
Malamnya,Gendis terlihat sedang membereskan kamarnya.Sang ibu yang melihat langsung menghampiri Gendis.
"Sudah malam kok masih sibuk saja Dis?" tanya sang ibu yang sembari duduk di samping Gendis.
"Cuma rapiin sedikit pakaian di lemari Bu.Ibu kenapa belum tidur?" jawab Gendis dan bertanya.
"Sebentar lagi.Ngomong-ngomong bagaimana perasaan mu saat ini nak?" tanya ibu Gendis mengalihkan pembicaraan.
"Perasaan yang mana Bu?" tanya Gendis.
"Setelah kamu bertunangan dengan Yoon Gi." jawab sang ibu.
"Aku masih tidak menyangka saja Bu,kalau aku akan secepatnya ini akan bertunangan dengan pria asing yang datang jauh dari Korea.Perasaan ku saat ini pasti bercampur aduk Bu.Antara senang dan terharu." jawab Gendis mengutarakan perasaannya.
"Ibu juga tidak menyangka jika anak gadis ibu akan secepat ini dipinang oleh lelaki yang perkenalan kalian kalau dibilang masih terlalu awal.Tapi melihat keseriusannya dan niat tulusnya,dia mampu menunjukkan perjuangannya pada mu nak." ujar ibu Gendis yang ikut senang melihat Gendis yang merasa bahagia.
"Tapi,sejujurnya ada rasa sedikit sedih di hati ku Bu."ucap Gendis tiba-tiba menunjukkan wajah murung.
"Apa itu nak?" tanya ibu Gendis.
"Apa nantinya setelah menikah aku bisa menjadi istri yang baik untuk dia.Dan aku juga merasa bersalah karena belum sempat membalas semua jasa ibu selama ini.Ibu yang selama ini sudah berjuang membesarkan dan membiayai hidup ku seorang diri.Jadinya aku merasa jadi anak yang tidak berguna.Karena belum bisa membalas semua jasa mu Bu."ucap Gendis kembali mencurahkan isi hatinya
"Kamu jangan bicara seperti itu nak.Ibu mengikhlaskan kamu menikah dengan Yoon Gi.Karena biar bagaimana pun ibu juga ingin hidup kamu bahagia.Yoon Gi pria yang baik,dia sudah mengorbankan semua nya agar bisa menikahi mu.Jadi terlalu egois kalau ibu masih menolak dia untuk menikahi mu." ujar ibu Gendis sembari mengusap rambut Gendis.
"Makasih ya Bu,untuk dukungan ibu selama ini.Aku janji setelah menikah nanti,aku akan tetap selalu memperhatikan ibu.Kalau bisa ibu juga harus ikut aku.Biar aku bisa merawat ibu."kata Gendis mengutarakan keinginannya.
"Soal itu kamu harus bicarakan dulu sama Yoon Gi.Karena semua harus dibicarakan dulu pada suami jika kalian sudah menikah nanti.Paham?"
...****************...
Beberapa Minggu kemudian..
Ratih dan Ucok akhirnya berpacaran.Ucok bena-benar memberanikan dirinya mengutarakan perasaan yang sebenarnya pada Ratih.Awalnya Ratih meragukan keseriusan Ucok.Karena selama ini Ratih selalu anggap Ucok tidak pernah serius padanya.
Tapi pada akhirnya Ucok dapat meluluhkan hati Ratih.Yang sekarang mereka sudah mulai menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih.
Hari ini,Ucok menjemput Ratih untuk berangkat ke kampus.
Terlihat begitu lama Ucok menunggu Ratih untuk keluar dari rumahnya.
"Dasar betina,kenapa setiap mau pergi kemana pun harus begitu lama berdandan.Memangnya mereka mau melakukan fashion show.Ck." gerutu Ucok yang masih menunggu Ratih di motornya.
Tak berapa lama,Ratih pun keluar.
"Hai beb,sori membuat mu menunggu." ujar Ratih menghampiri Ucok.
"Bab Beb,Bab Beb..Kenapa kau lama kali?Kau tidak lihat aku sudah menunggu mu hampir sejam.Apakah harus aku menghabiskan waktu hanya menunggu mu dandan wahai kaum betina?"protes Ucok.
Ratih pun langsung melirik sinis pada Ucok.
"Kau para kaum jantan,tidak tahu bagaimana perjuangan kami agar bisa terlihat cantik di depan pacarnya..Dasar cerewet." jawab Ratih dengan sewot
Seketika membuat Ucok langsung terdiam dan memilih mengalah.Karena biar bagaimana baginya,kaum wanita selalu benar.Dan dia sebagai seorang pria hanya akan selalu disalahkan.