I LOPE YOU UJANG

I LOPE YOU UJANG
Alibimu



"Reina... Rei... tunggu dulu,". Zakir, mencegah Reina. Yang ingin menghindari darinya.


"Apaan sih? Aku sibuk,kerja,". Menghempaskan cengkalan Zakir. Dengan nada marah-marah.


"Kenapa? Kenapa kamu selalu menghindariku ku ha..!!! Kalau ada masalah tolong katakan,". Decak Zakir, entah mengapa beberapa hari ini. Reina, selalu menghindar dari Zakir. "Telpon dan pesan Wa,gak kamu balas juga,".


"Aku capek, makanya tidak membalas pesan dari mu," ketus Reina. "Pergilah, aku sibuk. Masih banyak pekerjaan yang balum beres. Lepaskan tanganmu dari tanganku,". Pinta Reina.


Namun malah semakin erat Zakir, mencekram lengan Reina. "Apa ada yang salah ha? Sehingga kamu tak memperdulikan aku lagi Reina,". Tanya Zakir. Namun secepatnya Reina, menggeleng kepala.


"Tidak ada..!! Aku hanya lelah,". Jawab Reina.


"Kenapa kamu tiba-tiba berubah Rei,apa ada seseorang yang terjadi saat kamu pulang kemarin,". Tanya Zakir,ia menatap tajam ke arah kekasihnya.


Huuuuff...tenangkan dirimu Reina, sebentar lagi akan bebas dari Zakir,batin Reina. "Sudah aku katakan, bukan. Kalau tidak apa-apa,aku hanya lelah. Itu saja,tidak ada apa-apa,". Reina, melemahkan ucapannya.


"Ok... sebenarnya ada yang aku omongin sayang,". Ucap Zakir.


Reina, menghembuskan nafasnya dengan berat. "Hemm... katakan lah,sayang,". Cengir kuda Reina. Sebenarnya dia merasa muak kepada Zakir.


"Gajihan ku masih lama,kamu bisa tidak meminjam uang kepada ku lagi. Aku janji gajihan nanti, akan aku bayar semuanya,". Senyum sumringah Zakir.


"Untuk apa? Bukankah uang yang kamu pinjam kemarin saja,belum kamu kembalikan,". Sungut Reina. Uang,uang dan uang. yang kemarin-kemarin saja gak di bayar.


"Plis..sayang,bantu aku yah,gak banyak kok cuman dua juta. Kamukan beberapa hari yang lalu,sudah gajihan sayang,". Zakir,mencoba membujuk Reina.


Reina, menyimpitkan bola matanya." Sayang, bukannya aku gak mau pinjamin kamu uang. Tapi,uangnya di pinjam sama tetangga orang tuaku sayang,". Alibinya Reina. aku juga jago kalau masalah berbohong zakir.


"apa...? Kok bisa sayang,kamu gak bohongin aku kan,". Zakir, nampak tak percaya dengan kekasihnya.


"Aku gak bohong sayang,kapan aku bisa bohong sama kamu. Bukankah selama ini aku selalu, meminjamkan uang kepadamu. Hemmm..,". Delik mata Reina.


Sial,gak dapat uang kalau begini,batin Zakir. "Kamu pinjam kek, sama siapa dulu yang. Soalnya ini keperluan ku,kamu pasti ada kan uang? Walaupun hanya beberapa saja,". Tanya Zakir,lagi.


"Gak ada. Aku aja minjam uang ke Amel, kalau masalah makan. Aku tinggal masak di rumah sana, soalnya banyak aku membawa sayur dan ikan,". Alasan Reina,lagi.


Hahahaha...emang enak aku bohongin,maaf aku tidak akan mau kena tipu kamu lagi Zakir. Ini belum seberapa nanti,akan aku kerjain lagi,senyum semerik Reina.


Sial,kalau aku tidak dapat uang. Cari kemana lagi? Duhh...mana ada janjian aku malam ini,batin Zakir. Ia tengah frustasi saat ini,ia tak dapat uang dari Reina. "Kamu usahain dong sayang,kamu cari kemana gitu. Terus tetangga kamu itu,kapan bayar? Apa besok,". Tanya Zakir.


"Mana aku tau sayang? Katanya secepatnya di bayarin,kalau besok mana mungkin,". Ketus Reina.


"huuffff...gimana kamu pinjam dulu dengan Amel,". Suruh Zakir,kepada Reina.


"Gak ah,aku sudah banyak menyusahkan Amel. Aku tinggal dulu,mau kerja. Nanti malah aku yang kena masalah," Reina, meninggalkan Zakir.


Terlihat jelas di wajah Zakir,ia mendengus kesal. "Bagaimana kalau aku berhutang dulu dengan Sisil,". Gumamnya.


[Sil,boleh pinjam uang gak? Kalau gajihan nanti aku bayar doble deh,nanti aku ajak keliling mall lagi].


Zakir, langsung mengirim pesan kepada Sisil.


Ting...


Terlihat jelas di layar ponselnya zakir, terpampang nama Sisil.


[Minjam uang? Gak ada Zak,aku juga perlu uang ini. Mobilku masuk bengkel] Sisil.


"Sial...siapa lagi yang harus aku kerjai,masa Sisil nggak punya uang,". Zakir, meninggalkan restoran dimana Reina bekerja.


Sedangkan Reina dan Amel, Tengah cekikikan melihat aksi Zakir. Aksinya gagal,tidak ada yang mau meminjamkan dia uang.


Ting...


Bunyi pesan masuk di ponsel Reina.


[Apa sudah ada kamu dapat pinjaman sayang? Pliss...bantu aku yah, sayang. Buat ibuku ini].


[Uangku habis sayang,kan sudah dua kali aku traktir teman-teman mu makan kemarin].


Pesan kedua masuk di ponsel Reina.


[Loh,itu bukan urusanku sayang. Sudah yah,aku sibuk]


Reina, beralasan sibuk. Agar dia tak di ganggu oleh kekasihnya yang matre itu.


*******


sudah dua hari Zakir,tidak ada mengirimkan pesan kepada Reina. merasa damai di hidup Reina.


saat Reina, pulang bekerja. ia melihat kekasihnya sedang bermesraan di jalan. terpaksa ia mengikuti kemana perginya mereka.


lumayan jauh Reina, mengikuti kekasihnya itu. hingga tibalah di sebuah taman. ia juga mengendap-endap mendekati mereka dan beberapa kali memotret. "semakin banyak bukti, semakin bagus,". gumam Reina.


selesai memotret mereka. barulah Reina, melangkah pergi kembali ke parkiran.


"Reina," panggil seseorang di belakangnya.


"Dewa,". gumam Reina,ia langsung meletakkan helm di motornya.


"ngapain kamu ke sini? apa ketemuan dengan pacarmu,". tanya dewa,ia celingukan mencari pacar Reina.


"gak Wa. tadi cuman mampir sebentar di sini,cari angin. biasa habis pulang kerja,". kekeh Reina.


Dewa, adalah teman sekolahnya dulu. satu kampung dengan Reina. lumayan jauh dari rumah orangtuanya Reina,ke rumah Dewa.


"Oh,kirain ketemuan gitu,". ujar Dewa, sambil menggaruk kepalanya.


"kamu ngapain ke sini? apa habis ketemuan,". cengir kuda Reina.


"hemmmm...iya,tapi baru ketemuan kok. masih pdkt gitu. kapan pulang,siapa tau bareng,". senyum kecil di sudut bibirnya Dewa.


"wahhh..aku sudah pulang kerumah orang tuaku,nantilah nunggu satu bulan lagi. apa kamu mau pulang,".


"hemmmm...lagian ketemuannya sudah selesai kok. yah sudah,aku berangkat dulu. nanti kemalaman sampai di rumah,". pamit Dewa.


"iya Wa, hati-hati di jalan,". kata Reina,ia melihat dewa sambil menggunakan helm.


sebenernya dulu Reina, sempat menaruh hati kepada Dewa.


karena Dewa,dulu sangat populer di sekolahan. Dia seorang ketua tim basket,apa lagi wajahnya sangat tampan. termasuk orang kaya, mungkin saja saat ini dia sedang kuliah. beda dengan Reina,ia langsung mencari pekerjaan tidak melanjutkan kuliahnya lagi.


******


Ting...nong....


bunyi bel rumah Amel, berbunyi.


"biar aku aja Mel,". Reina,bergegas menuju pintu rumah.


saat membuka pintu rumah, terlihat seorang pria tengah berdiri. siapa lagi kalau bukan Zakir.


"selamat malam sayang,". senyum merekah Zakir. Reina, langsung membalas dengan senyuman kecil.


"tumben-tumbenan malam-malam ke sini,." delik mata Reina,ia menaruh rasa curiga kepada kekasihnya.


"aku kangen sama kamu sayang,emang gak boleh? kita keluar yuk, makan-makan gitu. di restoran biasa,". Zakir, meraih tangan Reina.


"maaf, sayang. aku baru saja makan,tapi sudah habis. Amel,lahap banget makannya. lain kali aja yah,kita duduk di sini saja,". pinta Reina.


Sial,aku ingin ngajak makan malam bersama dengan modal gratis. tapi dapat buntung,batin Zakir. entah mengapa dia jadi kesal dengan sikap Reina.