I Was Your Man

I Was Your Man
Cemburu



Apa yang akan dilakukan laki-laki jika sedang cemburu?


Bila seorang wanita cemburu, biasanya akan lebih cerewet atau malah sebaliknya, diam seribu bahasa. Wanita cemburu jarang melakukan kekerasan fisik. Ya, paling mentok tarik-tarik rambut atau main cakar-cakaran. Namun, bila laki-laki yang cemburu?


Sudah banyak berita yang dilihat Yasmin di TV tentang suami yang tega menghabisi nyawa istri dengan motif cemburu buta. Yasmin sudah bergidik sendiri membayangkan Zafier mengakhiri hidupnya. Wajah Zafier memang dingin dan menyeramkan. Apalagi kalau dia marah.


Begitu pintu lift terbuka di lantai tujuh belas, Zafier menarik lengan Yasmin. Gadis itu bahkan harus setengah berlari untuk mengikuti langkah cepat Zafier. Ketika mereka masuk ke dalam apartemen, Zafier langsung menjatuhkan tubuh Yasmin ke sofa ruang tamu. Namun, Yasmin bangkit kembali.


Wajah Zafier tampak sangat mengerikan selama yang pernah Yasmin lihat. Dia mencengkram dagu Yasmin, meminta menatap balik.


"Yasmin." Bibir Zafier bergetar membuat Yasmin menelan salivanya. "Siapa aku?"


Hah. Apa maksudnya.


"Jawab!" teriak Zafier sambil menggoyangkan dagu Yasmin.


"Kamu.."


"Aku suamimu, bukan?"


"Bukan."


Zafier melepas cengkramannya dan mundur beberapa langkah. Sorot mata Zafier terlihat sangat kesal. "Jadi selama ini kamu menganggapku apa?"


"Kamu memang suamiku. Tapi itu dulu. Sekarang kamu tidak lebih hanya seorang pengawal bagiku." Yasmin menggigit bibir bawah. Menyesali ucapannya sendiri yang hanya membuat Zafier makin tersulut. Tapi memang kenyataannya seperti itu. Dia tidak mencintai suaminya lagi.


"Aku belum menandatangani surat gugatan cerai darimu. Itu artinya secara hukum aku masih menjadi suamimu meski kau mengelak." Zafier mendorong Yasmin untuk duduk. "Dan apakah ini perilaku seorang istri? Bertemu pria lain tengah malam? Berciuman di hadapan suamimu sendiri?"


Apanya yang berciuman? Pria playboy itu yang mencuri ciuman dariku. Aku juga tidak sudi dicium olehnya.


"Kenapa kau diam? Kau senang dengan dia?"


Zafier mendekatkan wajahnya. Takut Zafier akan melakukan kekerasan fisik membuat Yasmin memundurkan wajah dan hanya dengan satu dorongan dari Zafier, Yasmin terjerembab di sofa. Tubuh Zafier berada di atas Yasmin, menindih kaki Yasmin agar tidak bisa bergerak.


"Apa yang saja yang kalian lakukan di belakangku? Sejauh apa hubungan kalian?"


"Bukan urusanmu." Yasmin membuang muka. Ada sebuah kristal bening di pelupuk matanya. "Jangan berharap lebih dariku. Aku tidak mencintaimu lagi."


"Beraninya kau bicara seperti itu pada suamimu sendiri. Sementara di luar sana kau tersenyum pada pria lain." Zafier setengah berteriak hingga Yasmin mengkerut takut.


"Kenapa kau tidak tanda tangani saja surat gugatan cerai? Maka masalahnya akan selesai. Kau bisa mencari wanita lain yang sesuai seleramu. Wanita yang layak menjadi menantu ibu. Dan aku juga akan hidup bahagia tanpa ada dirimu."


Yasmin bisa merasakan desis marah Zafier yang berada di atasnya.


"Itu hakku menceraikanmu atau tidak." Teriak Zafier. "Selama aku belum menceraikanmu, statusmu masih menjadi istriku. Dan jaga sikapmu dengan pria lain, mengerti?"


Zafier mengelus pipi Yasmin tepat di tempat Leo mendaratkan ciumannya. Seolah dia sedang menghapus bekas ciuman itu. "Atau memang kau sudah jatuh hati pada pria itu?"


Yasmin diam tidak menjawab. Dia lebih memikirkan supaya dapat lepas dari Zafier yang terus menindihinya.


"Kau bukan suamiku."


"Katakan lagi." Zafier menggeram.


"Kau bukan suamiku, kau bukan suamiku."


Satu kecupan singkat didapat Yasmin. Matanya melotot seketika mendapatkan ciuman tak terduga untuk ke dua kali. Walau kali ini dari pria yang berbeda.


Zafier menjatuhkan bibirnya lagi, mengecup bibir merah Yasmin. Kecupan berikutnya lebih lama. Kecupan yang hangat dan lembut. Meski pada awalnya Yasmin dibuat kaget, lama dia merasa sangat nyaman dan terbawa arus permainan lidah Zafier. Dia tahu suaminya sedang sangat marah tapi kecupan yang dia dapat amat lembut dan penuh penghargaan. Dia merasa sangat dicinta.


Zafier melepas kecupan, memeluk erat tubuh istrinya. Mengela napas panjang dan berbisik di telinga Yasmin. "Aku hanya khawatir padamu. Asal kamu tahu, Irene sedang mencari siapa saja wanita yang dekat dengan Leo. Dia bahkan sampai melakukan penganiayaan. Aku tidak mau kau terluka. Aku mencintaimu, Sayang."


Satu kecupan lagi sebagai kecupan penutup. Setelah itu, Zafier bangun dan pergi ke luar apartemen. Dia butuh udara dingin untuk melepas semua perasaan yang ada di dalam dirinya.


Sedangkan, Yasmin masih terdiam di atas sofa. Tatapannya kosong. Jemarinya mengelus bibir. Tak menyangka Zafier akan menciumnya dengan sangat lembut. Pipi Yasmin bersemu merah mengingat kejadian yang baru saja dia alami.


Dia juga tidak menyangka Zafier mengucapkan kata cinta padanya. Meski sebelumnya Zafier mengatakan itu padanya. Tapi kali ini, Yasmin bisa merasakan hempasan cinta itu sendiri. Ditambah lagi Zafier memanggil dengan panggilan sayang.


Perasaan apa ini? Tidak. Aku tidak mungkin mencintai dia lagi. Aku sudah mengubur perasaan cintaku pada Zafier.


Namun, di saat yang sama, Yasmin juga mengingat kata-kata Zafier bahwa Irene sedang mencari wanita yang dekat dengan Leo. Apakah itu benar? Bahkan sampai ada penganiayaan? Atau Zafier hanya sedang menakutinya saja?


Yasmin kembali ke kamar. Meringkuk di bawah selimutnya yang hangat. Dia yakin bahwa Zafier tidak berbohong. Istri mana yang rela dan membiarkan suaminya berselingkuh.


Jika benar, Yasmin menjadi merasa bersalah pada Zafier. Dia mengaku salah. Pergi keluar tengah malam untuk menemui seorang pria. Meski mereka tidak melakukan apapun, seharusnya dia meminta izin terlebih dahulu. Dan lagi dia telah mengucapkan kata-kata yang mungkin menyakiti hati suaminya.


Apa yang sudah aku lakukan?


Di sisi lain, Zafier yang tengah duduk di taman, merenung di bawah sinar lampu. Dia menarik napas panjang. Cemburu, marah, kecewa dan sakit hati bercampur jadi satu.


Istri yang selama ini dia cari, telah menganggapnya orang lain, bukan lagi seorang suami. Apalagi istrinya sendiri menjadi dambaan Tuan Leo. Dia tahu watak dari bosnya itu. Harus mendapatkan apa yang dia mau.


Zafier mengacak-acak rambutnya frustasi. Berteriak untuk mengusir semua keresahan hati.


Apa yang harus dia lakukan sekarang? Membiarkan Yasmin hidup dengan pria lain sangat menyesakan. Sekalipun dia mendapatkan Yasmin, wanita itu sudah tak lagi mencintainya.


Mungkin sekarang dia harus memutuskan hubungan kerja dengan Tuan Leo.


Zafier meraih hp di dalam saku celana berniat menelepon Tuan Leo. Tapi dia mengurungkan niatnya.


Jika dia tidak lagi bekerja pada Tuan Leo, dia juga tidak akan bisa mendapatkan informasi tentang rencana Irene. Bagaimana kalau Irene tahu Tuan Leo sedang mengejar Yasmin? Gadisnya itu akan berada dalam bahaya.


Tiba-tiba ponsel Zafier berbunyi. Ada pesan masuk.


Zaf, kapan kamu akan menemui ibu, Nak?


Tbc