
" saya memerintahkan kepada semuanya untuk diam! " sontak raja
" masih berada di mana Arizo sial*n itu " gumam Jhonny sambil menggigit bibirnya dan menggenggam tangannya dengan sangat kuat
" tapi Baginda bukankah tidak ada buktinya " ucap penasihat
" ada saya sudah mengumpulkan buktinya " sontak raja
" bukti apa itu ?" tanya penasihat dengan percaya dirinya
" saya mempunyai bukti bahwa anda memanipulasi keluarga kerajaan dan anda pantas untuk di hukum mati dan juga bawa kemari orang itu " ucap raja
dua orang kesatria yang membawa sang ratu sambil menyeretnya membuat semua orang terkejut karna Baginda memperlakukan ratunya seperti itu
" dia tidak lantas duduk di kursi permaisuri, ketahuilah orang ini pun telah menipu kekaisaran, membohongi semua orang bahwa dia adalah adiknya kepala penasihat, selain itu adik kakak ini sudah mencuci otak saya membuat saya membunuh permaisuri saya sendiri lantas apa hukuman yang sangat cocok untuk mereka berdua " ucap raja
" menghadap yang mulia, saya sudah membawa semua bukti kejahatan dari permaisuri dan penasihat " ucap Arizo yang membawa bukti itu
sang raja membacakan bukti itu satu persatu hingga para rakyat dan sebagian petinggi menginginkan dijatuhi hukuman mati terhadap dua orang kakak beradik tidak bermoral itu
dua kepala penasihat dan mantan ratu itu menggelinding seperti bola, lalu sang raja menghampiri Jyandra yang masih duduk terbungkuk lemas
" saya minta maaf, saya tidak tahu apa yang saya telah lakukan terhadap keluarga anda " ucap sang raja
Jyandra mengangkat kepalanya perlahan dan menatap raja dengan tatapan yang membingungkan ia ingin marah namun sang raja di dalam kendali seseorang, ia ingin memaafkan namun ia sudah sendiri tidak memiliki siapapun
" kenapa anda tidak membunuh saya saja " sontak Jyandra dengan suara yang kecil
" appa? saya minta maaf sebesar- besarnya " ucap raja
" saya ingin mati! saya sudah tidak memiliki apapun lagi, saya sudah tidak punya rumah untuk kembali !! bunuh saja saya! saya sudah lelah dengan dunia yang penuh dengan tipu muslihat ini "
sontak Jyandra dengan air mata yang mengalir di temani sorot mata yang melimpah kesedihan
Ericson yang mendengar hal itu tentu saja tidak tinggal diam, dia langsung berjalan dengan cepat ke arah Jyandra yang kemudian memeluknya dengan pelukan yang sangat erat
" jangan berbicara seperti itu! jadikan saya rumah mu Dara jadikan saya tempat di mana Anda akan kembali, tempat anda bisa istirahat, bersandar, bercerita karna saya juga membutuhkan anda " ucap Ericson
" hiduplah dengan baik saya mencintai anda, bisakah anda tetap hidup dan menjadi permaisuri saya di masa mendatang " ucap Ericson
" wah hebat sekali pangeran mahkota "
" benar, ini benar- benar sangat menyentuh "
" apa ini sebuah lamaran?"
" mungkin ini adalah lamaran "
bisik para warga
" di sini saya mengumumkan saya akan menurunkan tahta kerajaan terhadap Ericson, namun sebelum itu saya ingin meminta maaf terhadap kalian semua atas apa yang saya lakukan " ucap raja
semua raja bersorak seakan mereka sedang menonton drama secara bersama- sama
" bagaimana menurut mu Dara " ucap Ericson yang masih saja memeluk jyandra
" bagaimana anda akan membuktikannya jika sebenarnya anda membutuhkan saya " seru Jyandra
Ericson tersentak mendengar apa yang di ucapkan Jyandra dia melepaskan pelukannya yang erat itu menjadi sebuah pelukan yang sangat lembut, kemudian Ericson mencium bibir Jyandra di hadapan semua orang yang membuat orang -orang itu bersorak
'' apa ini cukup? " tanya Ericson
" iya " seru Jyandra dengan senyuman manis di bibirnya
Ericson memeluk Jyandra lalu mencium keningnya di antara sorakan para warga dan petinggi
...the end...
...----------------...
thank you buat kalian yang masih stay sampai sekarang, and makasih juga atas support nya, lalu mohon maaf ya kalo ceritanya kurang memuaskan
...salam dari author buat kalian semua……...