
" saya kehilangan anda tadi " seru Jyandra
" nafas yang tak teratur tenaga dalam yang acak- acakan, sepertinya dia sudah melakukan penyerangan atau pertahanan " gumam Ericson
" kita tunggu saja sampai besok !" gumam Ericson
esok harinya bersamaan dengan kabar matinya seorang pedagang besar dan orang- orang nya Jyandra yang tidak bisa mengobati racun semalam terbaring lemas.
" tuan entah kenapa saya merasa pembunuhan ini ada sangkut paut nya dengan nona Jyandra, untuk kedua kalinya saya mencium aroma mana itu lagi, aroma mana yang menenangkan segar, dan berbau herbal " ucap Arizo
" memang benar dia yang melakukannya " seru Ericson
" sebenarnya siapa nona Jyandra ini ?" ucap Arizo
" kemungkinan dia adalah putri dari kerajaan Theodore " ucap Ericson
" Theodore ? bukankah Theodore tidak memiliki seorang putri mereka hanya memiliki dua putra " seru Arizo
" apa anda masih ingat kejadian saat Theodore menerima tawaran membuka gerbang istananya " ucap Ericson
" iya saya ingat tuan " seru Arizo
" masih ingat apa yang di ucapkan dua pangeran kerajaan itu ?" ucap Ericson
"hmmmm…… iya saya ingat? jika tidak salah mereka mengatakan " jika saja kesayangan kita ikut berkumpul pasti lebih menyenangkan" seru Arizo
" ada kemungkinan dari kata "kesayangan" itu adalah Jyandra yang di sembunyikan sebagai putri kerajaan " ucap Ericson
" jika itu benar mengapa mereka menyembunyikan nona Jyandra " seru Arizo
" karna alam memiliki insting kuat akan bencana, kemungkinan raja sudah merasakan bencana jadi mereka sepakat menyembunyikan salah satu ahli warisnya " ucap Ericson
" mengapa mereka hancur ? jika mereka merasakan bahaya ? " tanya Arizo
" alam bisa merasakan bahaya namun mereka tidak tahu kapan bahaya itu akan tiba " ucap Ericson
" jadi ada kemungkinan nona Jyandra datang kemari untuk balas dendam " seru Arizo
" benar! untuk membantu kita menggulingkan raja yang tidak memiliki rasa manusiawi sedikit pun " ucap Ericson
" pergi panggilkan Dara kemari, sampai kapan dia akan tertidur? " ucap Ericson
" baik tuan " seru Arizo
tak lama Arizo datang dengan tergesa
" tuan sepertinya nona terkena racun !" ucap Arizo
Ericson pun langsung bergegas ke kamar Jyandra
" panggilkan tabib!" ucap Ericson
" baik " sahut Arizo
Ericson membangunkan Jyandra dan membuatnya duduk lalu memberinya sedikit tekanan agar racunnya tak menyebar
" tuan saya sudah membawa tabib nya"
seru Arizo yang sudah beberapa lama mencari tabib
" biar saya periksa terlebih dahulu " ucap tabib
" gadis ini terkena racun tapi aroma mana herbal di tubuhnya membuat racunnya lemah"ucap tabib
" apa yang harus saya lakukan ?" tanya Ericson
" hanya perlu istirahat selama dua hari, saya akan memberinya obat " ucap tabib
" saya mengerti " seru Ericson
tabib itu meminumkan obat lalu pulang setelah Arizo memberinya upah
" tuan saya ingin melapor " ucap Arizo
" ya " ucap Ericson
" benar saja kemarin ada penyerangan namun pihak assassin berhasil membunuh mereka " seru Arizo
" kamu mendapatkan informasi ?" tanya Ericson
" tidak, karna mereka sudah di beri racun jadi sebelum kami mendapatkan informasi mereka sudah tewas" seru Arizo
" perketat terus penjagaannya " ucap Ericson
" baik" sahut Arizo yang langsung mengundurkan diri
" apa ada sesuatu tentang anda ? mengapa anda bisa menarik perhatian saya dari saat pertama kita bertemu " ucap Ericson
" ibunda! ayahanda! kak zein! kak Theor! kakak jangan tinggalin Jyandra, Jyandra takut!"
karna suhu badan yang tinggi Jyandra sampai mengigau
" benar saja tanpa bertanya pun kamu mengucapkannya sendiri " ucap Ericson
" kakak Jyandra sendirian! Jyandra takut! Jyandra ingin berada di pelukan kalian lagi!" ngigau Jyandra
" saya akan mengambilkan dulu kain dan air, tunggu sebentar " ucap Ericson sambil pergi
namun Jyandra menarik tangan Ericson dan membuat Ericson terjatuh di atas dirinya yang membuat bibir mereka bertabrakan
...the next bab………...