
[maaf,bang. Aku gak jadi,kerja di tempat laundry nya abang. Aku sudah menerima pekerjaan di kafe simpang. Sekali lagi minta maaf,yah bang. Ini Reina, bang]
Reina, langsung mengirim pesan kepada Ujang. Sebenarnya dirinya tidak enak hati,kepada Ujang.
Ting..
Secepatnya Ujang, membalas pesan dari Reina.
[Iya,dek. Santai aja,gak papa. Selamat yah].
Reina, tersenyum manis saat membaca pesan dari Ujang.
[Di simpan yah,bang. WhatsApp aku]
[Pasti,dek].
Reina,tak membalas pesan dari Ujang.
Sedangkan Ujang,hanya menghela nafasnya. Saat mengetahui jika Reina,sudah menerima bekerja di kafe.
Ujang, langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit-langit kamarnya.
Malam ini perasaannya sedang kacau. Apa lagi ada pesan masuk dari seorang perempuan,yang mengajaknya nongrong di kafe.
Ujang, langsung menyambar jaket dan kunci motornya.
Saat melajukan motornya, lalu melewati halaman rumah Reina.
Reina, tengah duduk di bawah pohon rambutan. Di depan rumahnya,hanya di sinari cahaya lampu dari depan rumah.
Ujang, tersenyum kecil. Ia langsung masuk di perkarangan rumah lalu mematikan motornya.
"Abang,". Lirih Reina.
"Tumben-tumbenan malam-malam begini,duduk di bawah pohon mana gelap juga,". Tanya Ujang
"Lagi santai aja,bang. Lagian bapak sama ibu,lagi kekampung sebelah,". Jawab Reina. "Duduk bang,". Reina, langsung menggeserkan tempat duduknya.
"di motor aja dek,lagian abang cuman sebentar. Ada yang di temui di kafe,". Kekeh Ujang.
"Oh,pasti perempuan yah,". Tanya asal Reina. Namun secepatnya di anggukan kepala oleh Ujang.
Deggg...
Ada rasa perih di hati Reina,saat mengetahui jika Ujang tengah janjian bertemu di kafe.
"Hemmm...abang,kesana dulu. Sudah di telpon,". Ujang, langsung menancapkan gas motornya dan meninggalkan Reina sendiri.
Air mata Reina, seketika luruh. Ia segera menghapusnya dan masuk ke dalam rumah. Cemburu pun dia tak berhak,karena Ujang bukan miliknya.
"Kenapa aku sedih,sih. Apa aku sudah jatuh cinta dengan Ujang. Aaarghh.....kenapa seperti ini,". Decak Reina.
Ting....
Bunyi pesan masuk di ponselnya Reina.
[ Rei,jadikan kamu ke sini.lusa resepsi pernikahan aku lo,awas gak datang. Bawa pasangan] Amel.
[Kalau datang pasti Mel,kalau pasangan gak tau]
[Iya, yang penting kamu datang. Dahh...aku sibuk dulu] Amel.
Dengan sumringah Reina, membuat status di WhatsApp.
[Cari partner buat pernikahan teman, biar gak ngenes amat. Tapi lumayan jauh, memerlukan tiga jam perjalanan]
Begitulah status WhatsApp Reina,ia juga memprivasi semua kontaknya kecuali Ujang.
Ujang,yang membaca status dari Reina. Ia ingin menawarkan dirinya namun di urungkan niatnya. Mana mungkin Reina,mau dengan dirinya. Ia langsung minder.
Sedangkan Reina, menunggu aksinya Ujang. Cukuplah sudah hampir satu jam,tidak ada komentar status dari Ujang. Padahal sudah di bacanya. Reina, tersenyum kecut. Mana mau dia menjadi partnernya nanti,ia langsung menghapus statusnya.
*******
Reina, termenung sejenak sambil menatap wajah ibunya.
"Kamu kenapa bengong,nak," tanya sang ibu.
"Bingung aja,gak ada partner buat pernikahan teman besok. Apa sore ini aja,yah. Kerumahnya Amel,". Decak Reina.
"Iya,juga yah. Minta sama bang Ujang, petikin pete dulu,". Ucap Reina,ia langsung merogoh ponselnya dan mengetik pesan untuk Ujang.
[ Bang, tolong petikan pete. Mau di bawa sore ini, buat teman]
Reina, langsung mengirim pesan kepada Ujang.
[Teman apa teman dek] bang Ujang.
[Teman bang,besok dia resepsi pernikahannya. Rencananya mau sore ini nginap kerumahnya, soalnya jauh butuh tiga jam perjalanan]
[Kenapa nginap dek? Sama partnernya yah].
"Bang Ujang,kepoan juga,". Gumam Reina.
[Kalau ada partner gak nginap bang,ini gak ada. Makanya berangkat sendiri pakai motor,nginap di sana]
"Semoga kamu peka bang,". Kekeh Reina.
[Masa gak ada dek? Kalau abang,mau jadi partner adek. Kasian kamu jauh-jauh ke sana menggunakan motor, besok aja sama abang] bang Ujang.
"Aaaaaa....yessss...yesss...,". Reina, kegirangan loncat-loncat tak karuan.
Bu Hani, melongo melihat kelakuan anaknya.
"Kamu kesurupan apa nak,". Tegur sang ibu.
"Ehhh...ada ibu,gak papa kok bu,". Kekeh Reina,ia langsung masuk ke dalam kamar. Secepatnya dia membalas pesan dari Ujang.
[Serius bang]
[Serius dek, Petenya gak usah di ambil atau di antar. Biar abang,yang bawa] bang Ujang.
Reina, tengah joget-joget selesai membaca pesan dari Ujang.
*****
Sekitar jam enam pagi. Reina dan Ujang,sudah menempuh perjalanan.
"Makasih banyak,bang. Sudah mau nemenin Reina,". Senyum merekah di wajah Reina.
"Sama-sama dek,anggap aja jalan-jalan,". Kekeh Ujang,ia sambil menyupir mobilnya."kamu sangat cantik,dek".
"Masa sih,bang. Jadi malu akunya,". Reina, tersipu malu-malu. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus,apa lagi Ujang menatapnya.
sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita. pada akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Amel, begitu kegirangan atas kedatangan sahabat dekatnya. Amel,juga sering kali menggoda Reina. terlihat aura wajah tampan Ujang, langsung membuat orang-orang tercengang.
sesi foto-foto bersama sudah selesai,apa lagi banyak juga kerabat dekat Amel datang.
dua jam berlalu. Reina,sudah di tempat acara pernikahan temannya. ia juga pamit pulang tak enak lama-lama bersama temannya Ujang.
Ujang,hanya cengengesan dan ikut juga sesi foto-foto tadi.
kini sudah waktunya Reina dan Ujang,pulang ke rumah.
"Dek,kita mampir dulu yah. wisata yang kita lewati tadi,pasti bagus,". senyum kecil Ujang.
"boleh deh,bang. tapi harinya mendung lo,". ujar Reina.
"semoga aja,gak dek. kapan-kapan kita jalan-jalan yuk,kemana gitu. siapa tau adek,ada tempat yang bagus,". ucap Ujang,ia menatap sekilas ke arah Reina.
"Hemmm... boleh bang,aku pengen ke tempat wisata yang menarik. tapi ini di rekomendasi sama teman, sampai sekarang belum kesampaian ke sana,". jawab Reina.
"hhemm...gimana hari minggu aja dek, biasanya rame lo. tapi enak yang sepi-sepi sih,kalah berduaan,". kekeh Ujang
"makasih lagi yah, bang. sudah nemani ku ke pernikahan teman, walaupun perjalanan kita cukup jauh,". senyum kecil Reina.
"sama-sama dek,lagian abang senang bantuin adek. apa lagi kaya begini,suka aja abang,". senyum merekah Ujang.
Berapa menit kemudian. akhirnya sampai wisata yang di tuju oleh mereka. walaupun harinya terlihat mendung.
"wahh...bagus banget pemandangannya,bang,". Reina, merentangkan kedua tangannya.
"jangan jauh-jauh, takutnya malah hujan lagi. enak ni makan pop mie,abang mau beli,". ucap Ujang.
"beliin yah,bang. aku mau foto-foto dulu,". kekeh Reina. ia langsung mengeluarkan ponselnya. sedangkan Ujang, menghampiri warung lumayan agak jauh.