
Namun rasa tenang itu hilang karna terdengar suara pengacau yang benar saja langsung menyapa Jyandra dan membuatnya kesal
" aduh ternyata tuan putri ku sedang mencuci pakaian " ucap Aditha
Jyandra terus menerus mengacuhkan lagi dan lagi setiap perkataan Aditha
'' apa kamu menyukai Ericson ?" tanya Aditha
" jika iya kenapa? jika tidak juga kenapa ?" tanya Jyandra
" aku hanya memberitahumu jangan mau menjadi kekasihnya aku menjamin kamu tidak akan bahagia " ucap Aditha
" kenapa anda berkata demikian ? ouh saya faham " seru Jyandra
" faham kan, jadi jangan mau sama dia ya " ucap Aditha
" iya saya faham mengapa anda berpikir menjadi kekasih Ericson itu tidak bahagia " seru Jyandra
" nah gitu, jadi jangan mau sama dia " ucap Aditha
" saya faham anda berpikir sampai seperti itu, mungkin di karenakan kamu pernah menjadi kekasih panglima hingga kamu sangat tahu jika menjadi kekasihnya itu tidak akan pernah merasa bahagia " seru Jyandra
" iya, iya bener " ucap Aditha
lalu Jyandra tertawa dengan puas mendengar jawaban dari Aditha, Aditha yang merasa ucapannya salah pun langsung membetulkan ucapannya
" ahh mana ada, mana ada hal yang seperti itu !" ucap Aditha
" saya sendiri juga tidak berpikir seperti itu " gumam Jyandra
" ayolah mending ikut bersama ku ke pestival" ucap Aditha
" maaf saya tidak bisa " seru Jyandra
" bukankah yang di katakan Ericson tadi bohong " ucap Aditha
Jyandra hanya diam karna tidak bisa menyangkalnya
" benarkan dia itu berbohong !" ucap Aditha
" apa anda tidak mau pergi "
seru Jyandra sambil mengarahkan kayu yang sering di pakai untuk cuci baju ke arah Aditha dan bersiap melemparkan kayu itu
" iya, iya saya pergi " ucap Aditha sambil pergi membawa kudanya
Jyandra yang selesai mencuci baju pun pergi membersihkan dirinya lalu setelahnya menjemur pakaiannya.
" aku sangat ingin melihat festival " gumam Jyandra
" nona Jyandra tuan menyuruh nona menghadap pada tuan sekarang di tempat latihan " ucap Arizo
" baik, saya akan menaruh dulu wadah bekas cucian pakaian saya dulu " seru Jyandra
tak lama setelah Jyandra menyimpan wadah itu Jyandra langsung pergi ke tempat latihan menghadap Ericson, karna Ericson sedang latihan jadi Jyandra mengamati Ericson latihan berpedang.
" bawakan minum untuk saya " ucap Ericson
" baik "
sahut Jyandra sambil pergi ke dapur mengambil minum.
" mungkin pelayanan gadis ini di malam hari sangat enak hingga membuat panglima tidak melepaskannya "
" benar dia sangat beruntung bisa bermalam panas dengan panglima"
" ya, saya pikir panglima hanya pura- pura membutuhkan pelayan kamar, ternyata benar"
" mungkin karena pelayanan nya sangat bagus hingga tidak rela melepaskannya"
" bagaimana bisa sebagus itu jika dia dulunya bukan lac*r "
" benar! mungkin dia adalah lac*r yang haus kekuasaan hingga tak tahu malu "
bisik- bisik para dayang di dapur
Jyandra tak menghiraukan semuanya dan hanya mengacuhkan semua perkataan dayang- dayang itu.
" tuan ini minum nya" ucap Jyandra
" bantu saya minum " seru Ericson
"hah apa?" seru Jyandra dengan kaget
" saya hanya menyuruh Anda membantu saya minum kenapa begitu kaget " ucap Ericson
" bukan, bukan apa- apa "
seru Jyandra yang kemudian membantu Ericson minum dan tatapan matanya saling bertemu di jarak yang sangat dekat itu.
" ma… maaf " seru Jyandra
" tidak apa " sahut Ericson
" yang benar saja dia tidak marah " gumam Jyandra
" pergilah bersiap kita akan keluar " ucap Ericson
" kemana? "tanya Jyandra
" melihat pestival " seru Ericson
" benarkah! kita? bersama ? melihat pestival" ucap Jyandra dengan senangnya
...the next bab……...