
" Arizo bawa pergi Aditha Bayuwira pergi membersihkan dirinya" ucap Ericson
Arizo datang dan membawa pergi Aditha
" siapa orang itu ?" tanya Jyandra
" pemegang data keuangan istana " seru Ericson
" anda sudah lancang dua kali " ucap Ericson
" saya mohon maaf saya hilaf lagi " seru Jyandra
" berdiri dengan tangan di tempat latihan " ucap Ericson
" baik " sahut Jyandra
Jyandra pergi ke tempat latihan bersama Arizo karna belum tahu sudut tempat kediaman panglima
" apa yang anda lakukan sehingga membuatnya menghukum anda " tanya Arizo
" saya melawan perkataannya dua kali " seru Jyandra
" apa hukuman yang di berikan ?" tanya Arizo
" belum " seru Jyandra
" maksudnya belum tuh gimana ?" tanya Arizo
" belum ngasih hukumannya panglima hanya menyuruh saya pergi ke tempat latihan " ucap Jyandra
" kepribadiannya nggak jauh dari tuan " gumam Arizo
" apa saya boleh memakai alat- alat ini ?" tanya Jyandra
" ya silahkan " seru Arizo
" saya belum dapetin apa- apa tentang orang- orang istana aku harus beraksi secepatnya, dan mereka menyimpan dimana kepala- kepala keluarga saya! awas saja kalian!! " gumam Jyandra yang tanpa sadar memanah tanpa arah dan tujuan hingga anak panah itu mengarah pada Ericson yang baru datang
" tuan awas!" teriak Arizo
Ericson yang mendengar pergerakan anak panah langsung memegangnya dengan tangan
" ma… maaf " seru Jyandra
" apa kamu hilaf lagi ?" tanya Ericson
" saya nggak hilaf hanya kurang fokus " seru Jyandra
Ericson menghampiri Jyandra
" seperti ini caranya memanah " ucap Ericson sambil mengarahkan tangan Jyandra
Arizo sangat terkejut karna tuannya yang tidak suka berdekatan itu kini tak ada jarak diantara tuannya dan gadis itu
" simpan busurnya dan berdiri dengan tangan di atas kayu yang di atas sana " ucap Ericson
Jyandra langsung menuruti perkataan Ericson, berdiri dengan tangan di atas kayu yang hanya sebesar genggamannya berdiri di bawah panasnya terik matahari di tengah hari
hukuman sudah berlangsung berjam- jam Jyandra yang hanya makan sedikit itu mulai merasa pusing dan lemas pandangannya semakin buram dan memudar tubuhnya sudah tidak seimbang
BRUGH!!
Jyandra terjatuh dengan kondisi yang masih sadar, Ericson dan Arizo menghampiri Jyandra
" maaf " seru Jyandra
Ericson pergi menggendong Jyandra ke kamar di sebelahnya
" tuan menggendongnya sendiri ? musim semi telah tiba !" gumam Arizo
malam hari Jyandra terbangun dan melihat Ericson yang sedang duduk di dekat jendela
" tuan? maafkan saya " ucap Jyandra
" apa kesalahan anda ?"tanya Ericson
" saya terlalu lemah, hingga terjatuh saat saya menerima hukuman " seru Jyandra
" dan " ucap Ericson
Jyandra berpikir keras dan apa? lalu kesalahan apa lagi yang telah diperbuat dirinya
" jika kamu seorang tabib pasti kamu tahu bahwa harus mengonsumsi makanan dengan cukup " ucap Ericson
" jadi karna saya makan sedikit " gumam Jyandra
" saya paham " seru Jyandra
" apa yang kamu pahami ?" tanya Ericson
" lain kali saya sebagai tabib panglima akan makan secukupnya " seru Jyandra
" apa yang akan anda lakukan ? saya sudah membuang banyak waktu saya di sini " ucap Ericson
" apa? padahal ini kemauannya tapi berbicara seolah- olah saya memintanya menunggu di sana! " gumam Jyandra
" apa yang akan anda lakukan sebagai ganti waktu saya yang berlalu sia- sia " ucap Ericson
" obat! saya akan mengobati anda, dan kamar siapa ini?" seru Jyandra
" baik, untuk kedepannya kamu akan tinggal di kamar ini " ucap Ericson
" terimakasih " seru Jyandra
" Dara " ucap Ericson
" hah " seru Jyandra yang kebingungan
" mulai sekarang nama panggil anda Dara " ucap Ericson
" ah ya" seru Jyandra yang kebingungan
...the next bab…………...