JYANDRA

JYANDRA
pesta



" kurang ajar "


ucap permaisuri yang kemudian mengangkat kembali tangannya dan mencambuk Ericson habis-habisan


SSRUUUTUTTTT! PLAK! PLAK


"ugh uhuk uhuk " Ericson pun mengeluarkan batuk darah


" sok- sok- an mau nge-lindungi anak orang nge-lindungi diri sendiri saja tidak bisa " ucap permaisuri sambil berjalan meninggalkan ruangan itu


" tuan!…… " seru Arizo yang turun dari atap bangunan gelap itu


" bagaimana penyelidikannya ?" tanya Ericson


" berjalan lancar saya tinggal mengeluarkan tuan dari sini " seru Arizo


" sangat tidak di sangka ternyata mereka menghampiri sendiri maut " ucap Ericson


" mau bagaimana juga orang yang sedang dalam bahaya bukan hanya Jyandra tapi Baginda raja juga termasuk " ucap Ericson


" benar, tapi untunglah nona berada di Aries " seru Arizo


" jika bukan karna penculikan hari itu mungkin saja kita tidak akan mengetahui bahwa penasihat dan permaisuri adalah anak perdana menteri Cyberaya "ucap Ericson


" sangat tidak di sangka kita mendapatkan emas tanpa harus menggali tambang " seru Arizo


" air, kita akan kembali sekarang " ucap Ericson


" baik " sahut Arizo


" kita akan pergi menemui Dara dulu sebelum kembali ke istana " ucap Ericson


" baik " sahut Arizo


di tempat lain


malam hari terlihat di halaman terbuka istana sedang mengadakan pesta semua orang asyik makan- makan dan minum


" saya takut… " bisik Jhonny


" tenang saja untuk sekarang masih aman " seru Jyandra yang masih menggunakan penutup wajah


sangat terlihat jelas bahwa Jhonny sedang menghawatirkan sesuatu keringat nya bercucuran suasananya terasa panas dingin


" ternyata ada tamu dari kerajaan tetangga " ucap ajudan


" iya, awalnya saya ingin bertemu pangeran mahkota namun tak kunjung menemukannya" seru Jhonny


" saya berkunjung ke kediaman nya pun tidak ada entah dimana dia berada sekarang " seru Jhonny


" siapa gadis di samping anda ini? apa saya boleh bermain- main dengan nya ? " ucap ajudan


" ah dia adalah selir KESAYANGAN saya " seru Jhonny


" wahh ternyata selir saya tidak menyangka seorang pemain mempunyai selir sekarang " ucap petinggi


" kenapa wajahnya di tutupi, padahal saya ingin melihat secantik apa wanita ini sampai di jadikan selir " ucap ajudan


" ah dia tidak secantik yang kalian pikirkan, bahkan jauh dari kata cantik " seru Jhonny


" ugh "


Jyandra mencubit paha Jhonny yang bersampingan dengannya


" ada apa ? " tanya petinggi


" bukan apa- apa saya hanya kesemutan barusan " seru Jhonny


" jika wanita ini tidak cantik mengapa anda Menjadikannya selir dan ini adalah pertama kalinya anda langsung mengambil keputusan seperti memiliki selir " ucap ajudan


" ah sebenarnya dari awal saya berniat menjadikannya ratu namun dengan bekas luka bakar hampir di sekujur tubuhnya itu membuat dia tampak terlihat kurang enak di pandang " seru Jhonny


" benarkah, tapi tetap saja saya ingin melihatnya " ucap ajudan


" lihat saja tangan saya ini, ini adalah salah satu luka bakar itu dan wajah saya adalah yang paling parah dari semua anggota tubuh saya " seru Jyandra


para ajudan dan petinggi itu terus memaksa hingga akhirnya Jyandra akan melepaskan penutup wajahnya itu


" apa yang sedang anda lakukan ? "tanya penasihat


" menjawab petinggi dan ajudan ini ingin melihat wajah saya " seru jyandra


" jangan buka penutup wajah anda itu atau akan membuat para tamu lainnya tidak nafsu makan " ucap penasihat


" akhirnya, kapan acara ini akan berakhir, sangat membuang- buang waktu. " bisik Jyandra


" benar ! " bisik Jhonny


" apa yang kalian lakukan ?" tanya seorang petinggi lainnya


the next bab see you ………