
" ah sudahlah lebih baik tidur, daripada mikirin yang belum pasti, dan lagi sepertinya Ericson tidak ada hubungannya dengan kehancuran seluruh Theodore di saat semua kepala keluarga saya di pertontonkan saja dia terlihat sangat kesal, tapi apa alasannya ?"
gumam Jyandra yang lama kelamaan Jyandra tertidur di dalam pikirannya yang sedang memikirkan Ericson
di tengah malam Ericson melihat Jyandra yang sedang tertidur Ericson yang ingin mengatakan sesuatu pun balik lagi karna jyandra sudah tidur.
pagi hari Jyandra terbangun seperti biasa dia memulai aktifitasnya lebih awal karna terbangun sangat pagi.
setelah Jyandra selesai mencuci kuda milik Ericson Jyandra dengan riangnya berkata
" akhirnya selesai juga " ucap Jyandra
" Hay gadis, gimana kabar mu akhir- akhir ini ? bukankah sulit hidup bersama ERICSON si dingin itu ? jika merasa sulit ikut saja bersama ku "
ucap Aditha sambil menepuk pundak Jyandra.
Jyandra langsung berbalik dengan tatapan tajamnya pada Aditha dan langsung menyerang perut Aditha, lalu Jyandra dengan dingin nya pergi menyimpan kuda
sepulang dari menyimpan kuda Ericson memanggil Jyandra ke kamar nya.
" Dara menghadap kemari " ucap Ericson
Jyandra pun langsung menghampiri Ericson dan memberi salam
" salam pada panglima saya menghadap yang mulia " seru Jyandra
" apa kamu tidak melihat ku ? kenapa kamu tidak memberiku salam juga " ucap Aditha
Jyandra hanya diam karna malas meladeni Aditha
" sepertinya kamu merasa bosan bukan, terus menerus hanya diam di keDiaman malam nanti aku akan membawa mu ke pestival " ucap Aditha
" hah pestival aku sangat ingin pergi, tapi tidak dengan bajing*n ini " gumam Jyandra
" pergi saja sendiri, wanita saya akan pergi bersama saya, Dara sudah berjanji akan pergi dengan saya malam ini " ucap Ericson
" apa tuan sedang main- main "gumam Jyandra
" haisssh padahal aku sangat ingin pergi ke pestival bersama si cantik ini, sayang kalau tinggal di kediaman panglima dan hanya menjadi dayang lebih baik tinggal bersama ku menjadi kekasih " ucap Aditha
" maaf saya tidak tertarik menjadi kekasih anda, lagi pula anda sangat jauh dari kriteria laki- laki idaman saya " ucap Jyandra
JLEB!
" ada sesuatu yang menusuk hati ku " gumam Aditha
" apa yang kurang dari ku, aku akan memperbaikinya jika sudah di perbaiki aku yakin kamu mau bersama ku, baru kali ini ada wanita bilang tidak mau menjadi kekasih ku" ucap Aditha
" jadi anda ingin tahu seperti apa kriteria laki- laki idaman saya ?" tanya Jyandra
" tentu! tentu aku sangat ingin tahu " seru Aditha
" seorang laki- laki yang tenang dalam menghadapi sesuatu, diamnya saja sudah membuat semua orang takut, dan jika dia bergerak semuanya mati! " ucap Jyandra
lalu Aditha yang mendengar ucapan Jyandra langsung melihat ke arah Ericson
" aku tidak bisa menandingi pria ini " gumam Aditha
" tuan apakah ada sesuatu yang harus saya kerjakan ? jika tidak saya pamit undur diri " ucap Jyandra
"tidak ada " seru Ericson
" baik jika begitu saya mohon undur diri " ucap Jyandra
Jyandra pergi ke kamarnya dan mengambil cucian pakaiannya lalu membawanya ke sungai
" huh akhirnya aku bisa mencuci baju juga " gumam Jyandra
" tenang rasanya kalau seperti ini " gumam Jyandra yang sedang mencuci baju
namun rasa tenang itu hilang karna terdengar suara pengacau yang benar saja langsung menyapa Jyandra dan membuatnya kesal
" aduh ternyata tuan putri ku sedang mencuci pakaian " ucap Aditha
the next bab……