
" ah aku mohon bantu saya sekali ini saja " ucap Jyandra yang terjatuh ke pelukan Ericson namun kemudian kehilangan kesadarannya
" baik, apa imbalannya ? " seru Ericson
" saya… saya… " seru Jyandra yang mulai kehilangan kesadarannya
pagi hari Jyandra mulai membuka matanya saat dia membuka matanya dia melihat pemandangan yang familiar aroma tubuh yang familiar dan yang lebih pentingnya lagi dia terbangun di pelukan seorang pria
" haaa Ericson mengapa bisa seperti ini ?" gumam Jyandra
" istirahatlah sebentar saya sudah membalut luka anda semalam " ucap Ericson
" Eric tapi saya buronan jika saya masih berada di sini dan orang lain mengetahuinya bagaimana " seru Jyandra
" tenang saja selama kamu di sini kamu aman" ucap Ericson
di tempat lain……
" tuan mau bagaimana lagi sekarang ? " tanya seorang assassin
" apa benar semua penduduknya masih ada ?" tanya penasihat..
" iya " seru assassin
" penggal semua jangan sisakan dan bawa kemari " ucap penasihat
" semuanya ?" tanya assassin
" hanya beberapa yang di bawa kemari " ucap penasihat
" baik " seru assassin itu
beberapa hari kemudian
" tuan bagaimana ini kabar nya sudah menyebar ke mana-mana " seru Arizo
" beritahu semua orang kediaman agar tidak membicarakan soal pembantaian rakyat Theodore " ucap Ericson
" baik, tapi t, saya bisa menahan Dara " ucap Ericson
BRAK!
Jyandra memasuki ruangan itu dengan penuh emosi mendorong pintu sampai terbuka lebar, Arizo mulai gugup dan panas dingin
" ada apa di luar! kenapa anda tidak memberitahu saya" ucap Jyandra
" tidak ada apa- apa " seru Ericson
" bohong! saya akan pergi keluar memeriksanya jika anda tidak memberitahunya " ucap Jyandra
" saya berhak tahu! saya berhak! karna saya adalah putri mereka! kenapa ? mereka semua telah di bunuh! keluarga saya rakyat saya, lalu kenapa ? kenapa saya baik- baik saja tapi mereka semua mati secara tidak adil mengapa ? "
ucap Jyandra dengan nada tinggi dengan air mata yang mengalir ke pipinya hingga menetes satu persatu ke tanah membuat lantai di bawah basah dengan air matanya
Ericson spontan langsung memeluk Jyandra yang sedang menangis histeris
" maafkan saya, saya tidak bermaksud membohongi mu Dara hanya saja saya takut anda kehilangan kendali " ucap Ericson
Jyandra hanya diam tidak mengatakan apa- apa dan hanya terdiam
" saya sudah tidak peduli lagi akan apa yang terjadi entah itu mati atau di penggal apapun itu tidak peduli, saya akan hadir besok di acara tidak bermodal itu " gumam Jyandra
siang hari Jyandra pergi keluar dengan penyamarannya,
Jyandra berjalan dengan tenang menuju tempat yang tak labil itu walau dengan air mata yang berjatuhan Jyandra terus berjalan
BRAK!
seseorang dari belakang menarik tangan jyandra namun tidak ada respon perlawanan dari Jyandra hingga Jyandra di masukkan ke dalam kereta tahanan masih duduk diam dengan ekspresi wajah yang Sulit untuk di jelaskan
" ternyata itu wajah asli penghianat itu"
" benar! sangat di sayangkan dengan wajah cantiknya itu menjadi tahanan penjara"
" tapi saya merasa setuju jika gadis datang untuk balas dendam, raja kita ini sangat kejam"
" benar! Baginda raja sangat pelit "
" entah sejak kapan dia berubah dari seorang Angela menjadi tiran "
bisik para warga
" lihatlah warga semua ini adalah wajah para penduduk dari mantan negara musuh " ucap ajudan sambil menggedengkan ( menunjukan ) kepala para warga
" hahaha benar ini hanya sabagian, sebagiannya tidak kami bawa " ucap ajudan
" itu semua tidak adil!! mengapa rakyat yang tidak berdosa kalian habisi!!" teriak Jyandra
semua prajurit di samping Jyandra membuatnya terbungkus ke tanah
" ouh ternyata sang putri sudah keluar dari sangkarnya, mari kita lihat hukuman apa yang akan di berikan istana terhadapn nya, hahaha mungkin saja benar tidak usah dipikirkan lagi hukuman gantung adalah yang terbaik " ucap ajudan
the next chapter……