In Between

In Between
Cassanova Yang Dipertanyakan 1



-Sigra POV-


 


 


Akhirnya gue dapet kesempatan juga buat klarifikasi semuanya. Fuih... pokoknya gue harus mengembalikan lagi nama baik gue.


 


Gue, Sigra Athariz Hutama, sang cassanova ibu kota, adalah laki-laki sejati dan tidak pernah sekalipun punya masalah di ranjang. Hobi gue tebar benih ke sana ke mari, menancapkan bendera ke semua benua. Beneran, hampir semua ras penduduk bumi pernah gue coba. Dan tiap-tiap dari mereka punya ke-khas-annya sendiri-sendiri. Misalnya, cewek kulit putih di Amrik, beuh... mereka ini liar-liar mainnya. Kepercayaan diri mereka tinggi banget. Biarpun belum lama lepas perawan, tapi mereka open-minded, mau mencoba berbagai hal baru. Ini yang gue suka. Jadi bisa bereksperimen macem-macem. Mereka juga terkadang dominatif. Jadi nggak perlu gue melulu yang inisiatif. Tapi kalau udah ngedesah, ilang femininnya. So emansipasif emang mereka tuh. Kalau cewek Asia sih rata-rata penganut aliran konvensial. Harus cowok mulu yang usaha, mereka tinggal berbaring pasrah menunggu instruksi si cowok. Walaupun ada beberapa yang inisiatif juga, tapi cuma di awal-awal doang. Selebihnya mereka kembali jadi submissive. Jadi cowoknya harus kerja ekstra.


 


Biarpun jam terbang gue tinggi, tapi gue nggak main-main sembarang. Gue harus jaga diri dong biar tetep bersih dan higienis. Nggak pernah gue main sama orang yang sama lebih dari sekali. Dan itupun gue harus pastikan mereka bersih. Semua cewek yang pernah main sama gue pasti terpuaskan. Adek gue yang dibawah kalo udah ngaceng bikin cewek-cewek langsung basah. Ukurannya jumbo, berurat, dan keras. Keperkasaannya sudah dibuktikan berulang kali. Sodokannya nggak pernah meleset. Selalu bisa bikin cewek terbang melayang-layang bahkan sampai banjir kemana-mana.


 


 


Malam itu, gue lagi santai-santai di Nottingham Forest Coctail Bar, menjernihkan pikiran gue sesaat setelah penat dengan segala aktivitas bisnis gue. Rasanya, udah lama banget gue nggak main-main kayak gini. Gue butuh sedikit relaksasi untuk meregangkan otot-otot gue. Sambil menyesap minuman beralkohol rendah, gue mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan, memindai daun muda Italia yang bisa gue pake untuk melemaskan otot-otot gue. Baru setengah gelas gue habisin, tiba-tiba gue dirangkul dari belakang.


 


"Where are you going. I'm looking for you (Kamu kemana aja. Aku cariin juga)" celoteh wanita  mabuk itu. Gue cuma diem  saat wanita itu membalikkan badan gue dan duduk di pangkuan gue. Ditangkupnya wajah gue menghadapnya. "He..he..he lo cakep juga"


 


"Lo orang Indo?" gue terkejut mendapatinya berbicara bahasa negara gue. Tapi kayaknya percuma ngomong sama dia, udah mabuk berat gitu.


 


"Let's go" Gue biarin cewek itu narik gue dan bawa gue ke kamar yang dia sewa. Setelah melepas blazer dan sepatunya, dia merangkak ke ranjang. Gue mengikutinya dari belakang. Dagu gue ditarik dengan jari lentiknya, dan dia pun berkata, "Let's see how you service me tonight (Ayo lihat bagaimana kamu melayani ku malam ini)."