I LOPE YOU UJANG

I LOPE YOU UJANG
Calon istri



Tinggal beberapa hari akad nikah Reina dan Ujang. Semua orang-orang heboh, dengan berita tersebut.


Mereka tak menyangka jika Ujang, memilih Reina. Sebagai istrinya, ibu-ibu lainnya. Merasa iri, karena bukan anaknya.


Ujang, membawa Reina. Kesebuah Mall, mereka membeli beberapa perlengkapan hantaran pernikahan untuk Reina.


Ujang, langsung membawa calon istrinya untuk memilih sendiri. karena dia bingung apa saja di beli, itupun Reina meminta bantuan kepada ibunya. apa saja yang di beli.


Selesai membeli semuanya, waktunya mereka pulang ke rumah.


"Dek, mampir ke danau yuk. Biasanya rame lo,hari libur". Ajak Ujang,kepada Reina.


"Boleh deh,bang". Jawab Reina, tersenyum manis.


"Dek, makasih. Sudah mau jadi istri abang". Alhamdulillah, akhirnya tinggal beberapa hari lagi kita akan menjadi suami-istri.


"Sama-sama,bang. Makasih,juga sudah milih aku". Kata Reina,ia bergelut manja di lengan Ujang. Duhhh...aku jadi dag-dig-dug serrr,gak nyangka aja.


Beberapa menit kemudian. Akhirnya sampai di tujuan, terlihat danau begitu indah. di penuhi pohon-pohon tinggi,hawanya sangat sejuk. banyak orang-orang datang dan berjualan juga.


Harinya cukup mendung, seperti mau turun hujan. memang nasip selalu sial, setiap mau berkunjung ke wisata pasti akan turun hujan. tapi bagi Ujang,tak masalah bahkan ia senang bisa bermesraan dengan Reina. sambil menikmati suasana dingin.


"Bang, harinya mau hujan". Kata Reina, mereka sudah turun dari mobil.


"Hemmm... jalan-jalannya jangan terlalu jauh dengan mobil,takut hujang sayang". Kekehnya Ujang, lengan mereka saling menggenggam.


Mereka berdua berjalan beriringan dengan santai. saling bergurau lepas di pinggir danau.


"Dek,balik mobil yukk...mau hujan nih". Ujang dan Reina, seketika langsung berlari ke arah mobil. hari mulai merintik dan semakin gelap.


Benar saja,hujan sangat lebat. Mereka berdua sedikit basah,untung tepat waktu sampai di mobil.


"Dingin banget bang. Untung kena basah dikit aja,". Gumam Reina. ia mengelap wajahnya dan tangan dengan tisu.


"Dek, pindah belakang yuk. Biar enak aja, kita pelukannya". Ajak Ujang,ia langsung menarik lengan Reina.


"sekalian mau lihat barang-barang yang di beli tadi,bang". Reina, langsung ke belakang dan mengambil belanjaannya tadi.


Sedangkan Ujang,sudah memeluk erat tubuh Reina. "Nanti dulu dek, Abang kangen". Bisik Ujang.


Ia langsung mencium leher Reina,ciuman itu naik ke bibirnya. Tubuhnya sudah di bawah Kungkungan Ujang,ia terbawa suasana hangat.


"Aahhh....". Desis Reina,saat ciuman turun ke lehernya. Reina, mencengkram tangan kekar Ujang.


Tangan Ujang,sudah mengelus-elus belakang dan perut Reina.


"bang, geliiii". Rengeknya Reina,kepada calon suaminya.


Ujang,hanya tersenyum kecil. "Dek,kamu cantik". Ia menatap lekat wajah Reina. sial,aku tak sanggup menahan diri,kalau di dekat kamu dek.huuuu...sabar, tinggal beberapa haru lagi.


"Apaan sih,bang. Bikin malu aja". Kekehnya Reina, ia tersipu malu-malu. Duhh...jadi gimana gitu,ni perasaan.


"Dek,mau bulan madu dimana? Abang,siap mau kemana". tanya Ujang, sesekali mencium bibir Reina.


"Hemm...gak kemana-mana bang,". Jawab Reina, tersenyum. Kemana juga,gak ada tujuan.


"Dikamar aja yah,dek. Bikin junior kecil". Ujang, menggoda Reina. "Gak sabar pengen mencicipi mu,sayang".


"Mesum,emang aku ini makanan. Mau di cicipi,bang". Gerutu Reina.


Mereka berdua saling bercanda tawa dan saling berbincang hangat.


********


Yunita, tengah duduk santai di depan rumah orangtuanya Reina.


Ia sangat marah kepada Reina, karena sudah merebut Ujang.


"Mungkin mereka masih di jalan". Jawab bu Hani, dengan santai. Ia bergabung dengan tetangganya.


"Aduhhh....yun...yun.... Sadar diri dong,kalau nak Ujang. Ogah sama kamu,sama janda gatel". Sahut tetangga.


"Urat malu sudah putus,memang begitu lah bu". Timpal bu Hani.


"Ehh... ibu-ibu gak usah banyak omong. ini urusan ku,bukan urusan kalian to" decak Yunita.


Beberapa menit kemudian. Mobil Ujang, akhirnya berhenti di perkarangan rumah Reina.


Yunita, langsung mendekati mobil Ujang. Saat Reina,keluar. Barulah Yunita, menatap tajam ke arahnya. "akhirnya datang juga".


"Oh,bagus.... diam-diam kamu sudah merebut Ujang dariku". Sinis Yunita.


"Siapa yang merebut Yunita? Aku dan Reina, sudah menjalin hubungan sebelum ada kamu". Jawab Ujang, dengan tegas.


"Apa, kamu mau ngelak Yunita? Apa,yang di katakan bang Ujang. Semuanya memang benar,kami memiliki hubungan sebelum kau ada," sahut Reina, tersenyum kecil.


"Tidak,mas Ujang. Hanya milikku". Yunita, mencoba meraih tangan Ujang. Namun segera mungkin di tepisnya.


"Sampai kapanpun aku tidak pernah menyukai mu Yunita, ancamkan itu". Delik mata Ujang,ke arah Yunita. "Dan kamu jangan sesekali mengganggu calon istri ku ini".


Mendengar kata calon istri, membuat hati Yunita sakit dan perih. Air matanya luruh begitu saja. "Kamu tegas,mas. Kenapa tidak pernah merasakan? Begitu besar cintaku kepadamu,". Isak tangisnya.


"Dan kamu Reina,aku akan membalas semuanya,ingat itu". Yunita, langsung meninggalkan perkarangan rumah Reina. Ia sambil menangis, kesegukan mengingat perkataan Ujang. Jika Reina, memang calon istrinya.


"hemmm...aku tunggu Yunita,apa perlu sekarang. aku sih, oke aja". jawab Reina,ia menyunggingkan senyumnya.


"Dek,yang sabar. Abang, tidak pernah menyukai Yunita. Abang,pamit dulu. Mau lihat-lihat sapi abang,". Pamit Ujang. "Bu,pamit dulu. Ada hal yang penting".


"Hati-hati bang". Kata Reina, dengan senyuman manisnya.


"Loh, mau pergi. Gak mampir dulu,nak". Ucap bu Hani, kepada calon menantunya.


"Gak,bu. Ada hal mendesak di peternakan sapi". Teriak Ujang,ia langsung menancapkan gas mobilnya.


"Lahh...kamu Rei,gak suruh mampir dulu".


"Lah,kan tadi bang Ujang. Sudah bilang,sibuk bu. Karena sapinya mau melahirkan, makanya tergesa-gesa". Jawab Reina, langsung masuk ke rumah. "Astagfirullah, belanjaan ku bu. Masih di dalam mobil abang".


Reina, menepuk keningnya. Sedangkan sang ibu,hanya menggelengkan kepalanya. "Sore nanti di ambil, pesanan ibu ada".


"Hehehe...iya,bu. Masa aku lupa sama pesanan ibu". Reina, langsung memeluk ibunya.


*****


Ujang, langsung tergesa-gesa berganti pakaian. ia harus secepatnya ke peternakan sapi, karena sapinya mau melahirkan. "barang-barang,nanti aja lah. biarkan dulu di mobil,". gumam Ujang,ia langsung mengambil kunci mobil pick upnya.


saat keluar rumah, ternyata seorang wanita cantik. ia ingin bertemu Ujang.


"Ehhh... Mawar,apa kabar. lama gak ketemu". sapa Ujang. Mawar, seorang perempuan cantik. Dia baru pulang kampung,karena bekerja di kota katanya.


"Alhamdulillah baik,bang. lama kita gak ketemu, tapi Abang terlihat tergesa-gesa. emang mau kemana". tanya Mawar, dengan senyuman manis.


"mau ke peternakan sapi,biasa sapi Abang. mau melahirkan,pamit dulu yah". kata Ujang,ia hendak naik ke mobil pick upnya.


"ikut bang,boleh. lama juga,gak kemana-mana. ikut,yah bang". Mawar, langsung masuk ke dalam mobil pick upnya.


.


"ta-tapi...".


"Ayo, bang. kita berangkat,kenapa bengong". rengeknya Mawar.


Aduhhh... bisa-bisa marah besar Reina, batin Ujang,ia tengah kebingungan.