
" siapa? "
tanya Jyandra dengan waspada ke arah pintu
pandangan mata Ericson dan Jyandra saling bertemu, tapi lebihnya lagi Ericson sangat terkejut melihat Jyandra yang waspada dan menodongkan pisau kecil
"maaf saya pikir siapa?" ucap Jyandra yang sudah berganti pakaian
" kucing liar " gumam Ericson
" apa ada kemajuan dalam penglihatan anda panglima ?" tanya Jyandra
" ada sedikit kemajuan, periksakan satu kali lagi " ucap Ericson
" baik " sahut Jyandra
Jyandra memeriksa matanya Ericson dan sedikit menekankan mana sihir pada tubuh Ericson
" terimakasih, penglihatan saya kembali walau masih agak buram " ucap Ericson
" baik, nanti saya akan periksa lagi " seru Jyandra
setelah itu Ericson langsing pergi keluar
" haaa uh, untung saja sudah saya sembunyikan pakaian ini " gumam Jyandra sambil menarik nafas panjang
setelah itu Jyandra pergi tidur, hari demi hari slalu berlalu dengan sama dari latihan pertahanan yang sering di sebut hukuman, mengurus kuda, menulis, sampai pengobatan itu selalu berulang- ulang hari di lakukan dengan sama hingga satu hari
terlihat Jyandra yang pulang dari sungai setelah membersihkan kuda milik Ericson, namun di kagetkannya Jyandra oleh kedatangan paman penasihat kerajaannya yang sedang berkunjung di kediaman Ericson
" salam pada penerus kaisar selanjutnya, putra mahkota "
ucap paman penasihat yang kemudian di dengar Jyandra, Jyandra sangat terkejut ternyata Ericson adalah putra mahkota dan salah satu mangsanya yang ingin ia bunuh.
'' ahkk aku tidak bisa berpikir jernih, mengapa saya bisa masuk kandang singa, aduh inimah namanya gali kubur sendiri" gumam Jyandra sambil terus menuntun kudanya
saat Jyandra kembali dari kandang kuda Jyandra melihat ke arah ruang kerja Ericson dan di sana masih terlihat paman penasihat
Ericson yang melihat Jyandra sedang lewat pun memanggilnya
" Dara " ucap Ericson
Jyandra pun langsung menghampirinya
" bukankah Anda merasa penasaran PENASIHAT KAISAR siapa gadis yang membawa kuda tadi jadi saya memanggilnya" ucap Ericson sambil menyudutkan penasihat
" hahaha, panger… maksud saya panglima, saya hanya penasaran siapa gadis cantik yang berani memegang kuda kesayangan anda, bukannya anda sangat tidak suka jika sesuatu milik anda di pegang orang lain apalagi seorang gadis " seru penasihat
Jyandra hanya duduk sambil menundukkan kepala dan mengamati situasi
" sepertinya dia tidak mengenali saya, jika dia mengenali saya pun dia tidak akan tahu bahwa saya putri karna semua orang tahu, kalo saya hanyalah anak panglima, bukan Baginda raja " gumam Jyandra
" Anda merasa penasaran ? biar saya perkenalkan dia adalah dokter pribadi saya sekaligus teman kamar saya " ucap Ericson
Jyandra yang mendengar itu merasa kesal sedangkan Ericson yang mengatakannya senyum seperti orang bodoh
" maaf jika saya lancang sepertinya dia bukan penduduk dari istana kita, dayang anda ini lebih mirip orang istana Theodore bukan TARGAEL " seru penasihat
" memang saya pernah berpikir dia lebih unik dari orang TARGAEL tapi mengapa anda sangat mengenali orang yang berada di bawah pemerintahan Theodore ?" tanya Ericson
" i… i… itu karna saya dulu yang seorang petinggi sering mengantarkan surat perjanjian ke istana Theodore " ucap penasihat
" apa yang anda maksud itu, anda sering keluar masuk istana Theodore itu ?" tanya Ericson
" memang saya sering ke sana namun saya tidak pernah masuk dikarenakan saya tidak di perbolehkan masuk oleh penjaga gerbang istana " ucap penasihat
" bohong! dasar si tua licik! bedeb*h sial*n " gumam Jyandra
" kalau begitu saya mohon pamit "
ucap penasihat dengan wajah kesalnya lalu pergi keluar, di luar penasihat tak sengaja bertemu Arizo
" bagaimana pendapat anda tentang penasihat itu ?" tanya Ericson
Jyandra langsung tercengang dengan pertanyaan Ericson, dengan tenang nya Jyandra menjawab
" menurut saya orang itu harus di selidiki "
seru Jyandra yang menjawab dengan tenang namun tetap saja wajah marah nya tidak dapat di sembunyikan.
" memang tidak salah memanggil mu kemari, cara mengamati mu sangat bagus! siapa anda sebenarnya ?" tanya Ericson
Jyandra langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ericson lalu menghindari tatapannya
the next bab…… see you……