JYANDRA

JYANDRA
lari



" oleh karna itu saya sudah mengumpulkan pasukan untuk menggulingkan posisi raja" ucap Ericson


" hah dia? menggulingkan ayahnya sendiri dari tahta ? " gumam Jyandra sambil bengong melihat Ericson yang sedang berjalan di depannya


setelah beberapa lama


" haaa uh " Jyandra menarik nafas panjangnya karena kelelahan


" kita istirahat dulu " ucap Ericson


" bagaimana? orang tempatnya juga di penuhi rumput mana tingginya sebaran lagi " seru Jyandra..


Ericson terus berjalan dengan langkah kakinya yang besar, Jyandra hampir tertinggal karena Ericson berjalan terlalu cepat


" katanya mau istirahat !" gumam Jyandra dari belakang Ericson yang tiba- tiba berhenti


" ada apa? " tanya Jyandra


" istirahatlah di bawah pohon kayu itu, Saya akan mengambil air dari " ucap Ericson sambil berjalan ke arah air terjun


Jyandra berteduh di bawah pohon kayu yang besar itu sedangkan Ericson pergi mengambil air


tak lama Ericson kembali dengan ikan di tangannya dan kantong air yang penuh


" wah ikan, darimana ? " tanya Jyandra


" dari sungai " seru Ericson


" ah jangan- jangan anda nyuri lagi " ucap Jyandra


" mana ada " seru Ericson


mereka menyalakan api lalu makan bersama tak lama mereka selesai makan


SREEEEET


untuk kedua kalinya sebuah anak panah kembali mengarah ke arah mereka, namun siapa sangka kali ini anak panah itu tertancap di dada kiri Ericson


" haaaa ugh " deru Ericson yang terlihat kesakitan


Jyandra langsung terbangun dan waspada


" tidak ada waktu "


ucap Ericson sambil menarik Jyandra berlari dengan anak panah yang masih menancap di dadanya


" hey tunggu " seru Jyandra


Ericson pun berhenti


" kemari " ucap Jyandra


lantas Ericson pun berbalik ke arah belakang lalu Jyandra mencabut anak panah itu dengan satu kali tarikan


" aaakhhh " Ericson mengeluarkan suaranya dengan nada keras karna ke sakitan


Jyandra dengan cepat membuka baju Ericson


" diam berisik tidak ada waktu lagi " ucap Jyandra


Jyandra membuka paksa baju Ericson lalu dia menyobek sebagian besar bagian bawah dari pakaiannya lalu membalut luka Ericson


" jika saja saya tidak bersamanya, meski dalam ke adaan begini saya bisa melawan orang- orang itu " gumam Ericson


" mungkin kita bisa mengalahkan mereka, tapi sepertinya jika sudah mengalahkan mereka juga mereka akan terus mengejar kita dengan orang yang berbeda, jadi sepertinya itu hanya akan membuang- buang waktu " ucap Jyandra


pada akhirnya mereka terus lari dari kejaran assassin itu


"agkkkkkh" tanpa sengaja Jyandra menginjak lubang yang sangat besar hingga membuatnya jatuh ke dalam lubang


" hey Dara " ucap Ericson


" pergi cepat! " seru Jyandra yang berada di dalam lubang itu


Ericson pun langsung pergi meninggalkan Jyandra tanpa berkata- kata


" dia benar- benar pergi meninggalkan saya tanpa mengucapkan satu kata pun, dasar " gumam Jyandra


" tapi bagaimana saya bisa naik ke atas " ucap Jyandra


Jyandra mencoba berusaha untuk naik ke atas namun karna tanah hutan yang lembab membuatnya terjatuh kembali, lagi dan lagi terus mencoba pada akhirnya Jyandra selalu terjatuh hingga hampir semua di bagian tubuhnya kotor


" bodo amat lah, jika mati di sini pun tak apa, lagian kaisar kondisinya juga pasti sudah melemah, lalu penasihat akan di penggal karna dia akan menjadi tersangka utama yang meracuni raja " gumam Jyandra sambil duduk meluruskan kakinya dan bersandar


PLUK!


sebuah tali terjatuh ke dalam lubang itu


" mampus, mati ni saya " gumam Jyandra sambil pasang kuda- kuda perangnya


" cepat pegang tidak ada waktu lagi " ucap Ericson


" Eric " seru Jyandra


" tapi… " seru Jyandra


" cepat! cepat! tidak ada waktu untuk berpikir " ucap Ericson


Jyandra langsung memegang tali itu dan di tarik Ericson naik ke atas


setelah naik ke atas mereka membuang tali itu ke lubang tadi dan langsung berlari kembali


" saya pikir anda meninggalkan saya " ucap Jyandra


" mana mungkin " seru Ericson


" apa belum mendapat balasan dari Arizo ?" tanya Jyandra


" belum, mungkin saja dia baru mendapatkan suratnya " ucap Ericson


tak lama mereka berlari di semak itu mereka keluar dari semak dan menemukan air danau yang indah, namun tak lama keindahan itu hanya sekejap para assassin yang di perintahkan penasihat mengepung mereka berdua


bersambung…… the next chapter…… see you …