JYANDRA

JYANDRA
latihan pedang Ericson



Namun rasa tenang itu hilang karna terdengar suara pengacau yang benar saja langsung menyapa Jyandra dan membuatnya kesal


" aduh ternyata tuan putri ku sedang mencuci pakaian " ucap Aditha


Jyandra terus menerus mengacuhkan lagi dan lagi setiap perkataan Aditha


'' apa kamu menyukai Ericson ?" tanya Aditha


" jika iya kenapa? jika tidak juga kenapa ?" tanya Jyandra


" aku hanya memberitahumu jangan mau menjadi kekasihnya aku menjamin kamu tidak akan bahagia " ucap Aditha


" kenapa anda berkata demikian ? ouh saya faham " seru Jyandra


" faham kan, jadi jangan mau sama dia ya " ucap Aditha


" iya saya faham mengapa anda berpikir menjadi kekasih Ericson itu tidak bahagia " seru Jyandra


" nah gitu, jadi jangan mau sama dia " ucap Aditha


" saya faham anda berpikir sampai seperti itu, mungkin di karenakan kamu pernah menjadi kekasih panglima hingga kamu sangat tahu jika menjadi kekasihnya itu tidak akan pernah merasa bahagia " seru Jyandra


" iya, iya bener " ucap Aditha


lalu Jyandra tertawa dengan puas mendengar jawaban dari Aditha, Aditha yang merasa ucapannya salah pun langsung membetulkan ucapannya


" ahh mana ada, mana ada hal yang seperti itu !" ucap Aditha


" saya sendiri juga tidak berpikir seperti itu " gumam Jyandra


" ayolah mending ikut bersama ku ke pestival" ucap Aditha


" maaf saya tidak bisa " seru Jyandra


" bukankah yang di katakan Ericson tadi bohong " ucap Aditha


Jyandra hanya diam karna tidak bisa menyangkalnya


" benarkan dia itu berbohong !" ucap Aditha


" apa anda tidak mau pergi "


seru Jyandra sambil mengarahkan kayu yang sering di pakai untuk cuci baju ke arah Aditha dan bersiap melemparkan kayu itu


" iya, iya saya pergi " ucap Aditha sambil pergi membawa kudanya


Jyandra yang selesai mencuci baju pun pergi membersihkan dirinya lalu setelahnya menjemur pakaiannya.


" aku sangat ingin melihat festival " gumam Jyandra


" nona Jyandra tuan menyuruh nona menghadap pada tuan sekarang di tempat latihan " ucap Arizo


" baik, saya akan menaruh dulu wadah bekas cucian pakaian saya dulu " seru Jyandra


tak lama setelah Jyandra menyimpan wadah itu Jyandra langsung pergi ke tempat latihan menghadap Ericson, karna Ericson sedang latihan jadi Jyandra mengamati Ericson latihan berpedang.



" bawakan minum untuk saya " ucap Ericson


" baik "


sahut Jyandra sambil pergi ke dapur mengambil minum.


" mungkin pelayanan gadis ini di malam hari sangat enak hingga membuat panglima tidak melepaskannya "


" benar dia sangat beruntung bisa bermalam panas dengan panglima"


" ya, saya pikir panglima hanya pura- pura membutuhkan pelayan kamar, ternyata benar"


" mungkin karena pelayanan nya sangat bagus hingga tidak rela melepaskannya"


" bagaimana bisa sebagus itu jika dia dulunya bukan lac*r "


" benar! mungkin dia adalah lac*r yang haus kekuasaan hingga tak tahu malu "


bisik- bisik para dayang di dapur


Jyandra tak menghiraukan semuanya dan hanya mengacuhkan semua perkataan dayang- dayang itu.


" tuan ini minum nya" ucap Jyandra


" bantu saya minum " seru Ericson


"hah apa?" seru Jyandra dengan kaget


" saya hanya menyuruh Anda membantu saya minum kenapa begitu kaget " ucap Ericson


" bukan, bukan apa- apa "


seru Jyandra yang kemudian membantu Ericson minum dan tatapan matanya saling bertemu di jarak yang sangat dekat itu.


" ma… maaf " seru Jyandra


" tidak apa " sahut Ericson


" yang benar saja dia tidak marah " gumam Jyandra


" pergilah bersiap kita akan keluar " ucap Ericson


" kemana? "tanya Jyandra


" melihat pestival " seru Ericson


" benarkah! kita? bersama ? melihat pestival" ucap Jyandra dengan senangnya


...the next bab……...