
"aku ingin membantu" seru Larasati ( seorang alkemis)
" jangan! pergi bantu evakuasi warga ke bukit bersama prajurit lainnya" ucap Theor
" tapi Theor " seru Laras
" ini adalah perintah sebagai pangeran mahkota bukan sebagai kekasih" ucap Theor
" akan saya laksanakan itu" seru Laras
" dan satu hal lagi sebagai kekasih jaga dirimu baik- baik"
ucap Theor yang langsung pergi membantu pertahanan
Laras dengan kemampuannya membantu warga melarikan diri ke bukit para warga sampai di bukit dengan selamat namun saat para warga sampai istana itu meledak seperti di timpa bom
" tidak ! Theor !"
teriak Laras dengan keras sambil berlari ke arah istana para warga menghentikannya
satu hari setelah pembantaian
" saya tidak peduli ayahanda larang saya pulang! saya tetap masih ingin pulang!" ucap seorang gadis yang membawa pedang dan menunggangi kuda
dari kejauhan Jyandra sudah sangat senang melihat perbatasan istananya namun sangat di sayangkan Jyandra terkejut karna apa yang ia lihat
" apa ini? apa semua ini kenapa semuanya hangus terbakar"
gumam Jyandra yang langsung turun dari kuda
Jyandra melihat sekeliling dan melihat lambang kerajaan TARGAEL yang tergeletak, Jyandra memungutnya dan melihat sekeliling, desa yang slalu ramai oleh suara-suara pekerja keras kini menjadi sunyi jalanan yang selalu hangat suara anak -anak pun menjadi sunyi, Jyandra berlari ke arah istana seperti orang gila, di sana dia melihat semua mayat keluarganya tanpa kepala, bahkan sepupunya yang sedang mengandung pun tanpa kepala
" ayahanda! kakak! ibunda! akhhhhhhh! teriak Liliana sambil menangis dengan histeris
" lihat! lihatlah TARGAEL aku akan menghancurkan kalian! lihatlah! camkan sumpahku ini! aku akan membalas atas semua yang kalian lakukan" teriak Jyandra
" bahkan satu penduduk pun tak ada" ucap Jyandra
" putri? " seru Laras
" Laras ? kamu masih hidup, bagaimana? bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Jyandra
" penghianatan, sepertinya ada yang berhianat" ucap Laras
" bahkan mereka membunuh warga ku" seru Jyandra
" para warga aman sebagian dari mereka menyiapkan makanan sebagian lagi sedang menggali tanah untuk mereka yang gugur" ucap Laras
" putri anda mau pergi ke mana?" tanya Laras
" kalian makanlah yang kenyang saya tidak punya waktu saya akan pergi ke TARGAEL " ucap Jyandra sambil pergi
" ijinkan saya ikut tuan putri" seru Laras
" jagalah warga, saat ini mereka membutuhkan seorang pemimpin, lalu saya akan memenggal kepala mereka" ucap Jyandra
" tapi…" seru Laras
" saya seorang putri bukan memberi anda perintah tapi saya memohon agar kamu bisa jadi pemimpin yang hebat, bangunlah kembali istana klian" ucap Jyandra
" saya akan laksanakan putri," seru Laras
Jyandra dengan kudanya pergi ke perbatasan TARGAEL dia berhenti di sana lalu melepaskan kudanya dan masuk ke perbatasan dengan pakaian yang kumuh
" bagaimana caranya, saya harus bisa masuk ke tempat raja tinggal " gumam Jyandra
lalu Jyandra melihat Seorang kesatria yang menempelkan poster di dinding pertengahan ibu kota TARGAEL Liliana tanpa ragu langsung mendaftar
" ini kesempatan bagus, saya akan menyerang melalui panglima ini" gumam Jyandra
setelah satu hari silang semua orang yang mendaftar menjadi pelayan di bawa ke kediaman panglima dan di tes satu persatu
" lomba menulis? kenapa hanya pelayan saja harus bisa menulis" gumam Jyandra
" apa kamu tahu, ini pertama kalinya panglima mencari wanita untuk jadi pelayan tidurnya"
" iya benar"
bisik -bisik para wanita lainnya
PLUK!
" ap… apa? pelayan kamar"
gumam Jyandra dengan terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan Kalam
***The next bab…
...----------------...
^^^see you everybody*** …^^^