JYANDRA

JYANDRA
lari



" akhirnya, kapan acara ini akan berakhir, sangat membuang- buang waktu. " bisik Jyandra


" benar ! " bisik Jhonny


" apa yang kalian lakukan ?" tanya seorang petinggi lainnya


" ha kami… kami … saya sedang membisikan kapan pulang " seru Jyandra


" hey kepala penasihat anda sedang apa ?" tanya petinggi tadi


" hah ternyata orang mabok " ucap Jyandra


dua hari kemudian


Ericson turun dari kuda tepat di halaman Jhonny dan kondisinya terlihat baik- baik saja, daripada itu dia terlihat sangat baik


" tuan maaf saya sudah masuk dan ternyata mereka berangkat ke TARGAEL sekitar satu 10 hari yang lalu " seru Arizo


" 10 itu waktu yang tepat di saat kita di serang secara tiba- tiba dan di kurung oleh permaisuri " ucap Ericson


" kita harus cepat ke TARGAEL atau kita akan terlambat " ucap Ericson


" baik " sahut Arizo


di tempat lain……


terlihat Jyandra dan Jhonny yang berkerumun di antara kerumunan warga yang sedang berbelanja di pasar


" hey saya benar -benar takut " ucap Jhonny


" tenang saja, jaga jarak anda dengan saya jadi jika saya di tangkap anda tidak akan ikut menjadi tersangka " deru Jyandra



" ah iya, walau sedikit takut si… " sahut Jhonny


si tempat lain Ericson dan Arizo menjalankan kuda mereka dengan gila sedangkan di sini Jyandra yang sedang menyamar seakan tidak ada apa-apa, namun terlihat ekspresi resah, bingung, khawatir, di wajah Jhonny


BRUK!


seorang pria yang ternyata salah satu seorang assassin hari itu mendorong gerobak yang berisi buah apel dan tanpa sengaja menabrak Jyandra


" maaf, maaf saya sedang buru " ucap pria itu


" hah iya iya tidak apa " seru Jyandra


mereka akhirnya melewati satu sama lain namun saat Jyandra sudah satu langkah di belakang pria itu tiba- tiba pria assassin itu menghentikannya


" tunggu, maaf ! "ucap pria itu sambil menarik tangan Jyandra dan akhirnya Jyandra berbalik ke arahnya


" iya ada apa ? " tanya Jyandra


" apa kita pernah bertemu sebelumnya " tanya pria


" ah tidak tahu, mungkin " seru Jyandra


" kalau di lihat lihat kamu ini seperti seseorang tapi siapa ya?" ucap pria itu


pria itu terus saja mengamati Jyandra, Jyandra dan Jhonny mulai panas dingin


" hey Sapri cepat bawa kemari apelnya! " teriak seorang pedagang


" ah iya " seru Sapri sambil berjalan pergi


" kenapa ?" tanya Jhonny


" saya memiliki firasat buruk " seru Jyandra


" tapi… " seru Jhonny


BYURR!


seorang pria yang sedang memegang ember berisi air tanpa sengaja terjatuh dan semua air itu jatuh tepat di wajah Jyandra hingga membuat kumisnya luntur


" ah maaf" ucap pria


belum sempat menjawab seorang pria dari kejauhan melihat wajah Jyandra dan berteriak


" hey ! itu dia gadis yang ada di dalam selembaran kertas itu !!!"


teriakannya menarik perhatian semua orang


" sekarang! pergi!" ucap Jyandra


Jhonny pun langsung pergi menjauh dari. Jyandra


" seperti pengecut " gumam Jhonny


" saya harus dengan cepat mendapatkan informasi, dan menyelamatkan Jyandra. " gumam Jhonny sambil berjalan berlawanan arah


para warga melihat ke arah Jyandra perajurit dan orang- orang yang ada di sana pun melihat Jyandra dan mengejarnya.


Jyandra berlari ke depan menembus ribuan orang yang menghalangi jalannya terus berlari dan membuat kekacauan


" gorobak itu " ucap Jyandra yang melihat gorobak penuh dengan semangka di depannya tak lama setelah horobak itu di depan matanya dia langsung menendang gorobak itu dan membuat buah semangkanya menggelinding di mana -mana


Jyandra terus berlari dan menghantam apapun yang ada di depannya


" saya tidak peduli apapun itu, karena telah menghalangi jalan saya saya akan membunuhnya " ucap Jyandra sambil mengeluarkan pedangnya


terus berlari dan menghabisi apapun itu yang ada di depannya hingga hari mulai gelap pun para musuh masih mengejarnya dan tiba pada waktunya semua orang uang menghalanginya hanya berakhir bergeletakan tanpa nyawa



" haa uh akhirnya selesai " gumam Jyandra yang berada di sebuah gang yang gelap gulita


" sangat lapar aku sudah tidak tahan lagi ingin makan " gumam Jyandra


Jyandra yang merasa lelah dan lapar menyusuri gang gelap gulita itu sendirian melihat sekeliling bergaram menemukan sesuatu yang bisa di makan namun semuanya hanya benteng rumah gubuk entah itu kiri atau kanan


di luar gerbang Ericson sangat terkejut sat masuk wilayahnya semuanya bergeletakan berantakan dan hanya dengan sekali melihat saja Ericson faham bahwa ada sesuatu yang besar sudah terjadi


Jyandra yang menyusuri gang yang bahkan di Rinya sendiri pun tak tahu arah jalan itu hingga pada akhirnya Jyandra keluar dari gang itu langsung tidak sadarkan diri


BRUK!


" ah aku mohon bantu saya sekali ini saja " ucap Jyandra yang terjatuh ke pelukan Ericson namun kemudian kehilangan kesadarannya


" baik, apa imbalannya ? " seru Ericson


" saya… saya… " seru Jyandra yang mulai kehilangan kesadarannya


the next bab………