurut tuan ini adalah perbuatan nona Jyandra " ucap Arizo
" siapa lagi jika bukan kucing garong itu " seru Ericson
" nona Jyandra, anda harus bangun Baginda kaisar memanggil anda ke istana " ucap Arizo
Jyandra yang sedang tidur pun terbangun dengan wajah syok nya, dengan cepat Jyandra pergi keluar dengan pakaian dan rambut yang masih acak- acakan
" iya, bersama panglima, bersama saya juga " seru Arizo
seketika ekspresi Jyandra menjadi lega
" ah baiklah " seru Jyandra
setelah Jyandra bersiap dia pergi keluar tanpa di sangka Ericson dan Arizo sudah di depan pintu kamarnya
" ap… sungguh membuat saya terkejut " ucap Jyandra
" gunakan baju yang ini " ucap Ericson
" hah " Jyandra hanya terdiam kebingungan
" gunakan " ucap Ericson
" tapi kenapa ?" tanya Jyandra
" gunakan saja" ucap Ericson
" baik " seru Jyandra
Jyandra selesai berpakaian ia sedang mengikat pakaiannya namun Ericson masuk
" ke… kenapa tuan masuk, saya belum selesai" ucap Jyandra
" kenapa anda malu? bukankah Anda pernah telanjang bulat di depan saya, kenapa anda malu " ucap Ericson tanpa ekspresi
" itu cerita yang lain " seru Jyandra
Jyandra duduk di depan cermin dan Ericson berdiri di belakang Jyandra memperhatikan Jyandra dari belakang
" bagus!" ucap Ericson sambil keluar dari kamar
" aneh! orang aneh !" gumam Jyandra
Jyandra yang selesai berpakaian pun pergi ke luar dan mereka berangkat bersama mengunakan kuda masing- masing
" sebenarnya ada apa? kenapa tiba- tiba ke istana? " tanay jyandra
" putri penasihat telah di bunuh " ucap Ericson
" ada kemungkinan pihak istana sedang mencari siapa pembunuhnya " ucap Arizo
" apa?! " sontak Jyandra
" kenapa anda berekspresi seperti itu ?" tanya Ericson
" tidak haha…… bukanya putri penasihat itu gadis yang kemarin…… " ucap Jyandra
" darimana kamu tahu ?" tanya Ericson
" Arizo " seru Jyandra
Ericson menatap Arizo, lalu Arizo hanya memalingkan wajahnya dan tersenyum
" panglima tiba " teriak pelajurit
" buka gerbangnya " teriak pelajurit lainnya
Ericson dan dua dedemit yang mengikutinya masuk gerbang istana
" Anda bisa terus masuk kedalam, saya akan menyimpan kuda anda " ucap pelajurit
" baik " seru Ericson
semuanya turun dari kuda dan mulai berjalan kaki dari gerbang menuju ke tempat semua orang berkumpul.
" panglima tiba!" ucap pelajurit
" salam pada yang mulia kaisar dari tiang kekaisaran PANGLIMA ERICSON " ucap Ericson
" bangun, silahkan duduk di kursi anda" seru raja
Ericson berjalan menuju tempat duduknya dan di ikuti dua dedemit di sampingnya
" duduk di sini " ucap Ericson pada Jyandra
" hah saya " seru Jyandra sambil menunjuk dirinya sendiri
" iya " ucap Ericson
Jyandra langsung duduk di samping Ericson walau dia merasa agak bingung
" tuan tidak adil " ucap Arizo
" kamu laki- laki " seru Ericson
" apa? padahal saya lebih lama daripada nona Jyandra " gumam Arizo
" kalian semua pasti sudah mendengar kabarnya " ucap kaisar
" iya "
" kabar apa? "
" saya tidak mendengar kabar apa- apa"
" kabar meninggalnya putri penasihat "
ucap para petinggi yang mulai membuat kebisingan, serentak menjawab iya dan serentaknya tidak mengetahui kabar berita itu
" diam!" ucap raja semuanya menjadi diam seketika suasananya menjadi sepi
" sepertinya kerajaan kita sedang di teror " ucap raja
" teror ? maaf Baginda memangnya ada teror apa di istana ? " tanya petingi
" teror pembunuhan, pertama kematian Widjaya lalu pedagang antar istana dan sekarang putri penasihat " ucap raja
" apa? jadi Putri penasihat telah di bunuh " ucap seorang petinggi
" benar! kalian harus memperketat penjagaan kalian" ucap raja
" itu percuma, karna tidak akan mempan bagi ku" gumam Jyandra
" sebenarnya saya tidak peduli jika kalian mati, tapi itu merugikan penghasilan saya " gumam kaisar
^^^the next bab………^^^