I LOPE YOU UJANG

I LOPE YOU UJANG
BISIK-BISIK TETANGGA



Satu minggu kemudian.


Seperti biasanya. Reina, pagi-pagi sudah memasak untuk suaminya sebelum berangkat ke peternakan sapi.


Keluarga kecil yang harmonis. Selesai beres-beres di rumah, barulah Reina pergi ke rumah ibunya untuk membuka kios.


"Kamu tidak menunda kehamilan kan,nak". Tanya sang ibu,yang menemani Reina.


"Gak bu,doakan semoga cepat hamil". Jawab Reina, tersenyum manis.


"Alhamdulillah,ibu tidak sabar mau nimang cucu". Gumam bu Hani, tersenyum sumringah.


Saat asyik-asyiknya berbincang hangat, sebuah mobil berwarna hitam terlihat berhenti di seberang jalan kiosnya Reina.


Tentu saja membuat bu Hani dan Reina, tercengang siapa yang datang.


"Bu Asmah,". Gumam bu Hani,saat melihat siapa yang keluar dari mobil. bersama seorang perempuan cantik, sepertinya anak bu Asmah.


Reina,juga terkejut siapa yang datang. Bu Asmah,salah satu tetangganya di sebrang jalan.


"Kayanya bu Asmah, datang pasti beliu cerai lagi sama suaminya". Gumam Reina.


Bu Asmah,tekenal sudah sikap lakunya. Setiap dia pulang ke kampung sudah pasti bercerai dengan suaminya. Bu Asmah, sangat sering gonta-ganti suaminya.


"itulah nak,tidak bersyukur dengan hidupnya. Seandainya masih bertahan dengan pak Salim, mungkin hidupnya sudah enak. Sekarang pak Salim, menjadi juragan empang dan memiliki istri anak yang selalu menerima apa adanya". Kata bu Hani,masih menatap kedatangan bu Asmah,di seberang.


"iya bu, padahal hidup pak Salim. Sudah enak,tercukupi kebutuhan sehari-hari bahkan memiliki mobil. Pasti hati bu Asmah,jadi iri melihat mantan suaminya sukses. Nyesal iya". Kekehnya Reina, langsung


Bisik-bisik tetangga mulai tersebar atas kedatangan bu Asmah,yang meresahkan warga sekitar.


Bu Asmah, terkenal dengan pakaian minimnya walaupun seorang ibu-ibu tapi terlihat masih muda.


Hati para ibu-ibu jadi rawan, takutnya suami mereka kepincut janda beberapa kali itu.


Bahkan anaknya bernama bernama Nita Talia, terlihat juga berpakaian seperti Ibunya.


*****


Besok harinya. bu Asmah,ingin berbelanja di tempat Reina. ia juga membawa anaknya Nita.


"Walah...sudah dua tahun lamanya aku gak balik ke kekampung ternyata,bu Hani memiliki kios juga" ucap Bu Asmah, kepada bu Hani.


"Ehh ..kios ini bukan milikku bu Asmah, tapi milik anakku Reina". Mendengar perkataan sang ibu. Reina,hanya tersenyum kecil.


"Oh,apa kabar Reina? Cantik kamu besarnya tapi masih cantikan anakku". Kekehnya bu Asmah.


"Sudah pastilah bu,kan perawatan aku mahal". Sahut anaknya terlihat sombong.


Reina,hanya menggeleng kepalanya mendengar ucapan bu Asmah.


Bu Asmah, langsung memilih beberapa sembako juga.


"Ngomong-ngomong anakmu sudah nikah,". Tanya bu Asmah, kepada bu Hani.


"Alhamdulillah,sudah. Baru satu minggu yang lalu" jawabnya.


"Sama siapa,apa orang kota". Tanya lagi, seakan-akan mengejek.


"Ahh...tidak,anakku hanya Menikah dengan pemuda di kampung ini saja. Anak pak Rokim,rumahnya di ujung sana". Jawab bu Hani, dengan senyuman.


"Kamu ini yah, zaman sudah modern. Kenapa masih mencari pemuda kampung sih, Rei. Pemuda kota-kota dong,biar mengubah kehidupan sehari-hari kalian. Siapa tahu, dapat pemuda kerjaan di perusahaan gitu. Kaya anakku,dia memiliki pacar seorang manager keuangan ,". Senyum semerik bu Asmah.


"Apapun yang aku inginkan,pasti di kabulkan nya. Setara dia banyak uang, tentunya aku selalu manja" sambung Nita.


"Ahhh...iya, takutnya kenapa-kenapa nanti. Lebih baik cepat-cepat nikah, pasti semua uangnya milik kamu Nit". Sambung bu Hani,lagi.


Belum sempat bu Asmah,menjawab tiba-tiba Ujang baru datang.


"Dek". Panggil Ujang,kepada Reina.


"Loh,sudah pulang bang? Tumben-tumbenan, biasanya sore baru pulang". Tanya Reina.


Sedangkan Nita, terbalalak melihat kedatangan Ujang. Ia akui ketampanan dan postur tubuhnya sangat bagus.


Bu Asmah,juga ternganga melihat Ujang.


"Ehh.. mantu ibu,sudah datang. Bawa apa nih". Kata bu Hani, langsung menghampiri Ujang dan Reina.


"Ini daging sapi bu,kata Reina pengen masak rendang daging". Jawab Ujang,kresek tersebut langsung di ambil mertuanya.


"Biar ibu,yang masakkan". Kata bu Hani.


"hehehehe, sebenarnya mau ibu aja yang masakin". Kekehnya Reina.


"Huuu...dasar manja,sudah nikah masih aja". Gerutu bu Hani,kepada anaknya.


"Ehhh...suaminya kamu Rei,kerja apa dia". Tanya bu Asmah, langsung.


Belum sempat Reina,jawab. Tapi sudah di sahut Ujang.


"Hanya pengembala sapi bu" jawab Ujang, dengan sopan.


"Haaa? Aduhh.. duhh.... Reina, Reina...wajah kamu cantik sekali, tapi memilih suami masa pengembala sapi. Mau di makan apa kamu,wajah tampan tapi kerjaannya gak guna. Bu Hani,juga. Kenapa malah di restui sih, anaknya nikah sama pria yang kerjaannya gak guna begitu. Cari calon suami itu,yang mapan. Terutama kerjaannya,minimal kerja kantoran kek". Ucap bu Asmah, langsung.


Gila....!!! Oke,juga suaminya Reina. Harus cari tahu ini, batin Nita.


"Bu, terserah anakku lah. Mau sama siapa, asalkan benar-benar bertanggung jawab. Tidak main sakit hati,dan menjaga anakku baik-baik,". Jawab bu Hani. "Ibu,mau masak ini dulu. Ibu, tinggal yah".


Bu Hani, langsung meninggalkan mereka.


"Dek,abang mau bersih-bersih. Sudah gerah dan lengket ini,nanti abang susul". Kedip mata Ujang.


"Hati-hati bang". Jawab Reina, tersenyum.


sedangkan bu Asmah dan Nita,hanya melihat ke harmonisan mere berdua.


"cari calon suami itu,yang baik-baik Rei". kata bu Asmah,lagi.


apa lagi sih,ni mak lampir ngomel-ngomel gak jelas. "lah, suamiku baik-baik kok bu. malah,kalau gak baik-baik. mana mungkin aku ambil suami., kalau gak baik-baik mana mungkin juga kami menikah. dia pria baik-baik yang membawa hubungan ke jenjang pernikahan. bukannya lama-lama pacaran gak guna". decak Reina, tersenyum puas.


ia sengaja menyindir anaknya bu Asmah.


terlihat Nita,nampak gelisah gusar. wajahnya berubah menjadi masam dibuat oleh Reina.


"Kami ini ngomong jangan ngaco Reina,". jawab Nita, terlihat geram kepada Reina.


bu Asmah dan Nita, langsung meninggalkan kios Reina. terlihat mereka bisik-bisik tidak jelas.


"Kapan pacarmu itu, melamar kamu Nit? masa kalah sama Reina,mana suaminya lebih ganteng dari pacarmu". gerutu bu Asmah, kepada anaknya.


"Gak tau bu,bahkan selama ini dia gak pernah ngajak nikah" jawab Nita, padahal ia sangat kesal. masa kalah dengan Reina,apa lagi Suaminya ganteng banget.


"Beruntung sekali Reina, mendapatkan suami anak dari pak Rokim. setau ibu,pak Rokim orang kaya. memiliki beberapa hektar sawit, jangan-jangan anaknya memiliki peternakan sapi. suaminya Reina,mengembala sapi sendiri". tebak bu Asmah.


"Tidak boleh di biarkan bu,kita harus cari tahu. siapa sih,yang gak tergoda sama kecantikan aku". kata Nita,memuji dirinya. awas kamu Reina,akan aku rebut suami kamu, senyum semerik nya.