I LOPE YOU UJANG

I LOPE YOU UJANG
salah paham



"bang....bang....,". Teriak Reina,di depan rumah Ujang.


Reina, calingukan. Ia seakan-akan tidak nyaman saat menengok ke dalam rumah Ujang, nampak sepi.


"Masuk aja Rei,ke dalam. Siapa tau di belakang gak ke dengar Ujang,". Ucap tetangga Ujang.


Masa,aku masuk ke dalam. Akukan seorang perempuan, batin Reina. Ia masih celingukan,hanya kepala saja yang masuk.


"masuk aja Rei,gak papa kok," pinta tetangga Ujang, lagi.


"Iya bu,". Reina, langsung masuk ke dalam. Walaupun hatinya terasa ragu-ragu,baru kali ini dia memasuki rumah pria lain.


"Bang... bang...,". Panggil Reina. Ia masih calingukan.


"Reina,". Panggil Ujang, terlihat rambutnya masih basah. "Maaf,aku tadi baru mandi,".


"Ahh..gak papa bang. Maaf, Reina jadi lancang. Tadi di suruh tetangga, katanya masuk aja,". Kekeh Reina,ia benar-benar sangat gugup saat ini.


Bagaimana tidak gugup, melihat sixpack Ujang. Ia baru bangun namun tidak menggunakan baju hanya menggunakan celana pendek saja.


Ujang,hanya tersenyum kecil. "Ada perlu apa dek? Tumben kerumah segala,"


Aduh... ngomong gimana yah? Jadi kikuk begini,batin Reina. "Gini bang...hemm, anu gak papa. Lupa mau ngomong apa tadi,". Reina, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ujang,hanya tersenyum. Ja juga merasa heran,pasti ada sesuatu dari Reina. Namun terlihat Reina, tersipu malu-malu.


"En-enggak jadi bang. Reina, pulang aja. Nanti tak kabari lagi,". Saat Reina, beranjak pergi meninggalkan Ujang. Namun lengannya di cekal oleh Ujang.


"Ngomong aja dek,gak usah malu,". Kata Ujang,dari belakang tubuh Reina. Ia merasa jika saat ini Ujang, semakin dekat dengannya. Dada Reina, seakan-akan turun naik.


"Abang,ini aku bawain....,". Ucap wanita yang masih di ambang pintu. Secepatnya Reina, melepaskan tangannya yang di pegang oleh Ujang.


"Maaf, bang. Ternyata Abang,ada tamu,". Kekeh Yuyun. Dia adalah tetangga Ujang. bukannya malah pergi tapi ia malah masuk tanpa permisi lagi.


Reina, menatap intens ke arah wanita tersebut. Apa lagi di tangannya sebuah mangkok berisi masakan. entahlah masakan apa yang di bawa wanita itu.


"Masuk aja, Yun. Biasa anak pak Hamid, mungkin mau pete,". Alibi Ujang.


"Aku bawa masak sop bang,ini buat abang. Siapa tau belum makan,". Yuyun, langsung mendekati Ujang dan meletakkan mangkok berisi sop. Yuyun,juga nampak tak suka dengan Reina.


Reina, menatap tak suka. Terlihat jelas di wajah Reina,ia sedang cemberut.


"Mau pulang Rei,". Tanya Ujang, melihat Reina yang keluar dari rumah Ujang. namun Reina, mengabaikan perkataan Ujang.


Hatinya begitu kesal kepada Ujang, sepertinya mereka sudah saling dekat.


"makasih Yun. Kayanya enak nih, kebetulan aku belum makan. Aku simpan dulu yah,kamu duduk aja,". Ujang, langsung mengangkat mangkok dari meja. Saat melangkah pergi namun Yuyun langsung memeluknya dari belakang.


Refleks adegan itu terlihat Reina, ternyata dia balik lagi karena kunci motornya tertinggal.


"Maaf,aku ganggu. Mau ambil kunci motor ketinggalan,". Ketus Reina, walaupun Ujang sudah melepaskan pelukan Yuyun.


Ujang,hanya diam ia salah tingkah. "Reina, apa yang kamu lihat. Kami tidak ada apa-apa,". Ucap Ujang.


Saat ingin melangkah, walaupun tidak membalikkan badan Reina. "Gak papa, lagian bukan urusanku toh,". Reina, langsung melajukan langkah kakinya.


"lain kali, kamu jangan sembarang peluk-peluk aku Yun. Tidak enak di lihat orang luar,masih untung aku menghargai masakan mu ini. Pulanglah sana,". Usir Ujang.


"Maaf, Yun. Aku tidak menyukai dirimu,". Ketus Ujang. "Pulanglah sana,atau aku lempar mangkok ini ke luar rumah,". Sini Ujang .


Yuyun, langsung pergi dengan hati kesal. Ia juga menghentakkan kakinya dan keluar.


Sedangkan Ujang,setiap kali makanan yang di beri Yuyun. Ia selalu membuangnya tak pernah ia makan sama sekali.


"Sial,kenapa guna-guna mbah gak kena. Kenapa gak mempan untuk Ujang,". Gerutu Yuyun. Ia sangat yakin jika masakan selalu di makan Ujang. Yuyun,yang sudah lama jatuh hati kepada Ujang. Walaupun dirinya nekat menggoda Ujang, bahkan berani bertelanjang bulat di hadapan Ujang. Sedikit pun tak tergoda untuk Ujang,malah dia bergidik ngeri. Semurahan itu terhadap pria lain


*****


Malam semakin larut. Namun kantuk tak kunjung datang.


Reina, sudah bolak-balik di atas ranjang,tapi matanya susah untuk terpejam. Ia masih mengingat kejadian tadi siang,saat dia memergoki Ujang di peluk perempuan lain.


"Uuhhh...ada hubungan apa sih, mereka? Ni mata susah banget meremnya,". Gerutu Reina.


Karena kantuk tak kunjung datang. Reina, keluar dari rumah. Ia berencana untuk membeli makanan di luar,terasa perutnya ingin memakan sesuatu.


"Reina,mau keluar sebentar. Biasa cari makan,". Pamit Reina,kepada orangtuanya.


"Hemm... hati-hati jangan ngebut-ngebut. Bapak, dengar di persimpangan jalan sana ada pasar malam. Siapa tau kamu mau ke sana,". Ucap sang ayah.


Mendengar perkataan dari ayahnya. Reina, terlihat sumringah. "Makasih,bos. Atas infonya,". Kekeh Reina. Ia bersiap-siap untuk pergi.


Reina, langsung menancapkan gas motornya menuju pasar malam yang di beritahu ayahnya.


perlu beberapa menit kemudian. Reina,sudah sampai di pasar malam. "wahhh...sudah lama aku gak jalan-jalan pasar malam di kampung,jadi keinget masa-masa kanak-kanak,". Reina, menelusuri dan berkeliling pasar malam.


ada sebuah nongrong para muda-mudi. Reina,juga melihat Ujang dan teman-temannya sedang bergurau dan bersantai.


"Reina,". tegur seorang pria di belakangnya.


"Ehhh...kak Ganta,lama banget kita gak ketemu,". ucap Reina. ia tersenyum manis kepada pria yang di hadapannya.


"apa kabar? lama kita gak ketemu. pas banget ketemu kamu di sini,". pria itu, menyentuh pundak Reina. tak sengaja Ujang, melihat kejadian tersebut.


Reina,juga menyentuh tangan Ganta. seakan-akan mereka sedang bergandengan tangan. "Alhamdulillah,baik. lama gak ketemu,selama ini kemana saja,". tanya Reina.


"aku kerja di kota Rei,kerja kantoran biasa hanya staf biasa saja,". kekeh Ganta, tangan mereka masih bergandengan.


"Waahhh..bagus dong, semoga sukses yah kak,". senyum manis Reina.


"hemm...kamu kerja apa nih,kita sambil jalan-jalan yuk,". ucap Ganta,ia menarik lengan Reina.


mereka berjalan beriringan dengan tangan masih bergandengan. sedangkan Reina, tersipu-sipu malu. terlihat seperti pasangan kekasih.


Ujang, hanya tersenyum kecil. ia menghabiskan minumannya, rahangnya mengeras. ia tak terima jika Reina, bersama pria lain. namun apa daya,jika dirinya masih ragu dengan perasaannya saat ini.


Reina dan Ganta, mereka memilih duduk yang tak jauh dari Ujang dan teman-temannya


"Argantaraaa...,". seorang wanita cantik bertubuh seksi langsung mendekati Ujang. mereka saling berpelukan. teman-temannya Ujang,juga saling bersalaman tangan.


"Argantara, maksudnya apa,". gumam Reina, hatinya memanas saat mereka saling berpelukan.