JYANDRA

JYANDRA
rencana penasihat



" wah itu bergerak lagi " ucap Jyandra sambil menyentuhnya lagi


"hentikan itu" ucap Ericson


" ah maaf " seru Jyandra


" kita harus berjalan lagi, apa kamu sudah baikkan ?" tanya Ericson


" iya, sudah lebih baik " seru Jyandra


di sisi lain


" semua rencana untuk menggulingkan panglima sial*n itu naik tahta hampir saja tercapai, sedikit lagi saja, tapi kenapa Larisa harus mati " ucap penasihat yang duduk di kursi nya


" rencana penggulingan raja sudah berjalan tinggal menunggu waktu yang tepat, saya sudah mendapat dukungan dari warga-warga yang menginginkan raja turun tahta "


" rakyat jelata yang bodoh mereka tidak tahu jika aku lebih terobsesi terhadap kekayaan daripada raja tupai tua itu" ucap penasihat


SREEETTT!


seseorang masuk lewat jendela seperti angin yang berhembus menembus jendela itu


" apa ada perkembangan ?" tanya penasihat


" mereka berhasil melarikan diri tapi kami berhasil melukai mereka dan kudanya melarikan diri, ada kemungkinan mereka masih di hutan saya sudah mengirim beberapa assassin " ucap seorang pria berpakaian hitam


" terus kejar mereka sampai dapat " seru penasihat


" permisi, waktunya perkumpulan tuan !" seru seseorang dari luar


" iya, saya akan segera ke sana " seru penasihat


" saya permisi! " ucap pria berpakaian hitam yang kemudian menghilang


" hmm " seru penasihat


rapat perkumpulan para petinggi dan raja


" bagaimana dengan pajak?" tanya raja


" seperti biasa rakyat mengajukan untuk menurunkan harga pajak " seru petinggi


rapat terus berlangsung hingga rapat selesai


" kurangi beberapa jadwal saya, akhir- akhir ini tubuh saya terasa sangat lelah entah kenapa " ucap raja


" baik " sahut para petinggi


" Warto ikut saya " ucap raja pada penasihat


" baik " sahut penasihat


" bawakan tabib kemari, akhir- akhir ini saya selalu merasa ngantuk dan merasa lelah ,ini aneh " ucap raja


" baik " sahut penasehat


tak lama tabib datang lalu memeriksa raja


" saya sudah selelai memeriksa anda yang mulia, namun tidak ada gejala penyakit apapun, mungkin Baginda terlalu sibuk atau banyak pikiran " seru tabib


percakapan itu berlangsung beberapa menit lalu lalu setelah tabib itu pergi


" bawakan tabib yang lain " ucap raja


" baik " seru penasihat


itu terus terjadi dan pendapat semua tabib hampir sama


" jika begini akan lebih mudah, memang selalu saja ada yang menolong ku "


gumam penasihat sambil menutup pintu keluar kamar raja dengan senyuman aneh di wajahnya


seorang kesatria yang sebenarnya S*di dengan raja yang memerintah kerajaan sekarang dan aparatur lainnya yang tidak memiliki hati melihat penasihat yang sedang tersenyum itu dia merasa aneh


" kenapa senyumannya mencurigakan " gumam kesatria itu


di sisi lain


Ericson dan Jyandra berjalan di antara semak -semak yang setinggi ban mereka


" apa ini benar jalannya ?" tanya Jyandra


" jika tidak salah " seru Ericson


" apppa! jika tidak salah? jangan bilang kamu nggak tau jalannya " ucap Jyandra yang tiba- tiba berhenti berjalan


STTTSSS


seru Ericson sambil menutup mulut Jyandra


" kamu itu terlalu berisik " ucap Ericson


" ya habisnya kamu nggak tau jalan terus kita harus gimana ?" tanya Jyandra


" saya bukan nggak tau jalan, dulu saya sering ke sini sama bunda dan ayahanda " seru Ericson


" benarkah? tapi sepertinya jika di lihat yang mulia bukan orang seperti itu " ucap Jyandra


" dulu dia adalah raja yang baik ramah bahkan sampai menyamai sebagai rakyat untuk membantu mereka " seru Ericson


" tapi kenapa sekarang lain ?" tanya Jyandra


" semenjak kedatangan sahabat ibu dari Cyberaya ayahanda mulai berubah " ucap Ericson


" jadi permaisuri adalah orang dari Cyberaya ?" tanya Jyandra


" iya " seru Ericson


" apa anda tidak merasa takut ?" tanya Jyandra


" kenapa harus takut ?" tanya balik Ericson


" saya… buk…an bermaksud menyepelekan kekuatan anda tapi… bukankah jika orang luar tinggal di dalam inti kerajaan itu bisa berbahaya, apalagi sepertinya raja sepertinya memberikan kepercayaan dan hak hampir 100% di istana atas tahta kerajaan " seru Jyandra


Ericson melihat ke arah Jyandra


" ah… maaf saya berkata demikian karna dulu penasihat ker… luarga saya ada penasihat dari keluarga lainnya juga, dan itu menyebabkan keluarga saya hancur " seru jyandra


" oleh karna itu saya sudah mengumpulkan pasukan untuk menggulingkan posisi raja" ucap Ericson


" hah dia? menggulingkan ayahnya sendiri dari tahta ? " gumam Jyandra sambil bengong melihat Ericson yang sedang berjalan di depannya


…bersambung


...----------------...


...…The next chapter…...


...----------------...


^^^see you……^^^


......................