
Gendis langsung ke dapur dengan membuatkan teh untuk Yoon Gi dan keluarganya.Karena sang ibu telah menyambut dan mempersilahkan 'kan Yoon Gi dan keluarganya untuk bertamu.
Gendis dan ibunya masih tak percaya jika ternyata Yoon Gi datang kembali dan menepati janjinya untuk pertemukan keluarganya dengan dirinya.
"Jadi keluarga mu baru saja tiba di Indonesia dan langsung kesini?" tanya ibu Gendis memastikan.
"Benar nyonya,tapi maaf mereka belum begitu bisa bicara dengan bahasa indonesia.Tapi saya bisa menerjemahkannya." jawab Yoon Gi dan memberitahunya.
"Oh,tidak apa-apa.Saya mengerti." ucap ibu Gendis.
Disela obrolan mereka,Gendis pun datang dengan sambil menyuguhkan teh di atas meja.Kedua orang Yoon Gi pun memperhatikan Gendis sambil tersenyum.
"Silakan Oppa,silakan nyonya,tuan,kakak-kakaknya oppa." sahut Gendis mempersilahkan tehnya pada Yoon Gi dan keluarganya.
Mereka pun langsung mengangguk sambil tersenyum.Dan langsung mencoba teh tersebut.
Beberapa saat ibu Yoon Gi membisikkan sesuatu pada Yoon Gi.Membuat Yoon Gi tersenyum.
"Gendis,nyonya..Ibu ku bilang,dia sangat menyukai kalian,terutama kamu Gendis." ucap Yoon Gi memberitahu.
Gendis pun langsung tersipu malu."Terima kasih." jawab Gendis sambil tersenyum.
"Terima kasih kalau penyambutan kami diterima keluarga mu." sahut ibu Gendis ikut tersenyum.
"Dan kedatangan ku kesini bukan hanya untuk mempertemukan keluarga ku pada kalian.Tapi juga membuktikan keseriusan ku yang ingin melamar Gendis.Apakah aku sudah diijinkan untuk melamar Gendis nyonya??" ungkap Yoon Gi.
"Benar nyonya." jawab Yoon Gi.
"Tapi sebelumnya,saya ingin memastikan apakah mereka benar-benar keluarga mu?" tanya ibu Gendis sengaja menguji kejujuran Yoon Gi.
"Bu,apa itu tidak berlebihan?" tegur Gendis mengingatkan sang ibu.
"Tidak salah 'kan ibu memastikannya dulu.Takutnya cuma pura-pura Gendis.Bisa saja menyewa orang untuk bersandiwara menjadi keluarga Yoon Gi..Kamu tidak keberatan 'kan jika saya minta bukti kalau mereka benar keluarga mu?" ujar ibu Gendis pada Yoon Gi.Karena merasa masih tidak percaya jika Yoon Gi membawa keluarganya.Dan justru ia merasa curiga.
Yoon Gi pun hanya bisa tersenyum. "Tidak apa-apa nyonya,saya mengerti.Mungkin bukti nya hanya ada didalam sebuah album foto kenangan saya dari kecil hingga sekarang." ucap Yoon Gi sembari mengarahkan pak Kim untuk memberikannya album foto keluarga yang sudah ia bawa.
Yoon Gi sengaja membawa album foto keluarganya,untuk lebih meyakinkan ibu Gendis jika dia benar-benar akan memperkenalkan seluruh anggota keluarganya.
Pak Kim yang ikut bersama Yoon Gi,bergegas mengambil album foto nya di mobil.
Tak berapa lama pak Kim pun kembali dan memberikan album foto keluarganya pada Yoon Gi.
"Silakan nyonya lihat.Disitu banyak sekali foto kenangan saya dengan keluarga saya.Dari saya lahir hingga sampai sebesar ini.Semuanya masih tersimpan rapi di album itu." ucap Yoon Gi menjelaskan.
Gendis dan ibunya pun langsung melihat-lihat isi album foto tersebut.Sementara Yoon Gi dan keluarganya dengan sabar menunggu sampai mereka selesai melihat.
"Sepertinya ini memang foto dia bu." ujar Gendis dengan nada pelan.
"Kamu benar,mukanya hampir mirip semua.Bahkan tidak ada bedanya muka kedua orang tuanya dulu sama sekarang.Mereka sangat awet muda." ujar sang ibu yang berpendapat sama dengan Gendis.