
" raja kepar*t " gumam Ericson sambil mengepalkan tangannya
Arizo pergi keluar setelah Arizo pergi Ericson berbaring di samping Jyandra dan -menyentuh mukanya dengan perlahan
pagi hari
" akhhhh! "
teriak Jyandra yang kaget karna melihat Ericson tidur di samping nya dengan cepat Jyandra mundur dan menarik selimut
Ericson langsung terbangun dia pikir itu adalah penyerangan hingga kembali membuat keributan kecil
" ma… maaf saya tidak ingat kita tidur berdua, ini pertama kalinya saya terbangun dan melihat seorang laki- laki tidur di samping saya, jadi sala kaget, ma… af… " ucap Jyandra
Ericson yang terkejut dengan pergerakan Jyandra yang tiba- tiba membuatnya menyerang Jyandra pagi- pagi dan mendorongnya kembali ke atas tempat tidur
" ahhkh " Ericson sambil melepaskan Jyandra
mereka berdua bangun lalu tak lama seorang dayang mengetuk pintu
" tuan saya mengantarkan bubur " seru dayang
" masuk!" ucap Ericson
dayang itu masuk dan hanya membawa satu bubur
" ada berapa orang di sini?" tanya Ericson
" dua " sahut dayang
" kenapa buburnya hanya satu ?" tanya Ericson
" ma… maafkan saya tuan " seru dayang itu
di saat Ericson akan berbicara lagi Jyandra menyela Ericson
" pergilah! tak apa saya bisa mengambilnya sendiri!" ucap Jyandra
dayang itu langsung keluar dengan cepat
" baru satu hari sudah berani berbuat seenaknya " ucap Ericson
" Anda bilang saya bukan pelayan melainkan tabib, jadi saya datang untuk mengobati bukan untuk melayani " seru Jyandra
" jadi apa urusannya dengan ketidak sopanan" ucap Ericson
" ini demi kebaikan kondisi tubuh anda, jangan terlalu mudah emosi " seru Jyandra
PLAK
" aduh " seru Jyandra
" kenapa anda malah melempar saya dengan bantal " seru Jyandra
" hanya ingin " deru Ericson
" apa? hanya inging? " seru Jyandra
tiba- tiba Jyandra mengingat suatu hal yang menjadikan kondisi di sana sangat canggung
" apa kesalahan anda ?" tanya Ericson
" sa… saya melawan perkataan anda " seru Jyandra
" lalu " ucap Ericson
" saya sudah seenaknya " seru Jyandra
" bereskan kamar ini, bawa ke dapur bubur itu, lalu bersihkan kuda saya di kandang " ucap Ericson
" ap… saya laksanakan " seru Jyandra
Jyandra melakukan semua yang di minta Ericson saat Jyandra sudah selesai membersihkan kuda dia bertemu petinggi yang memegang data keuangan istana
" hoho siapa ini " ucap petinggi itu
Jyandra hanya berjalan dan menghiraukannya sambil membawa ember dan kuda
" temani saya, dan saya akan memberi anda uang yang banyak " ucap petinggi
...Jyandra kembali mengacuhkannya, petinggi itu memegang tangan Jyandra, di halaman depan di atas kolam di atas jembatan kayu Jyandra mendorong jatuh petinggi itu ke bawah air hanya dengan satu kali dorongan ...
" galak bener! apa kamu tidak takut di hukum " ucap petinggi
Jyandra kembali mengacuhkannya, setelah itu Jyandra pergi menyimpan kuda dan membersihkan diri lalu pergi ke dapur mencari makan
di sisi lain
" hey mahkota es " ucap petinggi di pintu masuk ruang kerja Ericson
" kenapa anda sangat bau " seru Ericson
" ini perbuatan salah satu gadis dayang mu " ucap petinggi
" berhentilah mengganggu dayang " ucap Ericson
" dayang yang ini berbeda, tidak seperti dayang lainnya, dia tidak seperti dayang, ketegasan, keanggunan, keeleganan, karismanya tinggi, itu terlihat dari satu orang seperti seorang putri " seru petinggi
Ericson mengacuhkannya dan terus menulis
" saya datang untuk memeriksa " ucap Jyandra di pintu masuk
" nah itu, tuh gadis yang mendorong aku ke kolam " ucap petinggi
" benar saya telah mendorongnya, karna dia telah mengganggu saya bekerja " sahut Jyandra
" pangkat ku lebih tinggi dari mu berilah hormat lalu minta maaf, jika tidak saya akan menghukum anda " ucap petinggi
" seberapa tinggi pun anda, anda tetaplah manusia sama seperti saya, saya tidak perlu meminta maaf karna anda telah memegang saya, saya melakukannya sebagai tindak bertahan dari peleceh*n, dan anda tidak berhak menghukum saya karna tuan saya panglima bukan anda " seru Jyandra dengan tegas
Ericson yang mendengar apa yang di ucapkan Jyandra bibirnya sedikit mengangkat ( tersenyum )
" coba dengar apa yang dia katakan" ucap petinggi pada Ericson
" Arizo bawa pergi Aditha Bayuwira pergi membersihkan dirinya" ucap Ericson
Arizo datang dan membawa pergi Aditha
the next bab
...----------------...