
Siapin maharnya yang banyak beb. Nanti siap nikah kita. Seperti sawah, tanah, perhiasan, rumah dan apa lagi ya?" Ratih terlihat berpikir apa lagi yang harus ia masukkan dalam daftar mahar yang harus diberikan Ucok.
"Jangan kan itu ay, seluruh dunia dan isinya aja ku kasih kamu. Yo tapi cuma berupa foto aja he... he..."Jawab Ucok.
" Dih, sama aja kalau gitu dong. Udah ngga apa-apa aku hanya bercanda beb." Ujar Ratih.
"Tentu saja aku tahu ay, mana mungkin kamu tega minta macam-macam kayak gitu. Eh, tapi kalau udah nikah ngga tahu juga sih." Ucok masih saja bercanda pada Ratih.
"Ide bagus tuh, beb. Nanti semua aset atas namaku aja beb." Pinta Ratih.
Ucok menepuk jidat pelan. Ia memang tidak bisa menang dari berdebat melawan Ratih.
Hari kelulusan pun tiba. Gendis memakai kebaya warna peach di padukan dengan bawahan motif batik berwarna coklat. Rambutnya di sanggul dengan gaya modern serta riasan yang natural semakin menambah kecantikan Gendis.
"Honey kamu cantik sekali." Puji Yoon Gi yang melihat Gendis.
"Makasih oppa," jawab Gendis tersenyum sambil malu.
Begitupun dengan Ratih, Justin dan Ucok terlihat cantik dan juga tampan. Setelah selesai wisuda mereka berfoto bersama mengabadikan momen kebersamaan mereka bersama keluarga dan para sahabat.
"Nduk, selamat atas kelulusan mu. Ibu bangga sekali padamu," puji ibu Gendis sambil memeluk sang buah hati sambil meneteskan air mata.
"Berkat doa dan juga kerja keras ibu selama ini. Makasih juga ya, bu." Begitupun dengan Gendis yang juga meneteskan air mata bahagia.
" Honey, selamat ya. Aku bangga padamu." Puji Yoon Gi. Dirinya turut bangga melihat prestasi Gendis.
Rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan tiga bulan lagi. Gendis dan Yoon Gi juga sudah fitting baju pengantin . Mereka berencana akan menggunakan adat jawa untuk ijab kabul dan resepsi akan menggunakan adat korea. Memakai dua adat budaya dari dua negara yang berbeda.
"Iya makasih, berkat oppa juga."
"Aku tidak melakukan apapun, semua itu adalah kerja keras mu." Bantah Yoon Gi.
"Dukungan oppa ibu dan semua keluarga serta teman. Alhamdulillah oppa Gendis di kelilingi orang-orang yang baik," ucap Gendis penuh syukur. Air matanya rak terasa menetes begitu saja.
"Sudah, jangan nangis," pinta Yoon Gi ibu jarinya menghapus air mata Gendis.
Setelah selesai wisuda mereka merayakan kelulusannya dengan makan malam di sebuah restoran. Tak lupa momen kebersamaan mereka di abadikan lewat sebuah kamera. Serta tak lupa mengunggah di media sosial masing-masing.
"Duh cantik sekali sahabat ku ini. Gimana rasanya mau di lamar cowok batak?" tanya Gendis.
Hari ini adalah pesta pertunangan Ratih. Sesuai janji Ucok ia akan melamar setelah mereka lulus kuliah. Dan hari ini Ucok menepati janji tersebut. Hubungan yang awalnya terjalin dari persahabatan lalu tumbuh lah cinta di antara mereka. Dari pertengkaran kecil dan selisih paham serta candaan dari keduanya lah menjadikan hubungan mereka menjadi lebih dari sekedar sahabat. Kalau orang Jawa bilang tresno jalaran soko kulino yang artinya cinta itu tumbuh karena terbiasa. Menjadikan dekat dan tumbuhlah cinta.
"Makasih, aku deg-degan ini." Ucap Ratih dengan gugup.