
" sungguh sial apa Arizo sudah mendapatkan bukti " gumam Ericson
Jyandra di seret ke penjara sedangkan Ericson menyaksikan pertunjukan tidak labil itu dengan wajah tenang namun di balik wajah tenang itu tertulis seribu kekhawatiran nya terhadap Jyandra
di dalam penjara Jyandra bersandar dengan seribu ekspresi yang tidak bisa di jelaskan
" saya sudah tidak memiliki apapun lagi di dunia ini, untuk apa saya hidup! saya tidak punya rumah untuk pulang, seseorang untuk berbagi cerita " gumam Jyandra
setelah pertunjukan tidak bermoral itu selesai para petinggi kerajaan mengadakan rapat atas keputusan dan tindakan Jyandra sedangkan para rakyat melanjutkan aktivitasnya masing- masing
" bagaiman keputusan kalian ? "
" dia memang bersalah atas kebohongannya, namun untuk tujuannya itu saya kurang setuju "
" lantas mau bagaimana sekarang "
di pertemuan itu semua orang sangat bising mengajukan pendapat mereka masing- masing dan Ericson hanya duduk memperhatikan dari kursi nya.
" mari tanah keputusan pangeran mahkota "
" benar ! mau bagaimana juga kita membutuhkan pendapat pangeran mahkota "
" dia adalah orang dekat pangeran, itu tidak mungkin! pangeran bersikap adil lah "
seru para petinggi
" hitung pendapat kalian " ucap Ericson
" hitung pendapat " tanya petinggi
" iya, hitung pendapat yang setuju dan tidak " ucap Ericson
beberapa saat kemudian keputusan telah di ambil
" saya harus bagaimana ? " gumam Ericson yang baru saja keluar dari ruang rapat
dua hari kemudian……
semua rakyat berkumpul, di tengah keramaian itu kereta kayu dari penjara datang membawa Jyandra
" keputusan sudah di ambil "
Jyandra tidak mengeluarkan sedikit pun ekspresi, kepalanya sudah di simpan di atas tempat penggalan itu, alat penggalan itu sudah di tutup dari atas, terlihat jyandra tidak peduli da sudah menutupkan matanya
Algojo sudah mengangkat tangannya, hanya tinggal mengayunkan tangannya namun di saat Algojo itu mengayunkan tangannya teriakan seseorang menggantikannya
" berhenti ! "
teriak Jhonny yang membawa kaisar di kursi roda yang membuat semua orang terkejut melihat sang raja duduk di kursi roda
"apa anda merasa keberatan pangeran Jhonny ?"
ucap penasihat yang terbangun dari duduk senangnya karena teriakan Jhonny itu, yang membuatnya angkat suara
" benar, saya sudah keberatan " seru Jhonny
" lantas apa anda ingin di penggal bersamaan dengan gadis penipu ini ? " ucap penasihat
" saya kemari hanya ingin mengusulkan bagaimana pendapat raja, dan bukti yang sangat fatal " sontak Jhonny
semua orang pun terdiam den melihat satu sama lain lalu memberikan telepati
" saya akan membeberkan kepada kalian semua! kalian salah menggantung orang, orang yang seharusnya berada di tempat penggalan itu penasihat bukan gadis itu, orang yang memanifulatif antara keduanya " ucap Jhonny dengan nada keras
" maaf! lebih baik anda diam pangeran atau kami akan memenggal anda juga " seru penasihat dengan percaya dirinya
" lepaskan kayu itu! saya tidak mengambil keputusan membunuhnya sebelum adanya bukti bahwa dia berencana membunuh raja atau salah seorang keturunannya " ucap raja
" hah apa ? sejak kapan ? raja sudah hilang kendali ? kapan mereka mengetahui tentang raja ? dan kapan mereka menyembuhkan raja itu " gumam penasihat
" Baginda ? apa Baginda sudah pulih " gumam Ericson
para perajurit melepaskan kayu- kayu yang ada tubuh Jyandra namun Jyandra masih terlihat tidak senang
" maaf Baginda kami bukan bermaksud mengdahului anda, namun sebenarnya kami sangat tergesa karna takut jika gadis itu membunuh orang lain lagi " ucap penasihat
" saya memerintahkan kepada semuanya untuk diama! " sontak raja
" masih berada di mana Arizo sial*n itu " gumam Jhonny
the next bab see you………