JYANDRA

JYANDRA
kamu harus hidup



" belum, mungkin saja dia baru mendapatkan suratnya " ucap Ericson


tak lama mereka berlari di semak itu mereka keluar dari semak dan menemukan air danau yang indah, namun tak lama keindahan itu hanya sekejap para assassin yang di perintahkan penasihat mengepung mereka berdua


" kalian tidak bisa lari lagi!" ucap salah satu assassin


Jyandra dan Ericson berdiri saling membelakangi dan terus berputar dengan saling membelakangi dan mengamati kejadian sekitar


" dua belas, sembilan belas, dua puluh lima, tiga puluh " ucap Jyandra


" lima puluh, ada lima puluh musuh " ucap mereka berdua secara bersamaan


" ini akan teratasi dengan mudah " ucap Jyandra


" tidak, belum mereka masih berdatangan di tambah beberapa masih bersembunyi " ucap Ericson


BAM BLAM BUGN BUNG BUNG K-POUW


( suara perkelahian, entahlah saya harus menggambarkannya seperti apa )


Jyandra dan Ericson masih terus saling melindungi dari dua sisi


SKEEEEEK


Jyandra menarik dua pedangnya


walau sebenarnya mereka kalah jumlah namun musuh sudah banyak bergelatakan di tanah hingga jumlah musuh menjadi lebih sedikit namun siapa sangka hal ini terjadi


SREEEETTT! SREEEET! SREEET! SREEEET!


seorang pemanah yang bersembunyi meluncurkan anak- anak panahnya dan itu tepat mengenai punggung Ericson


Jyandra langsung mengamati dan mencari para pemanah itu, dan ternyata para pemanah bersembunyi di atas pohon pohon mereka berpencar


" dua, lima ada sepuluh pemanah " gumam Jyandra


Jyandra menahan Ericson lalu membuatnya duduk bersandar ke pohon besar


" duduk, dan tunggu lah saya akan menyelesaikan ini " ucap Jyandra yang kemudian menyerang mereka seperti orang gila


di saat Jyandra menghabisi para musuhnya dengan gila ada Ericson yang duduk membungkuk karna punggungnya di penuhi panah


" uhuk! uhuk! " Ericson pun batuk darah dari mulutnya


di saat Jyandra sedang melawan para musuh dengan sangat tegas beberapa musuh mengincar Ericson yang membuat Ericson terjatuh dari tebing dan langsung tenggelam ke arah danau


" tunggu! dimana yang lainnya ? " gumam Jyandra


" hah tunggu mereka mengincar Ericson " gumam Jyandra


saat Jyandra berbalik dia melihat Ericson yang terjun bebas dari tebing menuju danau


" ini darurat! " ucap Jyandra


" sudahlah gadis kecil! menyerah sajalah !" ucap salah satu musuh


" benar, lihatlah temanmu sudah bunuh diri"


" coba lihat kucing kecil ini sedang marah"


ucap para musuh


Jyandra memejamkan matanya


" wahai alam saya memanggil kalian membantu saya " ucap Jyandra


" ha, dia pikir dia Theodore lucu kamu ya gadis kecil, daripada kamu menjadi gila karena kalah jumlah mending kita main saja yuk main satu ronde satu "


" benar! itutuh lebih menguntungkan "


" benar itu " ucap para musuh


salah seorang assassin tidak mengganggap bahwa Jyandra sedang bercanda assassin itu pergi meninggalkan tempat kejadian dengan cepat


" wahai alam sekali lagi saya tegaskan putri Jyandra Thedore meminta bantuan kalian " ucap Jyandra


tak lama angin menghembus kencang dedaunan berjatuhan pohon- pohon bergoyang tanah mulai bergerak tak ada hujan tak ada guruh kilat menyambar tempat itu seperti listrik


"sya titipkan ini kepada alam " ucap Jyandra sambil menumpahkan racun di antara hembusan angin itu lalu Jayandra pergi meluncur terjun bebas mengejar Ericson


di saat Ericson mulai hilang kesadarannya dia melihat bayangan seseorang yang berenang menuju kedalaman danau itu


" apa itu ?" gumam Ericson


Jyandra dengan cepat menarik tangan Ericson lalu memeluknya dan mencabut anak panah di punggung Ericson satu persatu, memberikan nafas terakhirnya pada Ericson


" kamu harus hidup " ucap Jyandra sambil mendorong Ericson ke atas setelah memberikan nafasnya pada Ericson


" tidak tunggu!" seru Ericson yang mulai menjauh


" uhuk! uhuk!, seharusnya saya tahu jika menggunakan kekuatan alam di saat kondisi saya tidak stabil itu akan membuat tubuh saya menjadi lemah tanpa rasa apapun " gumam Jyandra sambil tersenyum


" hiduplah dengan baik " gumam Jyandra yang membuat kesadarannya benar- benar menghilang


di saat alam sudah berhenti murka dan para musuh sudah bergeletakkan Arizo datang ke tempat kejadian itu


" ada apa ini? aroma mana ? angin! atau mungkin ini adalah pangeran, tapi itu tidak mungkin tanah bergetar panglima hanya bisa menggerakkan angin bukan alam lalu… apa jangan -jangan ……" gumam Arizo sambil berjalan ke arah bau mana paling menyengat


" benar saja ini nona Jyandra, jadi benar nona adalah putri Theodore " gumam Arizo


" lalu dimana mereka sekarang" ucap Arizo


Arizo mengelilingi tempat sekitar untuk mencari Ericson namun tak menemukannya hingga Ericson melihat tebing dan menghampiri tebing itu, lalu melihat seseorang yang sedang mengambang di atas danau


" siapa itu ?" gumam Arizo


lalu Arizo menghampirinya dan membalikan tubuh Ericson


" tuan ?" seru Arizo


the next chapter……