JYANDRA

JYANDRA
tetap panggil saya seperti itu



" jika memandang dari segi itu iya" seru Jyandra


" ah tidak! tidak " sontak Jyandra kemudian


mereka terus berjalan


" lihat ada gua di sana! bagaimana jika kita istirahat di sana " ucap Jyandra


sesampainya di dalam gua


" kita sudah sampai " ucap Ericson


tidak ada jawaban dari Jyandra hingga membuat Ericson menurunkan Jyandra dengan cepat


" kita harus cepat pulang, tapi masih ada kemungkinan musuh masih mengincar kami " gumam Ericson


Ericson menidurkan Jyandra di atas batu lalu menyelimutinya dengan mantel yang ia kenakan


" tunggu sebentar saya akan mencari kayu bakar " ucap Ericson


setelah beberapa saat Jyandra terbangun dan hanya sendirian di gua tanpa ada Ericson di sisinya


perlahan Jyandra membuka matanya, lalu melihat kondisi sekitar, lalu Jyandra mulai bangun dengan perlahan, dan duduk bersandar pada tanah gua.


" apa dia meninggalkan saya sendirian, haaa uh mungkin saja saya merepotkan dirinya " gumam Jyandra sambil menarik nafas panjang


" saya perlu minum air untuk menetralkan efek racunnya " ucap Jyandra sambil berdiri dan menahan dirinya ke dinding gua


" UGH! ini membuat tubuh terasa lemah dan lesu " seru Jyandra


KREEAKK!


" suara apa itu? kondisiku masih seperti ini " gumam Jyandra


lalu seseorang datang dan Jyandra yang hanya memiliki sedikit tenaga melemparkan tubuhnya ke arah orang itu


BRUGH!


Jyandra terjatuh di atas tubuh laki- laki itu


" sudah bangun ?" tanya Ericson dengan santai


" ericson… " ucap Jyandra


" hmm… awas!"


ucap Ericson sambil menarik Jyandra kepelukan nya lalu menggulingkan Jyandra, menjadi di bawah Ericson


BUGHH!


beberapa kayu bakar yang tadi di bawa Ericson terlempar saat Jyandra mendorongnya lalu beberapa terjatuh tepat di atas mereka dan suaranya menggema di seluruh gua


" UGHKHHH! " Ericson


" ma… maaf " seru Jyandra


mereka berdua pun bangun dan duduk bersampingan


" kenapa anda menyerang saya " ucap Ericson


" ma…AF saya pikir tadi itu musuh " seru Jyandra


" kedepannya harus tetap seperti itu " ucap Ericson


" apa dia memiliki selera yang aneh, mana ada orang yang suka di serang secara tiba- tiba " gumam Jyandra sambil menatap heran Ericson


" keberatan ? " tanya Ericson


" tidak, ini hanya aneh " seru Jyandra


" apa yang aneh menurut mu Dara " ucap Ericson


" dia berbicara informal " gumam Jyandra


Jyandra terlihat kebingungan


" hah ?" tanya Ericson


" appa! apa " sontak Jyandra


" apanya yang aneh ?" tanya Ericson


" tidak hanya apa tuan suka di serang secara tiba- tiba ? bukankah itu aneh ?" tanya Jyandra


" tentu saja tidak " seru Ericson


" lalu apa ?" tanya Jyandra


" panggilan, tetaplah panggil saya Ericson seterusnya " ucap Ericson


" ah saya merasa kurang pantas " seru Jyandra


" kenapa ?" tanya Ericson


" tidak apa "


seru Jyandra sambil memainkan kuku dan menundukkan kepalanya


" mmmm tidak juga hanya… hanya saja sedikit terasa aneh " seru Jyandra


" coba sekali saja " ucap Ericson


" apa ?" tanya Jyandra


" panggil saya dengan nama" ucap Ericson


" hmmm Eric…son " seru Jyandra dengan ragu


" baiklah harus memanggil saya seperti itu kedepannya " ucap Ericson


" hmmm " seru Jyandra


" nih cobalah minum "


ucap Ericson sambil memberikan kantong air di pinggangnya


" air? darimana mendapatkan air ini " tanya Jyandra


" Saya tadi pergi mencari kayu bakar dan tak sengaja melihat air terjun, jadi saya mengambil air di sana " ucap Ericson


" oh begitu ya, lalu darimana kamu mendapatkan kantong airnya ? " tanya Jyandra


" ada orang lewat " ucap Ericson


" kamu membelinya ?" tanya Jyandra


" tidak " seru Ericson


" lalu ?" tanya Jyandra


" aku mengambilnya tanpa izin " seru Ericson


" maksudnya kamu mencuri?" tanya Jyandra


" tidak, saya hanya mengambilnya tanpa izin " ucap Ericson


" itu namanya mencuri " seru Jyandra


Ericson menyalakan api di dalam gua


" kita harus istirahat yang cukup, jarak dari sini ke kediaman masih sangat jauh, lalu ada kemungkinan musuh masih mengejar kita " ucap Ericson


" jika begitu tinggalkan saja saya sendiri " seru Jyandra


" kenapa saya harus meninggalkan harta yang berharga " ucap Ericson


" hah " seru Jyandra sambil melihat ke arah Ericson


pagi hari


Ericson mendorong Jyandra ke dinding lalu menekannya


" ada apa " seru Jyandra yang baru terbangun dari tidurnya


SHTTTT!


seru Ericson sambil menutupi mulut Jyandra dengan satu jarinya menekan Jyandra ke tanah, dan terus melihat ke arah masuk gua


" hmmm aba ada ( ada apa ) " seru Jyandra


Ericson lalu melepaskan jari yang tersimpan di atas bibir Jyandra


" sepertinya ada yang masuk gua " ucap Ericson


tak lama Ericson melepaskan dekapannya terhadap Jyandra.


" sepertinya mereka sudah pergi " ucap Ericson


" apa ini slalu seperti ini ?"


tanya Jyandra sambil menyentuh lembut jakun Ericson dengan jari tangannya


" seperti apa ?" tanya balik Ericson


" bergerak " seru Jyandra


" iya " seru Ericson


" coba bicara lagi " ucap Jyandra


" appa" seru Ericson


" wah itu bergerak lagi " ucap Jyandra sambil menyentuhnya lagi


"hentikan itu" ucap Ericson


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................