I LOPE YOU UJANG

I LOPE YOU UJANG
Malam pertama



"Aaarghhh.... sakiiitttt,bang". Reina, meringis kesakitan saat mahkota yang di jaganya sudah direnggut oleh suaminya. Ia bahagia, karena mahkota yang di jaganya hanya untuk suamiku. Tubuhnya terasa di belah dua, sangat sakit bercampur perih di milikinya.


"Terimakasih,sayang. Sudah menjaganya untukku,aku akan melakukan pelan-pelan. Percayalah, nanti tidak akan sakit lagi". Ujang, melu-mat bibirnya Reina.


"Shhhh...." Desis Reina, saat milik sang suami di cabut. Ada bercak darah keluar dari milik sang istri.


Ujang, memasukkan lagi miliknya ke dalam gawang sang istri. Berlahan-lahan Ujang,maju mundur. Walaupun hanya separo masuk, miliknya seperti di remas-remas sedap nagih.


Bleesss....


Seluruh milik Ujang,masuk seketika sekali hentakan. "Aaauuuu...shhh... sakiiitttt". Keluh Reina, air matanya mengalir di sudut.


Ujang,tahu jika sang istri merasakan sakit. Ia diam tanpa bergerak, agar miliknya terbiasa di dalam milik sang istri.


Terasa cukup lama. Terlihat Reina,sudah tak meringis kesakitan. Ia mulai maju mundur, awalnya hanya ringisan.


Namun akhirnya menjadi desa-han. "Aaahhh ...aahhh...shhh....aaahhh...". Desa-han menggema di ruangan kamar pribadi mereka.


Mendengar des-ahan sang istri. Ujang, langsung bersemangat menghunjam tubuh Reina.


"Aahhh...ahhh...hmmm". Des-ah Ujang,ia sambil memainkan dua gund-ukan milik Reina.


Tubuhnya Reina, menggelinjang hebat. Berarti ia mendapat pelepasan pertama. Ujang, mempercepat hunjaman nya.


"Aaaaaaaaahhhh..... ". Erangan kenik-matan panjang Reina. Nafasnya ngos-ngosan tubuhnya sudah melemah,tapi Ujang masih belum mendapatkan pelepasannya.


Ia membalik tubuh sang istri. Seakan-akan Reina, menungging. Ujang, langsung menusuk dari belakang. Dua gun-dukan bergerak seirama gerakkan hujaman Ujang.


"Aaahhh...aahhh...aabaang....aahhhh". Kata Reina,ia menik-mati setiap tusukan Ujang.


Tangannya meremas dua gund-ukan milik Reina. "Ahhh....enakkan sayaang...ahhh...abang, menyukainya...ahhh". Des-ah Ujang.


"Ahhhhh...aku....mau....ahahhh....".


"Bersama sayang,aahhh...sama sayang". Ujang, membalikkan tubuh Reina.


Ia langsung memasukkan miliknya dan mempercepat tempo hujaman dan mereka berdua bersama menik-mati pelepasan.


"Aaaaaaaahhhhhhh....". Erangan kenik-matan panjang Ujang dan Reina.


Ujang, ambruk di atas tubuh sang istri. Sedangkan Reina,hanya diam matanya terpejam masih menik-mati pelepasan keduanya.


"kau Lelah sayang". Bisik Ujang, di telinga Reina. Tangannya sudah meremas dua gund-ukan milik Reina.


"Bang,hmmmm....shhh". Des-ah Reina, membangkitkan ga-irah Ujang.


"Ronde kedua sayang ". Bisik sensual Ujang,ia melu-mat habis bibir istrinya.


Reina, menikmati sentuhan Ujang. Dan Ujang,memulai aksinya, desa-han Salim bersahutan saat Ujang mulai menghujam tubuh Reina.


Reina,di buatnya melayang selalu mende-sah dengan panjang.


*******


Pagi hari yang cerah. Saat Reina,bangun. Tubuhnya terasa remuk semua,ia lupa berapa ronde yang di pinta oleh suaminya.


Miliknya di bawah,terasa sangat perih yang di rasakan. Kakinya masih terasa sangat lemas,ia bingung bagaimana mandi.


Untung saja mereka lagi di hotel,kalau di rumah bisa di ejek ibunya. Betapa malunya sudah, inilah resiko pengantin baru. Lebih baik cari tempat berduaan, daripada satu rumah dengan orang tua.


"Ssshhhhhh....sakitnya, padahal malam tadi enak". Gumam Reina,ia mau bangkit. Tubuhnya sangat polos tidak ada penghalang sehelai benang pun.


Sedangkan Ujang,keluar dari hotel untuk cari makan.


"sudah bangun sayang". Ucap Ujang,baru datang. Ia meletakkan beberapa keresek di atas meja, terlihat segar bugar tanpa ada lelah di wajah sang suami. Membuat Reina, nampak heran melihat suaminya. Tidak ada sedikitpun kelelahan atau sakit perih yang di rasakan.


"Abang, terlihat segar tanpa lelah". Tanya Reina, kepada sang suami.


Ujang, menatap lekat ke arah Reina. "Gak dek. Kenapa? Hemmm...mau lagi. Aku sih,ayok".


"Baiklah,abang gendong". Ujang, langsung mengangkat tubuh istrinya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Berendam lah,agar berkurang rasa nyerinya".


"makasih banyak,bang. Abang, Belum mandi". Tanya Reina, kepada suaminya.


"Ehhh..ini mau mandi sayang,mau barengan sama kamu" kedip mata Ujang.


Deggg...


Hanya mandi Rei, bukan apa-apa, gugupnya Reina. Miliknya masih sakit,mana mungkin melakukan hal itu lagi.


Seketika matanya melotot memandang tubuh polosnya Ujang, terpampang nyata miliknya berdiri tegak.


Reina, langsung memalingkan wajahnya.


Jantungnya berdegup kencang bisa-bisanya Ujang, melepaskan pakaiannya di hadapannya sendiri tanpa malu-malu.


"Kenapa malu-malu dek, bukankah kamu menik-mati nya malam tadi". Senyum semerik Ujang.


"Apaan sih, bang. Bikin malu aja ". Senyum kecil Reina,ia menahan rasa gugupnya.


Ujang, langsung masuk ke dalam bak mandi. Tentu saja membuat Reina, terkejut.


"Ehhh...kok masuk juga bang". Tanya Reina, sangat gugup.tubuh Mereka berdua memang polos tanpa sehelai benang pun.


"Ikut berendam dek,". Jawab Ujang, dengan santai.


"Iya bang,tapi tangannya di kondisi kan". Reina, mencegah tangannya Ujang. Sedari tadi mengerayap di tubuhnya Reina.


"Aahhhh....hmmm..bang...". Satu jari lolos memasuki liang va-gi-na Reina.


"Iya, sayangku,". Ujang, mencium lehernya sang kekasih.


"Aahhhh....abang". Lirihnya dalam des-ahan.


"Pegang dek,pegang milik abang". Ujang, menuntun tangan Reina. Untuk menyentuh miliknya,yang sudah menegang. Ujang,juga mengajarkan cara memainkan miliknya.


"Ahhh...abang,mesum". Rengeknya Reina,namun tetap melakukan apa yang di ajarkan Ujang.


Huuuu...aku kira hanya mandi, tapi masih berlanjut sampai pagi ini, gerutu Reina.


plokk....plokk...cepakkk...cepakk..plok...


suara hentakan Ujang,seirama dengan gerakannya peraduan dengan air di bathtub.


Reina, sangat menik-mati sensasi berc-inta mereka di kamar mandi.


"Aahhh...aahhh...aahh..aaahhh...shhh...shh". Desis Reina,setiap hunjaman Ujang.


"Ahhhh...aku sangat mencintaimu sayang". lirihnya Ujang, sambil mencium tubuh Reina.


puas dengan gaya menungging. ia mengangkat tubuh istrinya dan menyandarkan ke dinding,kaki sang istri di angkat sebelahnya. sudah beberapa kali Reina, mendapatkan pelepasannya.


Reina, merasakan tusukan semakin dalam saat gaya berci-nta seperti ini. suara desa-han mereka saling bersahutan satu sama lainnya.


Reina, duduk di atas kloset duduk. pa-hanya di buka lebar oleh suaminya. Ujang, langsung menji-lat seluruh vagi-na Reina sebelum dia memasuki miliknya.


"Aahh...ahhhh...hmmmm". des-ah Ujang, bersamaan dengan Reina.


tangannya Reina, mengalungkan ke leher Ujang. semakin cepat hentakan, semakin cepat juga dua gund-ukan milik Reina gundal- gandul keatas ke bawah.


"Aaaaaaaahhhhhhh.....". erangan kenik-matan panjang Ujang,ia sudah mendapatkan pelepasannya.


Ujang dan Reina,masih ngos-ngosan dengan nafasnya. apa lagi Reina, tubuhnya sangat lemah tak berdaya. karena suaminya sudah menghajar dia habis-habisan, sepagi ini.


Ujang, telaten membersihkan tubuh istrinya. ia memanjakan dan memandikan istrinya seperti seorang bayi.