
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar empat puluh menit. Mereka sampai di rumah keluarga Yoon Gi. Semua orang bergembira menyambut kedatangan Gendis. Senyum tulus menyambut Gendis dan Yoon Gi.
"Makasih, mama," ucap Gendis saat di sambut sang mama mertua.
pelukan hangat ia dapat kan dari keluarga baru nya. Papa dan semua keluarga Yoon Gi memeluk Gendis bergantian. Tak terasa air mata Gendis menetes keluar tanpa permisi. Tangis nya itu adalah tangis bahagia. Yang selalu di sambut hangat keluarga Yoon Gi. Kehidupan Gendis yang hanya tinggal dengan ibunya sendiri rumah yang terbiasa sepi, kini ia bahagia mempunyai keluarga baru.
"Honey, kenapa kamu menangis?" tanya Yoon Gi yang melihat istrinya menangis.
Yoon Gi menghapus air mata Gendis. Tangan nya mengambil pergelangan tangan sang istri lalu mencium nya. Tentu saja ia tahu kalau istri nya sangat terharu akan hal ini.
"Ngga apa-apa oppa. Aku bersyukur memiliki keluarga baru yang sangat sayang padaku. Aku bersyukur sekali oppa." Jawab Gendis.
"Iya, aku juga bersyukur memiliki istri seperti kamu."
Semua yang ada di ruang keluarga itu pun menangis haru. Ia tidak menyangka akan melihat Yoon Gi tersenyum lepas lagi seperti dulu. Karena pasca perceraian nya dengan sang istri dulu Yoon Gi menjadi pribadi yang tertutup dan hanya sibuk dengan urusan pekerjaan. Dan setelah mengenal Gendis, Yoon Gi menjadi pribadi lebih baik. Itulah yang membuat orang tua Yoon Gi merestui hubungan mereka dan bahkan rela Yoon Gi untuk pindah keyakinan. Cinta itu bisa mengubah segalanya, itulah yang dirasa Yoon Gi saat ini.
Makan malam pun tiba, semua keluarga berkumpul untuk merayakan kedatangan Gendis. Berbagai menu di suguhkan untuk memuaskan lidah semua keluarga.
"Makan yang banyak biar ngga kurus kayak gitu." Ucap Mama Yoon Gi pada Gendis.
Ia paling sibuk di antara yang lain, memberikan makanan untuk di coba menantunya tersebut.
"Ini sudah banyak ma, nanti aku gendut." Jawab Gendis.
"Mama pikir kasur empuk. Udah jangan godain dia lagi!" Saut Yoon Gi.
Semua yang ada di meja makan tersebut tertawa.
"Jangan lupa, vitamin di minum sebelum ritual nanti malam," Ibu Yoon Gi mengingatkan lagi akan vitamin tersebut.
"Siap ma!" Jawab Yoon Gi penuh dengan semangat.
Acara makan malam pun selesai. Setelah berbincang sebentar mereka semua masuk ke kamar masing-masing. Begitupun Yoon Gi dan Gendis yang sudah masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Iya, kamar Yoon Gi di sulap sedemikian rupa untuk menyambut Gendis. Karena mereka adalah pengantin baru.
"Ini ada-ada aja pakai acara bunga dan di hias kayak gini oppa." Ucap Gendis.
"Biar romantis dong honey."
Yoon Gi mendekat ke arah Gendis. Pandangan nya mengarah ke bibir ranum istri nya. Tanpa aba-aba ia langsung mencium bibir tersebut. Semakin lama semakin menuntut lebih. Ciuman nya semakin turun ke leher. Gigitan kecil Yoon Gi berikan di leher mulus Gendis. Sementara sang istri hanya diam sambil memejamkan mata. Ia menikmati setiap sentuhan sang suami. Tak jarang lenguhan kecil keluar dari bibirnya.
"Kamu siap?" tanya Yoon Gi.
Gendis mengangguk kepala tanda ia siap menjadi istri yang sesungguhnya untuk Yoon Gi. Dan malam ini adalah malam terindah untuk mereka berdua.