JYANDRA

JYANDRA
mulai bergerak



" benar saya seorang bangsawan sampai tiga hari lalu, saya adalah bangsawan yang hangus dalam satu hari karna mempercayai orang yang baru datang pada keluarga saya " seru Jyandra


...perkelahian berhenti saat Jyandra berkata seperti itu Ericson melepaskan tangan Jyandra yang ia pegang dengan kuat...


" jika begitu saya akan mengingat perkataan anda " seru Ericson


" apa yang mulia panglima masih ingin saya obati ?" tanya Jyandra


" ya" seru Ericson


" bukankah tuan panglima sudah setuju untuk tidak mempercayai orang yang baru Anda kenal " ucap Jyandra


" mulai dari saat ini anda akan terus ikut bersama saya kedepannya bersama Arizo " ucap Ericson


" tapi tuan… " seru Jyandra


" apa anda tidak puas ? jika begitu anda bukanlah pelayan melainkan tabib, tabib pribadi jadi anda bertanggung jawab jika saya sakit!" ucap Ericson


" tapi… tuan… " sahut Jyandra


" apa anda lebih suka jadi penghibur? daripada tabib" ucap Ericson


" tentu saya lebih suka menjadi tabib " seru Jyandra


" tidur, besok anda akan memulai pengobatan saya " ucap Ericson


" baik, yang mulia panglima " seru Jyandra


" Anda bisa memanggil saya panglima saja tidak perlu terlalu panjang " ucap Ericson


" bukankah itu tatakrama yang ada ?" seru Jyandra


" saya memberi anda izin memanggil saya dengan sebutan nama jika tidak panglima " ucap Ericson


" baik saya mengerti " sahut Jyandra


Jyandra merasa bingung karna hanya ada satu tempat tidur dia melihat ke setiap sudut kamar dan melihat hamparan kecil lalu mengambilnya dan menghamparkannya di lantai


" tidur di tempat tidur bersama saya " ucap Ericson


" baik " sahut Jyandra , namun masih tetap saja ia tidur di hamparan yang ia hamparkan


" menurut anda menjijikan tidur bersama saya ?" tanya Ericson


" mana mungkin saya tidak merasa jijik tidur di dekat anda " seru Jyandra


" kalau begitu naik ke tempat tidur lalu tidur di sana, kenapa engkau masih tidur di bawah ?" ucap Ericson


" mengapa anda tahu ?" tanya Jyandra


" jadi maksud yang mulia anda mengetahui pergerakan saya hanya dari suara ?" tanya Jyandra


...Ericson hanya diam tak menjawab namun Jyandra sudah mengetahui jawabannya yaitu ya, dengan cepat Jyandra naik ke atas...


...kasur dan tidur tanpa rasa waspada...


tak lama Ericson menutup semua jendela dan pintu lalu memeriksa apakah Jyandra sudah tertidur


" Arizo " ucap Ericson


Arizo dengan cepat datang menghampiri Ericson


" saya menghadap, panglima " seru Arizo


" cari tahu keluarga bangsawan mana yang hancur dalam satu hari " ucap Ericson


" baik tuan " seru Arizo


" bagaimana pergerakan ratu dan raja " ucap Ericson


" ratu sudah mengirim lagi perempuan kemari namun sepertinya perempuan itu pulang cepat karna suatu hal, dan raja terus menaikkan pajak dan membayar setengah upah pada rakyat yang bekerja " seru Arizo


" terus awasi dan semua bangsawan lainnya yang mencurigakan " ucap Ericson


" termasuk paman penasehat ?" seru Arizo


" semuanya tanpa kecuali, mulailah bergerak secara perlahan " ucap Ericson


" saya mengerti tuan, tapi… " seru Arizo


" kamu khawatir kita kalah, bermainlah dengan rapi, karna ulah petinggi- petinggi kerajaan kita, sebuah kerajaan hancur tanpa sisa " ucap Ericson


" baik yang mulia " seru Arizo


" jangan sampai meninggalkan jejak atau bukti, buat seolah perbuatan anda adalah perbuatan orang lain" ucap Ericson


" baik tuan… " sahut Arizo


" bagaimana dengan warga ?" tanya Ericson


" dua hari yang lalu dan kemarin ada beberapa warga yang di cambuk lagi oleh para pelajurit" seru Arizo


" raja kepar*t " gumam Ericson sambil mengepalkan tangannya


...the next bab……...