
" kurang ajar "
ucap permaisuri yang kemudian mengangkat kembali tangannya dan mencambuk Ericson habis-habisan
SSRUUUTUTTTT! PLAK! PLAK
"ugh uhuk uhuk " Ericson pun mengeluarkan batuk darah
" sok- sok- an mau nge-lindungi anak orang nge-lindungi diri sendiri saja tidak bisa " ucap permaisuri sambil berjalan meninggalkan ruangan itu
" tuan!…… " seru Arizo yang turun dari atap bangunan gelap itu
" bagaimana penyelidikannya ?" tanya Ericson
" berjalan lancar saya tinggal mengeluarkan tuan dari sini " seru Arizo
" sangat tidak di sangka ternyata mereka menghampiri sendiri maut " ucap Ericson
" mau bagaimana juga orang yang sedang dalam bahaya bukan hanya Jyandra tapi Baginda raja juga termasuk " ucap Ericson
" benar, tapi untunglah nona berada di Aries " seru Arizo
" jika bukan karna penculikan hari itu mungkin saja kita tidak akan mengetahui bahwa penasihat dan permaisuri adalah anak perdana menteri Cyberaya "ucap Ericson
" sangat tidak di sangka kita mendapatkan emas tanpa harus menggali tambang " seru Arizo
" air, kita akan kembali sekarang " ucap Ericson
" baik " sahut Arizo
" kita akan pergi menemui Dara dulu sebelum kembali ke istana " ucap Ericson
" baik " sahut Arizo
di tempat lain
malam hari terlihat di halaman terbuka istana sedang mengadakan pesta semua orang asyik makan- makan dan minum
" saya takut… " bisik Jhonny
" tenang saja untuk sekarang masih aman " seru Jyandra yang masih menggunakan penutup wajah
sangat terlihat jelas bahwa Jhonny sedang menghawatirkan sesuatu keringat nya bercucuran suasananya terasa panas dingin
" ternyata ada tamu dari kerajaan tetangga " ucap ajudan
" iya, awalnya saya ingin bertemu pangeran mahkota namun tak kunjung menemukannya" seru Jhonny
" saya berkunjung ke kediaman nya pun tidak ada entah dimana dia berada sekarang " seru Jhonny
" siapa gadis di samping anda ini? apa saya boleh bermain- main dengan nya ? " ucap ajudan
" ah dia adalah selir KESAYANGAN saya " seru Jhonny
" wahh ternyata selir saya tidak menyangka seorang pemain mempunyai selir sekarang " ucap petinggi
" kenapa wajahnya di tutupi, padahal saya ingin melihat secantik apa wanita ini sampai di jadikan selir " ucap ajudan
" ah dia tidak secantik yang kalian pikirkan, bahkan jauh dari kata cantik " seru Jhonny
" ugh "
Jyandra mencubit paha Jhonny yang bersampingan dengannya
" ada apa ? " tanya petinggi
" bukan apa- apa saya hanya kesemutan barusan " seru Jhonny
" jika wanita ini tidak cantik mengapa anda Menjadikannya selir dan ini adalah pertama kalinya anda langsung mengambil keputusan seperti memiliki selir " ucap ajudan
" ah sebenarnya dari awal saya berniat menjadikannya ratu namun dengan bekas luka bakar hampir di sekujur tubuhnya itu membuat dia tampak terlihat kurang enak di pandang " seru Jhonny
" benarkah, tapi tetap saja saya ingin melihatnya " ucap ajudan
" lihat saja tangan saya ini, ini adalah salah satu luka bakar itu dan wajah saya adalah yang paling parah dari semua anggota tubuh saya " seru Jyandra
para ajudan dan petinggi itu terus memaksa hingga akhirnya Jyandra akan melepaskan penutup wajahnya itu
" apa yang sedang anda lakukan ? "tanya penasihat
" menjawab petinggi dan ajudan ini ingin melihat wajah saya " seru jyandra
" jangan buka penutup wajah anda itu atau akan membuat para tamu lainnya tidak nafsu makan " ucap penasihat
" akhirnya, kapan acara ini akan berakhir, sangat membuang- buang waktu. " bisik Jyandra
" benar ! " bisik Jhonny
" apa yang kalian lakukan ?" tanya seorang petinggi lainnya
the next bab see you ………