
" saya menyuruhmu menyiapkan alat tulis, bukan diri anda" ucap Ericson
Jyandra kembali mengikat kembali tali pakaian yang ia lepas
dengan rasa malu Liliana menyiapkan Mangsi (tinta Gentur ), Kalam, dan menyimpannya di atas meja Jyandra menundukkan kepalanya dan duduk di dekat Ericson
PLAAK!
sebuah gulungan buku yang Ericson lemparkan pada Jyandra karna terlihat Jyandra tidur dengan duduk di dekatnya, Jyandra langsung membuka matanya
" sabar!" gumam Jyandra
" ambilkan teh" ucap Ericson
" baik " sahut Jyandra
tak lama Jyandra kembali membawa teh untuk Ericson
" buka pintu dan jendela " ucap Ericson
"baik " sahut Jyandra
" sudah malam begini, apa dia nggak ngerasa kedinginan gitu, semua pintu dan jendela suruh di buka " gumam Jyandra
Jyandra membuka semua jendelanya dan pintu besar itu lalu Jyandra berdiri di depan pintu dengan heran sambil melihat ke arah Ericson
" Anda menghalangi pemandangan " ucap Ericson
Jyandra melihat ke samping dan ke belakangnya namun tidak ada siapapun
" siapa yang di maksud anda, tiang kekaisaran panglima ? " tanya Jyandra dengan sopan
" menurut anda? " tanya balik Ericson
dengan kesal Jyandra berjalan kembali ke arahnya sambil menggerutu
" bukankah dia buta? pemandangan apa yang bisa di lihatnya" gerutu Jyandra
" sekali lagi " ucap Ericson
" hamba tidak mengatakan apapun " seru Jyandra
" gantung kepala anda" ucap Ericson
" maafkan saya tiang kekaisaran tuan panglima, saya tidak sengaja bergerutu tadi" seru Jyandra
" siapa Anda sebenarnya ?"
tanya Ericson sambil mendorong Jyandra hingga Jyandra terbaring di lantai dan Ericson menekan leher Jyandra dengan tangannya
" mohon ampun hamba hanya seorang rakyat yang sedang membutuhkan pekerjaan " seru Jyandra
" jangan berbohong " ucap Ericson
" saya tidak sedang berbohong, tiang kekaisaran panglima " seru Jyandra
" kenapa seorang rakyat bisa mengetahui saya buta " ucap Ericson
" bukankah itu bisa terlihat hanya dengan satu kali melihat " seru Jyandra
" siapa kamu sebenarnya ?" sekali lagi Ericson bertanya hal yang sama
" saya sudah mengatakannya saya seorang yang sedang mencari pekerjaan " ucap Jyandra
" bohong ! Anda sedang berbohong " seru Ericson
" bagaimana mungkin saya berani berbohong pada tiang kekaisaran " ucap Jyandra
" penyakit saya tidak bisa di lihat oleh orang lain " ucap Ericson
" pantas saja orang lain seperti tak menyadarinya saat kontes " gumam Jyandra
" katakan ! siapa Anda sebenarnya ?" tanya Ericson sambil memegang kedua tangan Jyandra kebelakang
di luar ada seorang gadis cantik kiriman permaisuri untuk melayani kamar Ericson, sayang dia datang di waktu yang tepat saat sudah dekat sekali dengan pintu kamar gadis itu mendengar suara seorang gadis yang merintis kesakitan
" ah sakit " teriak Jyandra
gadis suruhan permaisuri itu langsung pergi karna ia pikir gadis di dalam kamar sedang melakukan pelayanan tubuh pada Ericson
" katakan ?!" ucap Ericson
" sebenarnya saya pernah sekolah di sekte obat dan saya sudah menjadi master " seru Jyandra
" apa anda sedang berbohong ?" tanya Ericson
" saya tidak sedang berbohong "seru Jyandra
" jika kamu tidak berbohong, lakukan pengobatan kepada saya " ucap Ericson
" bagaimana jika saya malah memberi anda racun " seru Jyandra
" jika begitu maka saya telah tertipu " sahut Ericson
" sebaiknya orang yang memiliki pangkat tinggi seperti bangsawan tidak mudah percaya pada orang yang baru di temui nya " seru Jyandra
Ericson terdiam karna sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan Jyandra
" bagaimana kamu bisa berkata seperti itu seolah diri anda adalah bangsawan, dan bagaimana cara keluarga anda membiayai anda di sekte ? " tanya Ericson
" benar saya seorang bangsawan sampai tiga hari lalu, saya adalah bangsawan yang hangus dalam satu hari karna mempercayai orang yang baru datang pada keluarga saya " seru Jyandra
^^^ the next bab………^^^