
"Dih, ini calon bini gini banget sih. Untung cinta coba kalau ngga udah aku -"
" Udah apa? Mau di apain?" tanya Ratih.
Ucok langsung mengangkat kedua tangannya. Tentu saja dia tidak akan berani dengan makhluk bumi yang katanya paling benar ini. Katanya orang sih wanita itu maha benar, katanya.
" Tadi kayaknya kamu nantangin deh beb? Sekarang ciut aja nyalinya kamu."
"Ngga ada nantangin lah ay , aku kan suami takut istri." Jawab Ucok.
"Hilih, apaan takut istri emang aku galak ya?"
"Iya, galak."
"Apa!"
"Eh, ngga ay. Kamu adalah perempuan paling baik dan manis yang aku kenal. Buktinya aku cinta sama kamu."
"Oh, jadi kalau aku ngga cantik kamu ngga mau? Kamu lihat fisik aku doang dong? Terus kalau aku udah tua aku ngga cantik kali kamu ngga mau gitu? Kamu bakalan ninggalin aku, terus kalau aku gendut ntar kamu ngga mau iya?" Ratih memberondong pertanyaan kepada Ucok.
" Panjang.... biasa kalau wanita mau pms jadinya gini. Sasaran empuk banget deh gue. Mau ku ajak belanja tanggal tua, mana belum gajian lagi." Ucap Ucok dalam hati.
" Ngga ay, kamu mau aku ajak ke suatu tempat ngga?" bukannya menjawab pertanyaan, Ucok justru malah bertanya balik.
Ucok berpikir inilah salah satu jurus ampuh untuk meredakan emosi Ratih. Karena kalau sedang pms Ratih selalu seperti ini.
"Kejutan lah, kalau aku kasih tahu bukan kejutan namanya." Jawab Ucok.
"Eh iya, juga ya." Jawab Ratih.
Akhirnya mereka berdua berdamai. Hal seperti ini sering mereka alami bertengkar karena hal kecil dan kadang menjadi besar dan berakhir dengan salah satu yang mengalah. Kunci suatu hubungan adalah saling pengertian. Salah satu dari mereka mengalah dan pada akhirnya hubungan kembali baik.
Sementara itu di tempat lain Gendis dan Yoon Gi jadi bahan ejekan keluarga besarnya. Pasalnya Pak Kim tahu kalau tuan nya belum melakukan malam pertama dan hal itu di sampaikan ke pihak orang tua Yoon Gi.
"Dih, sabar ya? Satu minggu lagi lah ntar." Ucap Ibu Yoon Gi.
Mereka semua yang kebanyakan dari keluarga Yoon Gi yang sedang duduk di loby hotel pun tertawa.
"Pak Kim gajinya saja potong tujuh puluh persen!" Ancam Yoon Gi pada asisten yang sudah seperti keluarga nya tersebut.
"Saya ikhlas di potong tuan. Karena nyonya besar akan memberikan bonus ke saya lebih banyak." Ucap Pak Kim.
Tadi malam saat semua orang sudah tidur. Pak Kim di suruh ibu Yoon Gi untuk memberikan semacam ramuan herbal untuk membuat stamina Yoon Gi lebih fit lagi dan juga lebih perkasa. Tapi ternyata saat pak Kim menyerahkan jamu tersebut Yoon Gi menolak karena dia tidak akan melakukan malam pertama karena Gendis sedang datang bulan. Dan hal itu membuat pak Kim dan yang lainnya mengejek Yoon Gi.
"Dih awas saja ya kalian!" Ancam Yoon Gi pura-pura.
Gendis yang dari tadi duduk di sebelah Yoon Gi hanya tersenyum malu. Keluarga suaminya sangat hangat dan suka bercanda. Hal itu semakin membuat Gendis nyaman dan merasa tenang bersama Yoon Gi. Allah telah memberikan laki-laki baik seperti Yoon Gi untuk Gendis. Dan iya selalu bersyukur akan hal itu.