
" saya merasa anda bukan hanya bangsawan biasa, anda seperti seorang putri " ucap Ericson
" haha saya ? putri ?"
seru Jyandra dengan bibirnya yang tersenyum sangat lebar hingga membuat gigi nya terlihat
" iya " ucap Ericson
" jika saya seorang putri, putri dari kerajaan mana saya Srilangka ? Cyberaya ? atau Aries ? bukankah Anda tahu jika TARGAEL tidak memiliki seorang putri " seru Jyandra
" Thedore mengapa anda tidak menyebutkan nama kekaisaran Theodore, bukankah Theodore juga kerajaan " ucap Ericson
Jyandra langsung tertegun mendengar ucapan Ericson, sejenak Jyandra tidak bisa berkata apa- apa
" bagaimana putri Theodore " ucap Ericson
" se… seperti yang anda tahu Theodore hanya memiliki dua orang pangeran " seru Jyandra
" bagaimana jika ada putri yang di sembunyikan " ucap Ericson
" haha mana mungkin ada hal yang seperti itu" seru jyandra sambil memainkan jarinya ( kebiasaan berbohong Jyandra )
" kenapa tidak mungkin saja raja Theodore menyembunyikan putrinya karna takut putrinya nikahkan secara politik " ucap Ericson
" haha mana mungkin " seru Jyandra masih dengan memainkan jarinya
" sayang sekali, jika saja Theodore memiliki putri saya ingin menikahinya lalu tinggal di Theodore " ucap Ericson
Jyandra tidak bisa berkata- kata dia melihat Ericson dengan rasa heran
" saya harus berhati- hati, sampai mana Ericson sudah menggali tentang saya " gumam Jyandra
" tolong bawakan bunga ke kamar saya " ucap Ericson
" baik " sahut Jyandra
Jyandra pergi dengan rasa herannya
" saya pikir dia akan terus membicarakan Theodore " gumam Jyandra
sepulang Jyandra dari pasar yang membawa bunga di dalam pot di tangannya dia melihat kereta kuda dengan lambang keluarga penasihat dengan cepat Jyandra masuk ke dan melihat.
Jyandra sangat terkejut saat melihat seorang wanita yang berada di kamar Ericson, Jyandra yang melihat hal itu langsung mengubah wajah senangnya menjadi datar.
setelah Jyandra menyimpan bunga itu di atas meja lalu keluar.
wanita itu masih tetap merayu Ericson walau Jyandra ada di sana
" bukankah tidak menyenangkan melihat tuan bersama gadis lac*r itu "
ucap Arizo yang tiba- tiba muncul
" benar! sangat menjengkelkan " seru Jyandra
" jujur saya lebih suka jika tuan bersama anda daripada gadis lac*r itu " ucap Arizo
" benar !" seru Jyandra
" jadi apa anda menyukai tuan ?" tanya Arizo
" benar!, eh tunggu! tunggu! itu tidak benar! " seru Jyandra
" jujur saja, tuan juga memperlakukan Anda secara berbeda " ucap Arizo
" yang benar! menurut saya sama saja " seru Jyandra
" benar, coba saja anda perhatikan sendiri " ucap Arizo
" tapi siapa gadis yang bersama panglima itu ? kenapa terasa familiar ? "
seru Jyandra yang tidak memperhatikan ucapan Arizo
" dia adalah putri dari penasihat " seru Arizo
" pantas saja terasa tidak familiar ternyata ayah dan putrinya sama- sama suka mengusik hidup orang " ucap Jyandra
" benar! mereka hanyalah orang yang gila kekuasaan '' seru Arizo
Jyandra melihat ke arah Arizo dengan rasa heran Arizo pun melihat ke arah Jyandra dan pandangan mata mereka saling bertemu
" ah lupakan yang saya katakan " ucap Arizo
di sisi lain, terlihat Ericson yang sibuk dengan gadis itu, sang gadis menarik Ericson ke atas tempat tidur dengan senyuman gadis itu terus menggoda Ericson
Ericson mengikuti trik dan alurnya, Ericson mulai menundukkan kepalanya hendak di saat Ericson menundukkan kepalanya gadis itu mengeluarkan pisau kecil dari mulutnya dan segera beraksi mendekati leher Ericson.
sayangnya Ericson sama sekali tidak tertipu trik murahan yang di buat gadis itu hingga membuat perkelahian antara keduanya, hanya dengan satu kali serangan gadis itu sudah jatuh, akhirnya Ericson mengeluarkan gadis itu lewat jendela dengan pakaian yang acak- acakan
" penasihat g*la, mengirim putrinya sendiri mendekati maut " ucap Ericson
^^^the next bab…… see you ……… ^^^